<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Majelis Rasulullah</title>
	<atom:link href="http://artikelmr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikelmr.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Artikel dari Situs Majelis Rasulullah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2009 22:25:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='artikelmr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Majelis Rasulullah</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://artikelmr.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Majelis Rasulullah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://artikelmr.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ALLAH Bersama Hamba yang Berdzikir</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/20/allah-bersama-hamba-yang-berdzikir/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/20/allah-bersama-hamba-yang-berdzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 22:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah saw : Allah berfirman: &#8220;Aku bersama hamba-Ku ketika ia mengingat Ku dan bergetar/bergerak bibirnya menyebut Asma-Ku.&#8221; (Hadits Qudsi Riwayat Bukhari) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt yang telah menghadirkan kita didalam kehadiran teragung sepanjang zaman yaitu kehadiran detik – detik dimana kita sedang mendekatkan diri kepada Allah. Dengan shalat, dengan dzikir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=230&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sabda Rasulullah saw :<br />
Allah berfirman: &#8220;Aku bersama hamba-Ku ketika ia mengingat Ku dan bergetar/bergerak bibirnya menyebut Asma-Ku.&#8221; (Hadits Qudsi Riwayat Bukhari)</p>
<p align="justify">
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p align="justify">Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt yang telah menghadirkan kita didalam kehadiran teragung sepanjang zaman yaitu kehadiran detik – detik dimana kita sedang mendekatkan diri kepada Allah. Dengan shalat, dengan dzikir, dengan puasa, dengan zakat, dengan shadaqah dan semua amal shalih lainnya diantaranya kehadiran di majelis – majelis dzikir dan majelis taklim yang mana seluruh kemuliaan dan kesucian itu tumpah ruah di majelis taklim dan majelis dzikir seperti ini.</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p align="justify">Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja Alam Semesta yang menguasai setiap hamba dan semua yang tercipta. Saya bicara “tercipta” karena memang tidak ada kehidupan yang dicipta terkecuali tercipta oleh Rabbul Alamin. Dicipta oleh Allah bukan dicipta oleh makhluk lainnya.</p>
<p align="justify">Seorang suami istri menikah belum tentu bisa menghasilkan seorang anak. Demikian pula hewan belum tentu bertelur, demikian pula tumbuhan belum tentu tumbuh jika ditanam. Akan tetapi ada samudera ketentuan Ilahi yang mengatur segala kehidupan dan mengatur setiap nafasku dan nafas kalian. Dia (Allah) Maha Tahu berapa jumlah nafas kita, Dia (Allah) Maha Tahu berapa jumlah debu yang kita injak, Dia (Allah) Maha Tahu berapa kali kita akan melihat matahari terbit, Dia (Allah) Maha Tahu perasaan kita, apakah kita menyesali dosa atau justru malah sombong merasa tak butuh pengampunan. Maha Melihat sedang melihat jiwamu wahai hadirin – hadirat, wahai saudara – saudariku yang kumuliakan, ingatlah Dzat yang paling pantas untuk diingat.</p>
<p align="justify">ImageTelah bersabda Nabiyyuna Muhammad Saw riwayat Shahih Bukhari. “ada diantara manusia itu yang beramal dengan amalan ahli neraka hampir sepanjang hidupnya sampai antara dia dan neraka hanya 1 jengkal saja”. Maksudnya 1 jengkal saja adalah nafasnya, nafasnya hanya beberapa nafas lagi dan dia akan wafat dan akan masuk ke dalam neraka. Tetapi didahului kehendak Illahi maka dia beramal dengan amalan ahli surga, bertaubat kepada Allah dan dia masuk ke dalam surga.“Ada lagi kelompok yang beramal dengan amalan ahli surga sampai antara dia dan surga tinggal 1 hasta saja, lalu didahului oleh ketentuan Allah terlebih dahulu dia beramal dengan amalan ahli neraka dan dia masuk neraka”. (Shahih Bukhari)</p>
<p align="justify">Kita bertanya kenapa ini dan untuk apa gunanya ibadah? Lalu apa gunanya meninggalkan dosa? kalau semuanya sudah ditentukan oleh Allah Jalla Wa Alla. Jawabannya bukan itu, Hadits ini adalah tandzir (peringatan) li shalihin al mutakabbir” hadits ini mempunyai 2 makna membawa kabar gembira dan harapan bagi para pendosa walau kau tinggal 1 jengkal saja dari api neraka. Allah masih bisa membuatmu dan menerima taubatmu dan kau kembali kepada Allah dalam keadaan masuk surga. Jangan putus asa dari Rahmatnya Allah. Karena Allah mampu membolak – balik keadaan hingga bagaimana keadaannya jiwamu kepada Allah. Karena Allah telah berfirman didalam hadits qudsiy ”ana ‘inda dzhanni ‘abdiy biy” Aku bersama persangkaan hamba-Ku.</p>
<p align="justify">Seorang hamba siang dan malam tidak pernah bisa meninggalkan dosa, siang dan malam tidak pernah terlintas hal yang baik tiba – tiba sekilas ia melihat atau mendengar sesuatu yang baik didalam Islam maka berubahlah ia kepada Cahaya Keindahan Keridhoan Ilahi. Demikian keadaan para sahabaturrasul radiyallahu anhum. Orang – orang yang bejat, orang – orang yang kejam dan sadis berubah menjadi ahlul sujud, berubah menjadi orang yang selalu tangannya menengadah kehadirat Allah, menjadi orang yang paling khusyu’ di muka bumi terkena sinar cahaya nabawiy yang diterbitkan oleh Allah untuk membawa kebahagiaan yang abadi yang dibawa oleh Sayyidina Muhammad Saw. Sang Pembawa Risalah kebahagiaan dunia dan akhirat Sayyidina Muhammad Saw. Dan Dialah (Allah) yang menerbitkan rahasia kebahagiaan itu. Dan Dialah (Allah) Yang Memiliki segala kebahagiaan. Kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.</p>
<p align="justify">Lalu bagaimana dengan orang yang selalu beramal baik? Kalau sudah tinggal 1 hasta saja dengan surga sudah didahului ketentuan Allah, ia masuk ke dalam neraka beramal dengan amalan ahli neraka. Lalu apa gunanya ibadah? Sebagaimana saya katakan ini adalah “tandzir li shalihin al mutakabbirin”, ini adalah peringatan bagi orang yang banyak beramal jangan sombong dengan amalnya. Barangkali dengan kesombongannya itu, bisa Allah balik ia berubah menjadi orang yang menginginkan perbuatan jahat dan ia wafat dalam keburukan. Demikian indahnya Sang Nabi saw menuntun para pendosa dan para shalihin. Menuntun orang yang berbuat baik selalu dan menuntun orang yang selalu berbuat dosa agar berpadu dalam kemuliaan Illahi.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,Allah Swt berfirman “wahai manusia berhati – hatilah dan bersiaplah. Akan datang hari kiamat kepadamu, Sang Pencipta alam semesta yang mencipta dari tiada, yang menghamparkan permukaan bumi dari tiada, yang membentangkan angkasa sebagai lambang keindahan-Nya dari tiada, mengatakan bahwa akan datang hari kehancuran. Sebagaimana ini semua ada dari tiada, ini semua akan berubah menjadi tiada karena ini semua Milik-Ku”, kata Allah. Adakah manusia memiliki dirinya sendiri? ia tidak bisa mencipta sebutir sel tubuhnya. Berapa milyar sel tubuh kita yang berfungsi setiap hari, siapa yang memerintah sel tubuh kita untuk berfungsi, siapa yang memerintah sel tubuh kulit ketika kulit terluka, lantas ia merajut kembali sel – sel kulit yang baru. Siapa yang mengatur dan mengajarinya? Allah Allah Allah. Nama yang paling berhak diagung – agungkan dan disebut – sebut sepanjang waktu dan zaman.</p>
<p align="justify">Sebelum kita berdzikir dan mengingat Allah, Allah sudah memberi kita kehidupan dan itu pemberian yang tidak bisa diberikan oleh makhluk satu sama lainnya. Dan Allah Swt sebelum mengajak kita berdzikir, sudah menjadikan alam semesta ini berdzikir. Hadirin – hadirat, namun manusia tidak mendengarnya. Alam semesta berdzikir kehadirat Allah, mengagungkan Nama Allah, tersisalah jiwaku dan jiwa kalian yang sepi dari dzikrullah. Lihat keadaan teman – teman kita, bangga dan tenangnya dengan narkotika miliknya. Tahukan ia jika tersingkap baginya keadaan temannya yang sedang menggelepar di alam barzah karena perbuatan itu. Jika ia melihatnya, ia akan bersujud terus dalam sujudnya hingga wafat.</p>
<p align="justify">Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika jenazah orang yang wafat itu diusung. Jika jenazah shalihin, ia berkata “qaddimuniy..qaddimuniy” cepat – cepat majukan aku, bawa ke makamku karena aku akan mendapatkan kemuliaan. Tapi apabila yang wafat itu adalah orang – orang yang fasiq, banyak berbuat dhalim, banyak berbuat jahat maka ia berkata “yaa waylahaa, ayna yadzhabuu biha” ini mau dibawa kemana jasadku, jangan cepat – cepat dikuburkan, aku akan dimitai bertanggung jawab. Hadirin – hadirat, Rasul saw bersabda “suara jeritan itu didengar oleh seluruh makhluk terkecuali jin dan manusia”. Jika mereka mendengarnya, mereka akan wafat karena takutnya”.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,Allah berfirman “inna zalzalatassa’ati syai’un adhim ” hari kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat. QS. Al Hajj : 1. Kenapa kita lihat itu? Hari itu orang yang punya bayi yang diasuhnya dilempar bayi itu dan meninggalkan semua anaknya karena takut dimintai pertanggungjawaban. Anak ini diasuh dengan baik atau tidak, diberi susu yang halal atau tidak, kau ajari ia keagungan Nama-Ku atau tidak dari takutnya semua anak dilempar oleh mereka. Dan wanita yang hamil menggugurkan kehamilannya, kenapa? tidak mau bertanggung jawab atas satu nyawa lagi selain dirinya. Bertanggung jawab atas dirinya saja susah, apalagi bawa tanggung jawab atas bayi yang baru lahir. Apakah diberi makanan yang halal, apakah hari – harinya diperbuat dengan hal yang baik.</p>
<p align="justify">Akan Kau lihat manusia itu lari kesana – kemari bagaikan mabuk dari takutnya panggilan – panggilan api neraka, QS. Al Hajj : 2 karena api neraka memanggil para pendosa. Kau lihat mereka seakan mabuk, mereka bukan mabuk tapi melihat dahsyatnya kejadian di hari kiamat. Ketika ayat ini turun bergetar para sahabat.</p>
<p align="justify">Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika ayat ini turun sebagian para sahabat berjatuhan karena takutnya kepada Allah atas firmannya. Nabi saw mengumpulkan mereka. Manusia yang paling berkasih sayang, manusia yang paling ramah, manusia yang tidak senang melihat manusia sedih dan risau, seraya berkata “absyiru..absyiru” sini – sini mendekat. “Jangan bergelimpangan menangis seperti itu, sini – sini berkumpul dekat denganku”, kata Rasul saw. Maka Rasul saw bersabda “hai umatku kalian ini aku harapkan pasti menjadi ¼ penduduk surga”. Mendengar kata – kata itu, , dihibur oleh Sang Nabi saw, maka bertakbir para sahabat “Allahu Akbar,.masya Allah 1/4 ahli surga”. Maka ketika para sahabat terlihat gembira, Rasul saw tambah lagi “kalian tahu bahwa aku minta pada Allah bukan ¼ bahkan sepertiga dari ahli surga”. “Allahu Akbar”, para sahabat bertakbir lagi. Lalu Rasul tersenyum dan berkata “hai, kalian tahukan kalau aku berdoa kepada Allah agar kalian umat Muhammad ini menjadi ½ ahli surga” maka para sahabat bertakbir. Terputus riwayat Shahih Bukhari ini.Namun Diriwayatkan didalam riwayat yang Shahih bahwa Rasul dipilihkan oleh Allah, “mau ½ umatnya masuk surga atau Syafa’at?” Namun beliau saw memilih syafa’at karena kalau syafa’at seluruh umatnya masuk ke dalam surganya Allah Swt.</p>
<p align="justify">Salahkah jika kita mencintai Nabi Muhammad Saw. Turun ayat yang menggetarkan, Nabi saw langsung menghibur dan menenangkan sahabatnya. Inilah Muhammad Rasulullah saw.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat, manusia yang paling tidak pernah ingin mengecewakan orang lain. bahwa Rasul saw adalah orang yang tidak mau mengecewakan makanan sekalipun. Makanan itu bertasbih, jangan kau kira makanan itu benda mati tidak bertasbih. Ia benda mati tapi ia hidup. Rasul tidak mau mencaci makanan, kalau tidak suka (kemanisan, kepahitan atau keasinan). Saya tidak suka makanan ini. Kalau suka dimakan, kalau tidak suka dimakan.(Shahih Bukhari) Indahnya akhlak Nabiyyuna Muhammad Saw yang tidak mau mengecewakan makanan sekalipun.</p>
<p align="justify">Rasul saw diriwayatkan didalam Shahih Bukhari tiadalah beliau dipilihkan untuknya 2 hal. Kalau disuruh pilih 2 hal untuk umatnya pasti memilih yang paling ringan untuk umatnya saw. Sampai sabda beliau saw yang kita dengar riwayat Shahih Bukhari, Rasul bersabda “lawla an asyuqqa alaa ummatiy la amartuhum bissiwaaki ma’a kulli shalaatin” kalau bukan karena takut merisaukan dan memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka memakai siwak setiap kali akan shalat. Kira – kira kalau ini seandainya dijadikan hal yang wajib memakai siwak, apakah berat? tidak berat. Kecuali kalau diperintah setiap mau shalat menginjak bara api dahulu, itu berat namanya. Kalau cuma setiap akan shalat pakai siwak, apa beratnya? Hal seringan itu pun Sang Nabi saw tak ingin memberatkan umatnya yaitu kita. Inilah idola kita Sayyidina Muhammad Saw, kenali idolamu Muhammad Rasulullah Saw, bukan orang yang tidak pernah sujud kepada Allah dan hari – harinya hanya membuat kebiadaban semakin besar di muka bumi. Bagaimana muslimin mengambil idola mereka? Muslimin mengeluarkan harta yang banyak untuk membeli tiket berkumpul bersama mereka yang tidak pernah sujud kepada Allah. Na’udzubillah!! kumpul bersama orang yang tidak pernah sujud kepada Allah. Bukankah idola kita manusia yang terindah Sayyidina Muhammad Saw yang berkata “lawla an asyuqqa alaa ummatiy la amartuhum bissiwaaki ma’a kulli shalaatin” kalau bukan karena takut merisaukan dan memberatkan umatku setiap akan shalat kuperintahkan mereka memakai siwak. (Shahih Buhari) Ingin rasanya kita jawab, “tidak berat ya Rasulullah kami siap!!”. Cuma karena indahnya hatimu dan lembutnya hatimu dan kasih sayangmu, beliau saw tahu manusia ini bukan hanya ibadah seperti malaikat. Ada yang punya keluarga, ada yang punya rumah tangga, ibu yang mengurus anak, anak yang bakti kepada ibu, ayah yang bekerja, Rasul saw tahu itu. Demikian indahnya dan ringannya dan menakjubkannya tuntunan Nabiyyuna Muhammad Saw.</p>
<p align="justify">Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika Rasul saw didatangi oleh seorang yang mengadu “ya Rasulullah mulai sekarang aku tidak mau lagi shalat subuh berjamaah di masjid itu”, Rasul bertanya “kenapa tidak mau shalat berjamaah subuh?”, ia berkata “karena imamnya baca surahnya panjang, baca surah AlBaqarah”. Al Baqarah itu panjangnya 2 ½ juz. Maka imam itu Dipanggil oleh Rasulullah, bukan orang ini yang ditegur. Selayaknya orang ini yang ditegur karena ketika ditanya “kenapa kau tidak ingin shalat berjamaah?”, ia menjawab “aku punya pekerjaan ya Rasulullah, aku bekerja. Kalau aku duduk hadir shalat subuh disitu bagaimana dengan pekerjaanku”. Semestinya Rasul saw menegurnya dan menghardiknya “kau ini mementingkan dunia apa shalat? kerja apa shalat?”, mestinya kan begitu. Tapi Rasul saw justru menegur imam itu dengan teguran yang tegas “afattaanun anta ya Mu’adz..?!” apakah kau ini pembawa fitnah wahai Muadz..?!.. Kalau kau jadi imam jangan panjang – panjang baca surah karena diantara mereka ada yang bekerja, ada yang sakit, ada yang tua, ada yang sibuk, jangan memberatkan orang kecuali jika kau ingin membawa shalatmu sendiri shalat sunnah, silahkan! sepanjang – panjangnya. Tapi kalau untuk umatnya, maunya mereka, maunya shalatnya yang ½ juz panjangnya silahkan!, maunya yang ¼ juz saja silahkan!, mau yang 100 ayat, mau yang 10 ayat ikuti umatmu. Tapi jangan beratkan makmum. Sampai beliau saw berkata “..anta ya Muadz..?!” apakah kau ini pembawa fitnah wahai Muadz..?!.. Rasul bersabda “yassiru wala tu’assiru” ringankan orang – orang ini dan jangan diberat – beratkan. Demikian indahnya Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p align="justify">Hadirin, keberkahan muncul bagi beliau dan pada hari – hari beliau saw. Dan Allah Swt tiada henti – hentinya melimpahkan kemuliaan bagi mereka yang ingin memuliakan hidupnya dengan tuntunan – tuntunan Nabiyyuna Muhammad Saw.</p>
<p align="justify">Rasul saw sewaktu – waktu, mengikuti budi pekertinya beliau. Ketika Rasul saw didatangi 3 orang tamu “assalamu’alaikum warahmatullah”, Rasulullah diam.“assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh”, Rasulullah tidak jawab, kali yang ketiga Rasul bertayammum lalu menjawab salam. Para Sahabat bertanya “ya Rasulullah dari tadi kami memberi salam dan kau tidak jawab, kami kira kau murka pada kami dan kami adalah ahli neraka”, Rasul menjawab “bukan itu”, kata Rasul saw. “aku tidak ingin menjawab terkecuali dengan keadaan suci”. Lailahailalllah, adakah akhlak seperti ini?</p>
<p align="justify">Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan makna yang pertama Nabi saw tidak mau dari memuliakan tamunya menjawab salam dalam keadaan tidak wudhu itu tidak sopan untuk Nabi saw. Sampai beliau digelari “wa innaka la’alaa khuluqin adzim” dan kau sungguh berada didalam akhlak yang agung. (AL Qalam 4) Kenapa? Mau terima tamu, mau menjawab salam saja harus berwudhu. Tidak ada air didepannya baru bertayammum dan barulah menjawab salam. Dan makna yang kedua adalah Nabi saw tidak mau menyebut Nama Allah kecuali dalam keadaan wudhu, karena AsSalam adalah Nama Allah. Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p align="justify">Hadits yang baru saja kita baca tadi “ana ma’a ‘abdi haitsu maa dzakaranii wa taharrakat bii syafataah” Aku bersama hamba- hambaKu ketika ia mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Baari menjelaskan bahwa maknanya bukan berarti Allah bersama dia secara Dzat-Nya, tapi menunjukkan betapa cinta dan senangnya Allah kepada orang yang mengingat Allah. Dan mengingat Allah itu bukan hanya dengan hati. Sebagian orang berkata bukan hanya dengan bibirnya tapi hati itu mengingat Allah. Ternyata kita dengar haditsnya “..wa taharrakat bii syafataah” bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku. Bukan bersama Dzatnya Allah, namun bersama cintanya Allah hingga bibirnya yang bergetar itu menyebut Nama Allah maka ia bersama degan kecintaan Allah. Ternyata Allah masih menghargai bibir yang menyebut Nama-Nya. Allah sangat memuliakan bibir yang mengagungkan Nama-Nya.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,Oleh sebab itu, inilah indahnya dzikir. Jiwa dan sanubari kita berdzikir kepada Allah, jangan jadikan dzikir ini hal yang aneh dalam diri kita. Hadirin, zaman sekarang orang bicara rindu dengan teman wajar, rindu dengan kekasih pantas, rindu dengan anak pantas, tapi kalau rindu dengan Allah koq sepertinya aneh? Padahal judtru untuk ini kita dicipta. “wamaa khalaqtuljinna wal insa illa liya’budun” tidak kuciptakan jin dan manusia terkecuali untuk menyembah kepada-Ku. QS. Adz-Dzaariyat : 56. Apa untungnya bagi Allah kita menghamba kepada-Nya? Allah tidak butuh penghambaan kita. Allah ingin kita dekat, Allah ingin kita dekat. Inilah kenapa Allah menciptaku dan menciptamu dan mencipta seluruh manusia keturunan Adam as. Allah ingin mereka dekat lalu Allah ingin beri mereka surga yang lebih dan jangan sembah selain-Nya, jangan cintai lebih daripada cinta seorang kepada Allah. Kita bertanya, aku ini orang yang amam terhadap cinta kepada Allah? Aku punya kekasih, punya keluarga, punya teman, punya rumah tangga. Lalu bagaimana dengan cinta Allah ini? Tentunya “laa yukallifullahu nafsan illa wus a’ha” Allah tidak paksa manusia kecuali menurut kemampuannya. QS. Al Baqarah : 286. Sepertinya kalau harus jujur aku lebih cinta yang lain daripada Allah, aku lebih perduli pada yang lain daripada Allah, malah jangan – jangan diantara kita lebih sibuk memikirkan sandalnya jangan sampai hilang saat sujud kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan ini? Allah Swt menjawab “laa yukallifullahu nafsan illa wus a’ha, laha maa kasabat wa a’laiha maktasabat”. QS. Al Baqarah : 286. Lalu bagaimna dengan dosa – dosa ini Rabbiy? bagaimana dengan kesalahan – kesalahan in Rabbiy? Allah ajari lagi “rabbana laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhtanaa” wahai Allah jangan hukum kami kalau kami salah dan lupa. QS. Al Baqarah : 286. Ini ucapan coba kita renungkan!! Ucapan in bisa dikatakan tidak adil, sudah berbuat salah minta jangan dihukum kalau berbuat salah dan berbuat hal yang lupa. Tapi ternyata yang mengajari adalah Allah. Aku ingin kau menyaksikan betapa indahnya kalimat – kalimat Illahi yang sangat membuka pintu asmara-Nya untuk memanggil cinta kita agar berpaling kepada cintanya Allah. “Rabbana wala tahmil a’alaina ishran kama hamaltahu a’lalladziina min qablina” orang sebelum kami itu dahsyat, perintahnya berat, segala – galanya berat, jangan Kau bebankan kami seperti mereka. QS. Al Baqarah : 286. “Rabbana wala tuhammilna malaa thaqatalanabihi, wa’fu ‘anna waghfirlana warhamna” maafkan kami, ampuni kami, dan sayangilah kami. QS. Al Baqarah : 286. Indahnya kalimat ini “warhamna” sayangilah kami. “..fanshurna a’lalqaumil kaafiriin” tolonglah kami dari orang–orang yang jauh dan musuh – musuh Islam. QS. Al Baqarah : 286.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat, inilah doa. Saya teringat satu hadits shahih riwayat Imam Bukhari dimana kebijakan Allah melihat kebaikan hamba-Nya. Allah senang kepada hamba-Nya yang berbuat baik. Ketika seekor anjing kehausan, seraya menjilat tanah dari hausnya. Ini ada 2 riwayat didalam Shahih Bukhari. Riwayat yang pertama yang melakukannya adalah pria, riwayat yang kedua yang melakukannya wanita. Tentunya kedua – duanya barangkali terjadi karena dua – duanya ada dalam Shahih Bukhari. Pernah seorang pria melakukan dan pernah seorang wanita yang melakukannya. Sampai anjing itu menjilat tanah dari hausnya. Ada sumur, anjing tidak bisa masuk ke dalam sumur. Maka ia mengambilkan air untuk anjing itu dan berkata “ini untukmu”. Anjing itu minum dengan puasnya. Anjing tidak bisa berterima kasih, siapa yang berterima kasih padanya? Tidak ada. “Fasyakarallahu lahu faghafara lahu” Allah berterima kasih kepada hamba itu, Allah ampuni dosanya. Allah yang berterima kasih. Kebaikan pada seekor anjing, hanya memberi minum seekor hewan najis, Kau berterima kasih untuknya. Alangkah indahnya Allah, alangkah agungnya Allah, alangkah mulianya Allah, alangkah bersalah dan ruginya jiwa yang tidak mencintai Allah, alangkah indahnya Nama Allah, alangkah mulianya keagungan Allah, alangkah berharganya orang yang ingin mendekat kepada Allah, alangkah berharganya pengampunan yang ditawarkan kepada para pendosa.</p>
<p align="justify">Maka kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt menghapus seluruh dosa – dosa kita. Ya Rahman Ya Rahim. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari “orang &#8211; orang yang berkumpul di majelis dzikir..”. Ini penyampaian saya yang terakhir sebelum kita berdzikir bersama. Bahwa Allah memerintahkan malaikat khusus untuk mencari majelis – majelis dzikir, diturunkan ke bumi masing – masing malaikat punya tugas. Ada yang diperintahkan khusus untuk mencari majelis – majelis dzikir. Mau apa? Duduk, saksikan, haidr dan banyaknya mereka itu sampai ke langit.</p>
<p align="justify">Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,Lalu ketika haidr, selesai mereka dari kehadirannya. Ditanya oleh Allah, padahal Allah Maha Tahu. Untuk apa Allah Swt bertanya pada malaikat. Ucapan dan percakapan ini diperuntukkan untuk umat agar tahu betapa mulianya Allah memuliakan orang yang hadir di majelis dzikir. Maka Allah Swt bertanya kepada malaikat “apa yang mereka perbuat?”, malaikat menjwab “mereka berdzikir pada-Mu wahai Allah”. Allah bertanya “mereka berdzikir menyebut Nama-Ku, berdzikir pada-Ku, apakah mereka melihat-Ku?” malaikat berkata “tidak ya Allah, mereka tidak melihat-Mu”. Maksudnya apa? Betapa indah jiwa yang berdzikir kepada Allah, padahal mereka tidak melihat Allah. Allah sangat menghargai mereka. Allah tanya malaikat “lalu bagaimana kalau mereka melihat Aku saat mereka berdzikir?” Malaikat menjawab “wahai Allah kalau sampai mereka itu melihat-Mu saat berdzikir, mereka tidak akan berdiri dari tempat dzikirnya dan terus berdzikir dan semakin khusyu’ dzikirnya”. Allah bertanya “lalu apa yang mereka inginkan?” malaikat menjawab “mereka berkata mereka menginginkan surga wahai Allah”. Allah tanya “apakah mereka sudah melihat surga?”, malaikat menjawab “belum wahai Allah”. Allah bertanya “bagaimana jika mereka melihat surga?” malaikat menjawab “pasti ingin lebih meminta lagi wahai Allah”. Allah bertanya “lalu apa yang mereka takutkan?”, malaikat menjawab “api neraka wahai Allah”. Allah bertanya “api neraka, apakah mereka sudah melihat neraka?” malaikat menjawab “belum wahai Allah”. Allah bertanya “bagaimana kalau mereka melihat neraka?”, malaikat menjawab “wahai Allah mereka akan sangat ketakutan sekali, kalau sampai melihat api neraka”. Maka Allah berkata “saksikan malaikat-Ku, Aku sudah menghapus seluruh dosa mereka”. Malaikat berkata “wahai Allah ada diantara mereka itu yang hadirnya tidak ikhlas, punya hajat dengan temannya dan kebetulan numpang duduk disitu, bagaimana dengan keadaannya, tidak pantas mendapatkan pengampunan”. Allah menjawab “mereka itu adalah orang – orang yang barangsiapa duduk bersama mereka, Allah tidak akan menghinakannya”. Duduk bersama orang berdizikir dimuliakan oleh Allah Swt. Demikian hadirin – hadirat.</p>
<p align="justify">Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Keluhuran kepada kita, kepada bangsa kita, kepada muslimin – muslimat. Jauhkan musibah sejauh – jauhnya dari kita. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram.</p>
<p align="justify">Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>(<a target="_blank" href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=203&amp;Itemid=1">Majelis Rasulullah</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=230&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/20/allah-bersama-hamba-yang-berdzikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belahan Jiwa Rasulullah SAW</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/10/belahan-jiwa-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/10/belahan-jiwa-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 12:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Penggugah Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي (صحيح البخاري Sabda Rasulullah saw : “Fathimah (Putri Rasul saw) Belahan jiwaku, membuatku marah apa apa yg membuatnya marah” (Shahih Bukhari) Alhamdulillahirabbil’alamin washolatu wassalaamu ala sayyidil mursalin wa ala alihi washhbihi ajmain. Sebagaimana biasa kita membaca hadits Rasulullah Saw dan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=227&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  فَاطِمَةُ بَضْعَةٌ مِنِّي فَمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِي	       	(صحيح البخاري<br />
</strong></p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Fathimah (Putri Rasul saw) Belahan jiwaku, membuatku marah apa apa yg membuatnya marah” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-227"></span></p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="128" align="left" />Alhamdulillahirabbil’alamin washolatu wassalaamu ala sayyidil mursalin wa ala alihi washhbihi ajmain. Sebagaimana biasa kita membaca hadits Rasulullah Saw dan kita ucapkan selamat datang kepada tamu – tamu kita, penasehat kita Bapak KH.Ashraf Ali dan juga para habaib akramin, juga fadhilatul sayyid Al Habib Muhammad bin Hasan Baharun matta’anallahu bihi, Al Habib Musthofa dan para habaib lainnya.</p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Agung, Maha Mengagungkan dan Memuliakan hamba – hambaNya dengan kemuliaan yang abadi. Ketika sang hamba terpanggil untuk mendekat kehadirat ilahi maka Allah mendekatkannya dengan kedekatan yang lebih dekat dan baginya anugerah yang abadi yang tiada dimiliki hamba satu sama lain terkecuali Al Khaliq Rabbul Alamin Yang Maha Memecah mecah (membagi-bagi) anugerah dan kenikmatan pada setiap hamba hambaNya sepanjang waktu dan zaman.</p>
<p>Fulan bin fulan kenikmatannya, fulan bin fulan dan kenikmatannya, fulan bin fulan dan panca inderanya, fulan bin fulan dan sekian juta huruf yang diizinkan keluar dari bibirnya, fulan bin fulan yang diizinkan berkedip sekian lama, fulan bin fulan yang diizinkan melihat berjuta warna. Demikian Allah Rabbul Alamin menganugerahkan kenikmatan, yang tiada kenikmatan melebihi limpahan kenikmatan-Nya dan jarang diingat oleh hamba-Nya bahwa Dialah Anugerah kenikmatan dan samudera kabahagiaan. Inilah samudera kebahagiaan, inilah cahaya Yang Maha Abadi menuntun kepada kemewahan dan kemegahan yang kekal. Setelah jasad manusia yang indah berubah menjadi bangkai sebagai umpan hewan di tanah, Allah masih memuliakan ruhnya mencapai kemuliaan yang lebih agung daripada kehidupan dunia. Mereka di dalam kemuliaan karena mereka termasuk dalam kelompok yang memuliakan Allah, jalan Allah<strong> “ja’alanallahu wa iyyakum ninhum”<em>(semoga Allah menjadikan aku dan kalian bersama mereka)</em> </strong> Kau jadikan (wahai Allah) aku dan kalian setiap nafasku dan nafas kalian yang selalu memuliakan dan dimuliakan Allah.</p>
<p>Jika kita terjebak didalam dosa dan kesalahan maka pengaduan adalah hanya kepada-Nya. Pengampunan dosa hanya Milik-Nya, penghapusan dosa adalah dari-Nya. Diriwayatkan didalam riwayat Annasai<strong> “yabna aadam innaka maa da’autanii wa rojautanii ghofartu laka ‘ala maa kaana minka falaa ubaaliiy”<em> wahai keturunan Adam, jika kau berharap kepada-Ku dan kau berdoa kepada-Ku</em></strong>. Apa manfaatnya aku berdoa kepada-Mu wahai Rabb..? sebelum kita bertanya dan diijabah atau tidak oleh Allah doa itu, Allah telahmemberi janji <strong>“yabna aadam innaka maa da’autanii wa rojautanii ghofartulaka ‘ala maa kaana minka falaa ubaaliiy” <em>kau yang rajin berdoa dan berharap kepada-Ku, Ku-hapus dosa kalian tanpa Ku-pertanyakan lagi</em></strong>. Riwayat Musnad ahmad ini tentunya diperkuat oleh belasan ayat riwayat Shahih Bukhari bahwa Allah Swt menghapuskan dosa – dosa hamba-Nya dengan amal perbuatan baik bahkan dari firman Allah.</p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09a.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="128" align="left" />Ketika seorang pria datang kepada Sang Nabi saw aku sudah banyak berbuat dosa – dosa, dosa, dosa dan dosa, bagaimana caraku menghapus dosa ini? Sang Nabi saw diam, Allah yang jawab. Menunjukkan keinginan untuk menghapus dosa, keinginan untuk dekat kepada Allah, keinginan untuk jauh dari hal yang hina kepada Allah, bukan dijawab oleh Sang Nabi saw namun dijawab oleh Allah. Allah menjawab <strong>“innal hasanaat yudzhibnassayyi’at.. ”</strong>. Alangkah indahnya jawaban-Mu Rabbiy. Allah menjawab <strong>“sungguh perbuatan pahala menghapus dosa – dosa”</strong>, indah sekali. Kalian ingin dosa kalian terhapus pada-Ku? Perbanyak berbuat baik pada-Ku, Ku-hapus dosa – dosa kalian. Indah sekali Yang Maha Indah dan memang tidak ada yang lebih indah daripada Allah. Kalau kita renungkan, ayat ini tidak memerintahkan untuk taubat tapi lebih dari taubat. Menunjukkan Allah itu sangat ingin dekat kepada si pendosa yang ingin menghapus dosanya. Allah sangat ingin dekat kepadanya.</p>
<p>Kenapa tidak Allah katakan ia bertaubat, selesai, hapus dosanya, tidak begitu. Allah katakan <strong>“innal hasanaat yudzhibnassayyi’at” <em>perbuatan baik itu menghapus dosa – dosa.</em></strong> Maksudnya apa? Allah ingin ia banyak beramal baik. Kenapa ia harus beramal baik? Sedangkan Allah bersabda : <strong>hamba- hamba-Ku jika berkumpul kalian jin dan manusia yang pertama dan terakhir semuanya bertaqwa dengan ketaqwaan kepada-Ku, Kerajaan-Ku tidak bertambah sedikit pun, hamba-Ku jika kalian ini semua jahat, jin dan manusia yang pertama dan terakhir semuanya jahat, tidak berkurang Kerajaan-Ku sedikit pun (Shahih Muslim).</strong> Lalu apa gunanya kebaikan dan kejahatan bagi Allah? Cintanya Allah, Indahnya Allah, Mulianya Allah sampai Allah jawab <strong>“hai para pendosa, kalian perbanyak perbuat pahala maka dosa – dosa kalian Ku-hapus”.</strong> Panggilan yang sangat indah, <strong>“sini dekat pada &#8211; Ku maka dosa – dosa itu Ku-singkirkan”.</strong> Demikian indahnya Rabbul Alamin.</p>
<p>Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : ketika Allah melihat salah satu bentuk, dimana Allah Swt memperlihatkan kepada hamba – hambaNya bahwa Allah melihat semua perbuatan yang terkecil sekalipun. Maka disaat itu datanglah tamu kepada Sang Nabi saw dan Sang Nabi saw tidak bisa menjamunya karena tidak ada makanan. Rasul tanya pada istrinya <em>“punya makanan apa kita untuk menjamu tamu ini?”</em>, istri Nabi saw menjawab <em>“tidak ada, yang ada cuma air”.</em> Maka Rasul berkata <em>siapa yang mau menjamu tamuku ini?</em> Satu orang anshar langsung mengacungkan tangan <em>aku yang menjamu tamumu ya Rasulullah</em>. Bawa ke rumahnya, sampai dirumah mengetuk pintu dengan keras hingga istrinya bangun. Kenapa suamiku? kau tampak terburu – buru. <strong>“akrimiy dhaifa Rasulillah”</strong><em> kita dapat kemuliaan tamunya Rasulullah</em>. Ayoo.. muliakan, keluarkan semua yang kita miliki daripada pangan dan makanan, semua keluarkan. Ini tamu Rasulullah bukan tamu kita, datang kepada Rasul, Rasul saw tidak bisa menyambutya. Rasul tanya <em>“siapa yang bisa menyambutnya?”</em>, aku buru &#8211;  buru tunjuk tangan, ini kemuliaan besar bagi kita. Istrinya berkata <em>“suamiku, makanannya hanya untuk 1orang. Tidak ada makanan lagi, itu pun untuk anak – anak kita. 2 orang anak – anak kita hanya akan makan makanan untuk 1 orang, kau ini bagaimana menyanggupi undangan tamu Rasul? kau tidak bertanya lebih dulu? apakah kita punya kambing, punya ayam, punya beras, punya roti, jangan main terima sembarangan!”</em> Maka suaminya sudah terlanjur menyanggupi <em>“sudah kalau begitu anak kita tidurkan cepat – cepat, matikan lampu agar anaknya tidur”. “belum makan, suruh tidur jangan suruh makan malam, biar saja”. </em> Ditidurkan anaknya tanpa makan. Lalu tinggal makanan yang 1 piring untuk 1 orang, <em>“ini bagaimana? tamunya tidak mau makan kalau hanya ditaruh 1 piring kalau shohibul bait (tuan rumah) tidak ikut makan karena cuma 1 piring makanannya”.</em> Suaminya berkata <em>“nanti sebelum kau keluarkan piringnya, lampu ini kau betulkan lalu saat makan tiup agar mati pelitanya, jadi pura – pura lampu mati. Taruh piring, silahkan makan dan kita taruh piring kosong di depan kita, tamu makan kita tidak usah makan tapi seakan – akan makan dan tidak kelihatan lampunya gelap”.</em> Maka tamunya tidak tahu cerita lampunya mati, pelitanya rusak, tamunya makan dengan tenangnya, nyenyak dalam tidurnya, pagi – pagi shalat subuh kembali kepada Rasul saw <em>“Alhamdulillah ya Rasulullah aku dijamu dengan makanan dan tidur dengan tenang”.</em> Rasul berkata <em>“Allah semalam sangat ridho kepada shohibul bait (tuan rumah) yang menjamumu itu” (shahih Bukhari).</em> Allah tersenyum, bukan Allah itu seperti manusia bisa tersenyum tapi maksudnya Allah sangat sayang dan sangat gembira. Dengan perbuatan itu Allah sangat terharu, bukan terharu karena tamunya saja tapi juga karena shohibul bait berucap. <strong>“akrimiy dhaifa Rasulillah” <em>muliakan tamu Rasulullah.</em></strong> Ini yang membuat Allah terharu, untuk tamunya Rasulullah rela anaknya tidak makan, tidur semalaman dalam keadaan lapar untuk memuliakan tamunya Rasulullah saw.</p>
<p>Kita mengenal satu sosok manusia yang sangat dicintai oleh Rasulullah saw, manusia yang paling disayang Rasulullah. Siapa? Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Ini haditsnya baru kita baca. <strong>“Fatimah badh’atun minniy..” <em>Putriku Fatimah itu belahan dari tubuhku.</em></strong> Tapi Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari lebih menekankan kepada belahan jiwaku. Maksudnya yang paling kucintai.<strong> “..aghdhabaniy man aghdhabaha”<em> siapapun yang membuatnya marah akan membuatku marah.</em></strong> Kalimatnya sangat singkat, tapi kalau kita perdalam maknanya Rasulullah itu tidak pernah marah untuk dirinya. Rasulullah itu marah hanya karena Allah saja semata. Kalau sudah urusan haknya Allah, baru Rasul saw marah. Berarti orang yang menyinggung perasaan Sayyidatuna Fatimah Azzahra berurusan dengan kemurkaan Allah. <strong>“..faman aghdhabaha aghdhabaniy” <em>yang membuatnya marah akan membuatku marah.</em></strong> Ini adalah satu isyarat daripada hadits Nabi saw, betapa cinta Allah kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra, sehingga Rasul murka dengan orang yang membuat Sayyidatuna Fatimah Azzahra marah.</p>
<p>Putri Rasulillah. Ketika Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw mengirimkan istrinya yaitu Sayyidatuna Fatimah Azzahra, karena tidak tega melihat Sayyidatuna Fatimah tangannya ini luka – luka karena menumbuk padi sendiri, menumbuk gandum sendiri untuk makanan anak – anaknya Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Tangan yang demikian lembut mulai tergores – gores dan berdarah. Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak tega, kalau begitu coba minta pada Rasulullah khadim. <strong>“Banyak koq yang mau berkhadim kepada kita”,</strong> kata Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Sayyidatuna Fatimah datang kepada Rasul saw. Rasulullah berdiri, disini dalil. Diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari oleh Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa Rasul itu berdiri untuk menyambut Sayyidatuna Fatimah Azzahra, teriwayatkan dalam banyak hadits shahih. Ini dalil berdirinya kita untuk orang yang kita cintai. Rasulullah datang, Sayyidatuna Fatimah berdiri.</p>
<p>Zaman sekarang orang bilang kalau berdiri maulid Nabi adalah syirik. Kita berdiri untuk orang yang paling dicintai Allah yaitu Sayyidina Muhammad Saw. Terlihat tidak terlihat, datang tidak datang, aku berdiri untuk menghormati Nabi Muhammad Rasulullah saw.</p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09b.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="128" align="left" />Kita stop dulu cerita Sayyidatuna Fatimah. Kita bicara lagi dalil berdiri saat mahallul qiyam. Dari para Imatunal Akramin berikhtilaf tentang bolehnya berdiri, tetapi Hujjatul Islam Al Imam Nawawi mengatakan bahwa pendapat yang paling shahih dan paling tsigah adalah layaknya berdiri untuk menghormati ulama atau orang yang dicintai. Tapi ulama mengatakan makruh, sebagian mengatakan haram berdiri untuk penguasa yang jahat. Penguasa yang dhalim, jangan berdiri menghormatinya, itu kata Al Imam Nawawi. Sebagian mengatakan makruh, sebagian mengatakan haram. Tapi berdiri untuk para ulama adalah amrun mustahab (hal yang baik/disukai), berdiri untuk tamu adalah amrun mustahab (hal yang baik/disukai). Menghargai tamu, Rasulullah juga berdiri menghargai tamu. Keluar dari semua ikhtilaf ini, kita berdiri bukan untuk apa – apa, tapi saat mahallul qiyam karena gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw, tidak terikat Rasulullahnya ada atau tidak ada. Demikian hadirin – hadirat.</p>
<p>Yang mengawalinya siapa? Imam Taajusubkiy alaihi rahmatullah, seorang muhaddits dan seorang Hujjatul Islam. Hujjatul Islam itu adalah orang hafal lebih dari 300.000 hadits. Murid – muridnya adalah para huffadh dan beliau seorang muhaddits besar, dan dikenal di banyak wilayah. Satu – waktu beliau mengumpulkan murid – muridnya, para Al Hafidz. Murid – muridnya hafal lebih dari 100.000 hadits, murid – muridnya kumpul. Para ulama lain yang sejajar dengan beliau juga hadir. Satu orang baca qasidah (pujian kepada Rasul saw), tiba – tiba Imam Tajusubkiy memegang tongkatnya dan berdiri. Beliau berdiri, berdiri seluruh hadirin, maka mereka merasakan 1 sakinah, 1 ketenangan dan 1 kekhusyu’an yang sangat dahsyat. Airmata mereka mengalir merindukan Nabi Muhammad Saw. Jadi saat sedang baca qasidah, tiba – tiba Imam Tajusuki memegang tongkatnya dan berdiri tanpa sebab, yang lain ikut berdiri, maka disaat itu mereka merasakan 1 keanehan dan 1 ketenangan dan 1 rindu yang sangat dahsyat kepada Nabi Muhammad Saw. Jadi yang pertama kali berbuat mahallul qiyam disaat shalawat adalah Imam Tajusubki. Yang mana beliau itu diakui sebagai muhaddits dan sebagai Hujjatul Islam yang sederajat dengan Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar dan Imam – Imam lainnya.</p>
<p>Kita lanjutkan, Sayyidatuna Fatimah meminta khadim (pembantu) kepada Ayahnya. Ayahnya berkata <strong>“ya Fatimah, kuajarkan kau bacaan dan itu lebih baik daripada pembantu”, </strong>Sayyidatuna Fatimah berkata <strong>“koq bacaan wahai Ayah?”,</strong> Rasul berkata <strong>“sebelum kau tidur baca Subhanallah 33X, Alhamdulillah 33X, Allahu Akbar 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa a’laa kulli syaiin qadir, lalu tidurlah. Kau bangun pasti akan lebih segar tubuhmu” (Shahih Bukhari),</strong> Sekilas kita mengatakan bahwa ini adalah perbuatan yang sedikit kejam. Orang minta pembantu malah diberi dzikir, tetapi hadirin ini mujarab. Kalian pulang dari sini boleh coba, tubuh yang sedang lelah dan lesu, coba sebelum tidur membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, masing – masing 33X dan akhiri dengan Lailahailallah wahdahu laa syarikalah.., lalu tidur dan lihat bangunmu tidak sama dengan bangun yang tanpa dzikir. Ada 1 kenasaban, ada rahasia kekuatan Illahiyah masuk kedalam sel – sel tubuhmu. Demikian Sang Nabi saw mengajari untuk Sayyidatuna Fatimah Azzahra. Wasiat beliau saw kepada putrinya dan Rasul saw tidak memberikan khadim (pembantu). Kejam sekali Rasul yang mempunyai banyak khadim. Sahabat diberi khadim 5, yang ini dikasih khadim 10. Sementara putrinya tidak diberi khadim. Kenapa? karena makanan yang dibuat dengan tangan ibunya sendiri lebih berkah daripada makanan yang dibuat tangan pembantu. Kalau anak makanannya dari tangan ibunya jauh lebih berhak dan lebih berkah daripada anak yang diberi makan dari tangan pembantunya. Dari kasih sayangnya, dari dzikirnya, apalagi Sang Ibu ini Sayyidatuna Fatimah Azzahra radiyallahu anha. Rasul tidak mau makanan Sayyidina Hasan wal Husein dicampuri tangan pembantu. Cukup tangan ibunya Sayyidatuna Fatimah Azzahra karena Rasulullah tahu dari keturunan Sayyidina Hasan wal Husein akan muncul puluhan ribu wali Allah yang akan mengislamkan Barat dan Timur. Ibunda dari semua Habaib yang ada di permukaan bumi. Maka Rasul tidak mau ada tangan pembantu ikut makan daripada makanan Sayyidina Hasan wal Husein radiyallahu anhum. Demikian hadirin – hadirat, indahnya tarbiyah Sang Nabi saw.</p>
<p>Sebisa mungkin ini kaum wanita dari hal ini, kalau anak masih bayi, masih 2, 3, 4 tahun, masih disuapi maka semampunya berikan makanan dari tanganmu. Jangan dari tangan pembantu. Kalau sudah mulai diatas 5 – 6 tahun, sudah tumbuh tulangnya silahkan saja barangkali. Kalau masih kecil, jangan, selalu dari tanganmu sambil dzikir, sambil baca yassin, sambil baca shalawat Allahumma Sholli Ala Muhammad Sholli Wa Sallim Alaihi, terus latih anakmu itu dengan cahaya dan cahaya dzikir. Akan kau lihat bagaimana dahsyatnya nanti.</p>
<p>Dibuktikan oleh para ilmuwan kita, ketika wanita itu hamil baik diperdengakan itu dirahimnya (diperutnya) itu musik – musik klasik, musik yang tenang karena itu membantu daripada proses pertumbuhan otak bayi didalam rahim. Musik atau suara yang tenang itu membuat perkembangan otaknya lebih baik. Pantaslah kalau para salaf kita mengajarkan agar membaca surat maryam bagi yang perempuan dan bagi laki – laki membaca surat yusuf. Tentunya 1000X musik klasik, tidak akan menyamai Kalamullah Swt. Perdengarkan pada rahim ibunya, wanita – wanita yang hamil, suami – suami yang istrinya sedang hamil, ingat! Istrinya agar mengamalkan surat – surat dalam Alqur’anulkarim, tidak mesti surat maryam dan tidak mesti surat yusuf. Saran saya adalah surat Muhammad Saw saja, itu yang paling sempurna kalau anaknya laki &#8211; laki. Kalau perempuan ya kalau sudah kena cahaya kemuliaan dari Rahmatan lil Alamin, berkah dunia dan akhirat. Insya Allah.</p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09c.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="128" align="left" />Hadirin – hadirat, Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw adalah orang yang barangkali jarang disebut didalam riwayat hadits Shahih. Padahal didalam Shahih Bukhari riwayat tentang Sayyidina Ali bin Abi Tholib lebih banyak daripada riwayat tentang Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum. Yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq jauh lebih sedikit dibanding dengan yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Diriwayatkan Rasul saw bersabda <strong><em>wahai Ali apakah kau ini ridho, gembira karena posisimu itu posisinya Nabi Harun disisi Nabi Musa” (Shahih Bukhari)</em></strong> Maksudnya sangat dekat dengan Rasul saw bukan sama – sama Nabi, tapi sangat dekat dengan Rasulullah saw. Hadits seperti ini pernah diucapkan kepada Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq dengan kalimat yang berbeda. Rasul berkata <strong><em>kalau aku ini boleh mengambil seorang kekasih, maka aku akan mengambil Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum sebagai kekasih.(Shahih Bukhari)</em></strong> Tapi karena aku tidak diizinkan punya kekasih kecuali Allah Jalla Wa Alla.</p>
<p>Jadi banyaknya hadits tentang kemuliaan Sayyidina Ali bn Abi Tholib, Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab dan Sayyidina Utsman bin Affan maka dikelompoklah yang disebut dengan Khulafaurrasyidin dalam 1 kelompok dan tidak tahu mana yang paling mulia. Yang 1 lebih cinta pada yang ini, yang lebih lebih cinta pada yang ini, silahkan saja. Tapi keempatnya memiliki kemuliaan yang agung. Dan Sayyidina Ali bin Abi Tholib yang paling tidak menyukai ikhtilaf. Beliau paling benci ikhtilaf. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika terjadi ikhtilaf didalam khalifahnya bersama Muawiyah, berkata Sayyidina Ali bin Abi Tholib “silahkan putuskan saja oleh kalian bagaimana maunya, kalian silahkan musyawarahkan bagaimanapun caranya sungguh aku benci perpecahan, aku akan perjuangkan Islam dalam 1 kelompok atau aku akan mati demi membela persatuan dan wafat seperti sahabatku yang terdahulu yaitu Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dan Sayyidina Utsman radiyallahu anhu ajmain”. Demikian wasiat Sayyidina Ali bin ABi Tholib kw.</p>
<p>Dan tentunya Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum yang muncul di masa sekarang dipertentangkan bahwa Sayyidina Abu Bakar ini berbuat hal yang menyakiti Sayyidatuna Fatimah Azzahra lantas dikaitkan dengan hadits ini <strong>“..man aghdabaha aghdhabaniy”</strong> bahwa Sayyidina Abu Bakar pernah menyakiti hati Sayyidatuna Fatimah Azzahra, putri Rasulullah sedang Rasulullah telah bersabda <strong>“barangsiapa yang membuat Fatimah marah maka akan membuatku marah”.</strong> Sungguh ketika hadits ini diperdengarkan kepada Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq, maka Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq datang kepada Sayyidatuna Fatimah Azzahra meminta ridho dan restu. Demikian didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari. Datanglah Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq kerumah Sayyidina Ali bin Abi Tholib <strong>“aku ini menjalankan apa – apa yang diperintahkan Rasul saw bahwa Ahlul Bait tidak menerima shadaqah. Namun Sayyidatuna Fatimah Azzahra tidak menerima warisan bahwa Ahlul Bait Rasul tidak mewarisi, aku hanya pegang ucapan Rasul, tapi kalau itu sampai menyakiti hati putri Rasul, aku mau minta maaf”.</strong> Maka diizinkanlah masuk berjumpa Sayyidatuna Fatimah. Berkata Imam Ibn Hajar <strong>“tidak keluar Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq dari rumah itu sebelum diridhai dan dimaafkan oleh Sayyidatuna Fatimah Azzahra”.</strong></p>
<p>Imam Ibn Hajar Al Asqalani dan Hujjatul Islam Al Imam Nawawi alaihi rahmatullah mengatakan kalau seandainya tanah waris itu ada untuk ahlulbait Rasul saw, niscaya Saayidina Ali bin Abi Tholib akan mengeluarkannya. Zaman Sayyidina Abu Bakar tidak diberi, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, sudah 3 khalifah. Dan disaat Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak dikeluarkan juga!! Itu tanah fadak. Kalau itu seandainya alhaq, Sayyidina Ali bin Abi Tholib akan mengeluarkannya. Berarti Sayyidina Ali bin Abi Tholib salah, berarti semua Khulafaurrasyidin salah. Ini hadirin, barangkali dari sebagian hadirin tidak memahami pembahasan ini dan pembahasan ini penting. Karena mulai semakin marak orang – orang yang mencaci para sahabat Rasul saw. Mencaci Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman yang mengatakan mereka itu musuh – musuh ahlulbait. Salah besar, kenapa? karena mereka berempat ini adalah keluarga Rasul. Sayyidina Abu Bakar ini adalah mertuanya Rasulullah saw, Sayyidina Umar mertua Rasulullah saw, Sayyidina Utsman menantu Rasulullah saw, Sayyidina Ali menantu Rasulullah saw, mereka ini semua keluarganya Rasulullah saw. Mereka yang mencaci dan mengatakan ada kesalahan pada hal ini berarti mengatakan rumah tangga Rasulullah saw kacau balau. Mustahil!!</p>
<p>Hadirin, ini yang perlu saya perjelas tentunya kita lanjutkan lagi betapa indahnya Sayyidina Hasan bin Ali kw ketika akan wafat Sayyidina Hasan berkata dalam sakaratul maut, lihat jiwa yang ditarbiyah dengan tarbiyah akhlak Nabi Muhammad saw. Sayyidina Hasan bin Ali berkata <strong> “laqad aroftu man sammaniy wa laqad samahtuh” <em>aku tahu siapa yang meracuni aku tapi aku sudah maafkan. </em></strong> Subhanallah!! Sayyidina Hasan bin Ali radiyallahu anhum. Mereka orang yang khusyu’, mereka orang – orang yang banyak bermunajat. Putra Sayyidina Husein bin Ali, dialah Sayyidina Ali Zainal Abidin yang dikenal sebagai Assajjad (orang yang paling banyak bersujud). Gelar yang tidak pernah ada orang lain selain beliau. Kenapa? karena sujudnya sebanyak 1000X setiap malamnya. Beliau itu shalat malamnya 500 rakaat tiap malam, shalatnya 500 rakaat berarti 1000X kali sujud. Sujud kepada Allah. Kita tidak mampu, namun paling tidak kita renungkan saja. Indahnya seperti apa orang yang sujudnya 1000X kepada Allah. Betapa cintanya Allah kepada orang itu, betap ia menikmati asyiknya gerak – gerik sujudnya 1000X setiap malamnya kehadirat Allah, betapa indahnya kelak istananya di yaumal qiyamah. Hadirin – hadirat, Imam Ali Zainal Abidin Assajjad ketika wafat terlihat bekas kuli di kedua pundaknya keras, bagian tubuhnya ini kasar seperti kuli. Kalau kuli itu kan sering mengangkat berat, terlihat kulitnya itu kasar. Itu kejadian orang bertanya – Tanya, kenapa ini? sering membawa berat tidak pernah terlihat? beberapa hari kemudian baru diketahui bahwa banyak orang – orang miskin datang. Darimana? kami biasanya tiap malam ada yang mengirimi makanan, ada yang mengirimi sekarung beras, ada yang mengirimi sekarung gandum, tapi sekarang tidak lagi setelah wafatnya Sayyidina Ali Zainal Abidin Assajjad. Orang tidur, beliau selesai dari ibadahnya, mulai bagi – bagi kepada fuqara tanpa ada yang tahu, diletakkan didepan rumahnya fulan sampai berbekas dikedua pundaknya akrena mengangkat beban yang berat. Indahnya orang – orang seperti ini.</p>
<p>Hadirin – hadirat, beliau bermunajat ketika akhir malam <strong>“abduka bi finaa’ik, miskiinuka bi finaaik, faqiiruka bi finaaik, saailuka bi finaaik”<em> wahai Allah hamba-Mu dihadapan-Mu, wahai Allah orang yang miskin, hamba-Mu yang miskin dihadapan-Mu, hamba-Mu yang fakir dihadapan-Mu, si pengemis dihadapan-Mu</em></strong>. Siapa yang berdoa? yang sujud tiap malam sebanyak 1000X, yang bershadaqah kepada fuqara tanpa diketahui orang lain. Ia berkata <strong>“abduka bi finaa’ik, miskiinuka bi finaaik, faqiiruka bi finaaik, saailuka bi finaaik”.</strong></p>
<p><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09d.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="170" height="128" align="left" />Inilah malam – malam munajat, inilah malam – malam doa, ini malam – malam harapan kepada Allah. Bagaimana keadaan putranya Sayyidina Ali Zainal Abidin yaitu Imam Muhammad Al Bagir bin Ali Zainal Abidin Assajjad yang ketika ia adalah orang ynag paling taat dan sangat taat kepada Allah, wajahnya bercahaya terang – benderang seakan – akan orang melihat kembali cahayanya Rasul saw terbit di wajahnya Al Imam Muhammad Al Bagir. Dan beliau di malam harinya selalu berdoa<strong> “amartaniy falam a’tamir, wa nahaytaniy falam anzajir, haa ana abduka bayna yadayk, mudznibun mukhthi’un, falaa a’tadzir”<em> inilah aku Muhammad Al Bagir, Kau banyak beri aku perintah padaku tapi banyak yang tidak mampu kulakukan, banyak Kau melarang hal – hal yang Kau larang wahai Allah, tapi ada juga yang tidak mampu aku lakukan, masih juga kulakukan larangan-Mu, masih ada perintah-Mu kepadaku yang masih belum kulakukan, masih banyak larangan-Mu yang Kau beri larangan tapi aku masih aku lakukan</em></strong>. Ia berkata <strong>“haa ana abduka mudznibun mukhti’un falaa a’tadzir” inilah aku hamba-Mu penuh dosa, penuh salah dan aku tidak membela diri atas dosa – dosaku.</strong> Maksudnya membela diri apa? maksudnya aku berdosa karena sedang sakit, aku berdosa karena sedang tidak sengaja..tidak..tidak, memang aku pendosa. Demikian juga hadirin dengan jiwa Imam Ja’far Ashshodiq bin Muhammad Al Bagir (putra Imam Muhammad Al Bagir).</p>
<p><strong>“Haa ana abduka mudznibun mukhti’un falaa a’tadzir”.</strong> Inilah Imam Muhammad Al Bagir, hamba penuh dosa, hamba penuh kesalahan, hamba yang ketika diberi perintah masih juga banyakyang tidak dilakukan, yang jika diberi larangan masih juga ada yang dilanggar. Padahal beliau orang yang hampir tidak pernah berbuat hal yang mubah, perbuatannya selalu didalam hal yang sunnah dan didalam hal yang fardhu, tidak pernah berbuat hal yang makruh apalagi yang haram. Demikian jiwa yang sangat rendah diri dihadapan Yang Maha Luhur. Demikian dengan putranya Al Imam Ja’far Ashshodiq bin Muhammad Al Bagir bin Ali Zainal Abidin bin Husein binty Rasulillah saw. Bagaimana dengan Imam Ja’far? Imam Ja’far kalau berdoa memanggil Nama Allah tidakmau berhenti. Ia kalau berkata <strong>“ya Rabb..ya Rabb..ya Rabb”</strong> terus beliau lampiaskan doanya, rindunya, tangisnya, isi perasaannya di setiap memanggil Nama Allah. Beliau berkata <strong>“ya Allah..ya Allah..ya Allah”</strong> terus sampai habisb nafasnya. Kalau sudah habis nafasnya kemudian ganti dengan Asma Allah yang lainnya. Demikian keadaan Imam Ja’far, demikian keadaan Imam Muhammad Al Bagir, demikian keadaan Imam Ali Zainal Abidin, demikian dalam kitab <strong>Al Ghurar</strong> yang ditulis oleh Al Hafidz Al Imam Muhammad bin Alwi Al..</p>
<p>Hadirin, kita akhiri majelis ini dengan doa dan munajat. Rabbiy permukaan bumi telah dipenuhi jiwa – jiwa yang dipenuhi dengan doa dan munajat. Sejuk jiwa mereka siang malam dengan dzikir, sejuk hari – hari mereka dengan Rahmat-Mu maka limpahkan pada kami pula Ya Rahman Ya Rahim. Setetes dua tetes daripada kerinduan kepada-Mu, setetes dua tetes dari indahnya sujud kepada-Mu di malam hari, undang kami untuk berduaan dengan-Mu dalam ruku’ dan sujud di malam hari, Ya Rahman Ya Rahim jangan Kau jadikan kami orang yang masih meninggalkan shalat, barangkali diantara hadiirn masih ada yang belum melakukan shalat 5 waktu, taubatlah malam ini, janjikan kepada Allah bahwa kau tidak mengulanginya lagi untuk meninggalkan shalat 5 waktu. Jika masih ada dosa – dosa yang kau lakukan, berdoalah kepada Allah, minta..minta..minta..agar Allah beri kekuatan agar kau terhindar dari semua dosa. Yang dengan itu akan datang segala anugerah. Sungguh Nabi saw telah bersabda <strong> “banyaknya manusia terhalang dari rizki karena dosa –dosanya,kalau saja ia bertaubat dalam sekejap limpahan Rahmat Allahi tu tumpah kepadanya.</strong> Pernah terjadi seorang yang selalu berdoa untuk terangkatnya musibah, tidak terangkat – angkat musibahnya sampai 15 tahun ia berdoa tidak pernah dikabulkan 1 doanya itu, lantas ia diajari oleh salah seorang guru berkata <strong>“coba kau taubat, habis taubat kau berdoa”. “Aku taubat ya Rabb, tapi aku tahu mungkin besok aku akan berbuat dosa lagi. Dan saat ini aku taubat, hari esok aku serahkan kepada-Mu, mungkin aku berbuat lagi mungkin tidak, beri aku kekuatan supaya tidak lagi berbuat dosa”.</strong> Dengan doanya ini dalam sekejap Allah kabulkan doanya yang 15 tahun tidak pernah dikabulkan oleh Allah. Dengan kemuliaan taubat<strong>“innahu kaana tawwabaa” <em>sungguh Allah itu mencintai orang yang bertaubat. QS. An Nashr : 3.</em></strong> Masihkah kau tolak lamaran cinta Allah, masihkan kau tolak cinta Allah yang abadi yang akan membuatmu mulia di dunia dan akhirat. Hadirin – hadirat, terimalah istana – istana mewah dan abadi di surga, terimalah kebahagiaan dan ketenangan di dunia. Telah diajarkan oleh Allah <strong>“aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar” <em>kebahaagiaan dunia, kebahagiaan akhirat, jauh dari neraka. Siapa yang bisa memberinya? Allah..Allah..Allah..Serulah Nama Allah..</em></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)</span> Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</strong></p>
<p><strong>fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar..Ya Allah Ya Allah Ya Allah bebas dari segala hutang, bebas dari segala musibah, bebas dari segala kesedihan. Ya Allah Ya Allah Ya Allah.. Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama)</span> Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</strong></p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, kalau seandainya ada ajakan demo, telah tegas perintah dari Guru Mulia kita untuk tidak terjun dan demonstrasi. Kita cukup berjuang dengan doa dan dengan usaha dan kita sudah berusaha untuk mengajukan pada calon – calon presiden yang akan naik untuk membubarkan Ahmadiyah dan sudah diterima. Jadi kita tidak berjuang dengan cara kekerasan dan demo. Kita berjuang dengan cara yang baik, menyarankan dan mengajukan para calon wapres dan capres yang akan naik untuk lebih Islami. Bukan Ahmadiyah saja, tapi menutup aurat dan jangan ada foto – foto porno di jalanan. Itu yang sedang kita perjuangkan, doakan ini semua sukses. Dan kita sudah sampaikan kepada mereka bahwa Majelis Rasulullah Saw akan mendukung pemimpin yang mendukung Jakarta sebagai kota Sayyidina Muhammad Saw. Diatur nanti masing – masing Gubernur di wilayahnya membuka cabang – cabang majelis maulid Nabi, membuka cabang – cabang majelis shalawat. Karena ini shalawat dan dzikir membawa kedamaian bangsa, bukan untuk satu agama tapi untuk seluruh agama. Damai kalau sudah Islamnya damai. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Dan pengumuman yang selanjutnya, sering barangkali saya mohon maaf hadirin berkali – kali saya absen dari hadir dalam undangan – undangan. Ini menyangkut penyakit (cobaan dari Allah Swt). Ini hanya untuk mengangkat derajat saya tapi kesembuhannya adalah semangat kalian. Semakin kalian bersemangat, saya semakin sembuh. Demikian Insya Allah. Pengobatan saya sudah dilanjutkan ke Singapura karena disini dokternya sudah minta satu syarat <strong>“Habib kalau mau ditangani oleh saya, harus istirahat 1 bulan penuh”.</strong> Saya katakan <strong>“tidak, kalau saya harus libur 1 bulan penuh”.</strong> Saya berangkat ke Singapura, disana diberi pengobatan yang cukup memberatkan kita pendanaannya, akan tetapi tidak harus sampai 1 bulan. Bisa bolak – balik, tapi ada beberapa majelis yang terkorbankan, untuk majelis yang tidak saya hadiri, saya mohon maaf dan mohon ridho, mohon restu dan mohon sampaikan pada panitia demi Allah saya benar – benar mohon maaf. Dan untuk majelis –majelis di waktu mendatang, seandainya ada yang tidak saya hadiri, saya akan hadir dengan kursi roda kalau mampu, tapi kalau lebih dari itu tolong jangan paksakan saya. Itu yang saya mohon dari hadirin – hadirat.</p>
<p>Saya dan para habaib yang lain sama saja, kalau seandainya habaib lain diundang, kiai lain diundang tidak hadir, koq kecewanya tenang – tenang saja. Tapi kalau saya tidak, bahkan sampai mau demo segala kalau saya tidak hadir karena amarahnya kalau saya tidak hadir. Tapi insya Allah saya kan berusaha penuh, tidak mengecewakan setiap undangan kalian. Insya Allah dan yang hadir dengan doa – doa kalian. Jamaah duren sawit besok malam maaf sudah ditunda 2X, malam Rabu yang lalu ditunda, malam Rabu ditunda lagi, besok malam saya akan hadir, saya janji, tidak perlu risau lagi, saya akan hadir. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah melimpahkan Rahmat bagi kita dan kita akhiri majelis ini dengan doa bersama meminta kepada Allah pemimpin yang baik, pemimpin yang membawa kedamaian. Dan ingatlah kalian Majelis Rasulullah Saw memperjuangkan kedamaian dari mulai rakyat terbawah sampai rakyat tertinggi. Demikian hadirin – hadirat. Tafadhol Masykura..</p>
<p>Dua pengumuman lagi, yang pertama kegembiraan kita, kepastian kunjungan Guru Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz pada tanggal 13 April 2009. Beliau akan tiba di Jakarta untuk multaqa (pertemuan) ulama selama hampir 2 minggu. Dan beliau datang ke Jakarta 1 hari saja langsung ke wilayah ada 6 propinsi. Jadi tidak ada acara di Jakarta kecuali acara penutupan tanggal 26 April 2009,beliau akan majelis bersama kita di Masjid Istiqlal. Insya Allah kunjungan beliau tidak ada halangan. Kita kembali dalam Tabligh Akbar bersama Guru Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz. Amin Allahumma Amin semoga Allah singkirkan segala hambatan dan Allah berikan kemudahan. Semoga Allah Swt jadikan acara ini sukses dengan doa bagi bangsa kita mengawali kemakmuran bagi bangsa kita. Amin Allahumma Amin semoga Guru Mulia kita juga diberi kesehatan wal afiah dan diberi kemuliaan untuk bisa selalu hadir. Ini menunjukkan isyarat bahwa Indonesia sudah berada di gerbang kemakmuran, gerbang daripada pembenahan bagi muslimin – muslimat terbesar di muka bumi. Beliau sampai tahun ini datang 3X ke Indonesia. Bulan kemarin bulan Februari,bulan ini dan bulan Desember untuk membenahi bumi Indonesia ini. Semoga semakin terbenahi dengan kedamaian..</p>
<p>Yang kedua, saya mohon maaf hadirin. Malam ini keluar saya dari majelis ini kalau bisa jangan ada yang bersalaman bukan karena saya tidak suka di salami. Sungguh hati saya hancur kalau ada tangan yang terulur pada saya tidak sempat saya sentuh, hati saya terenyuh dan tercabik. Saya tidak mau mengecewakan satu tangan pun yang terulur kepada saya, tapi kondisi saya di malam in tampaknya drop sekali dan saya harus buru – buru tiba sampai dirumah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya sangat mencintai kalian. Seandainya kalian berkata <strong> “Habib saya tidak mau hadir kecuali saya menginjak kepada Habib dulu”</strong> maka saya berikan kepala saya ini untuk kalian injak demi kalian mau hadir ke majelis malam ini. Tapi malam hari ini saya mohon diberikan keringanan hadirin kepada saya, kita bersatu di dunia dan akhirat dan berkumpul bersama Nabiyyuna Muhammad Saw. Karena tangan saya penuh tusukan jarum jadi agak sedikit terganggu seandainya disalami oleh hadirin. .</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam..</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=227&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/10/belahan-jiwa-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar30maret09d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/05/yang-paling-dicintai-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/05/yang-paling-dicintai-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 22:25:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Penggugah Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا (صحيح البخاري Sabda Rasulullah saw : “Sungguh yg paling kucintai diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah kita lanjutkan acara kita, nanti syarah haditsnya akan dilanjutkan oleh beliau karena beliau ini hafal Shahih Bukhari dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=222&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size:20px;text-align:right;"><strong> قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا			         (صحيح البخاري<br />
</strong></p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Sungguh yg paling kucintai diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya”     	     (Shahih Bukhari)<span id="more-222"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Alhamdulillah kita lanjutkan acara kita, nanti syarah haditsnya akan dilanjutkan oleh beliau karena beliau ini hafal Shahih Bukhari dan syarahnya dan lebih dari 30.000 hadits. Demikian hadirin,</p>
<p>Kita mintakan kepada guru kita fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa Al Kadhim bin Ja’far Assegaf untuk menyampaikan tausiyah beberapa menit lantas diterjemahkan oleh guru kita fadhilatul ustadz ad da’i ilallah Syekh Ridwan Al Amri lantas dilanjutkan beberapa menit. Demikian, tafadhol masykura..</p>
<p>Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengumpulkan kita di tempat ini, shalawat dan salam kita haturkan kepada hadiratul Rasulullah Saw. Al Habib Musa bin Ja’far Assegaf, tamu kita dari kota Tarim, Hadramaut. Beliau membuka pembicaraannya dengan mengucapkan hamdalah dan bershalawat kepada Rasulullah Saw. Kemudian beliau mengatakn baru saja kita sama – sama mendengarkan sabda daripada Rasulullah Saw yang mana hadits itu keluar dari lisannya Nabi Muhammad Saw yang sudah pasti akan membawa keberkahan bagi kita yang mendengarkan hadits daripada Rasulullah Saw.</p>
<p>Kita tadi sama – sama mendengarkan sabda Rasulullah Saw bahwasanya “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya, yang paling aku cintai, kata Rasulullah Saw. Walaupun banyak, seperti membaca Alqur’an itu orang – orang yang dicintai Allah Swt. Orang yang banyak berdzikir orang yang dicintai oleh Allah Swt. Akan tetapi hadits ini memperkuat bahwasanya orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw dari kalian semua adalah yang akhlaknya paling bagus.</p>
<p>Alhamdulillah, berkat taufiq dari Allah Swt, Allah memberikan kita kemudahan untuk bisa kita berbuat amal – amal yang taat sehingga kita menjadi orang – orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw maka ketahuilah apabila kita ingin dijadikan orang – orang yang paling dicintai oleh Allah Swt, ini ada jalur yang paling cepat yaitu bagaimana memperbagus akhlak budi pekerti kita sebagaimana Rasulllah Saw.</p>
<p>Kita semua mampu untuk mengajak orang, bagaimana mereka bisa mencontoh akhlak Rasulullah Saw yang baik. Sebagaimana Allah Swt menciptakan yaitu manusia dengan bentuk dan rupa yang paling baik. “Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. QS. At-Tiin : 4.,, Maka manusia diciptakan oleh Allah Swt melebihi daripada makhluk Allah yang lainnya.maka dari itu kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw, apabila seorang mukmin ia berkaca di depan kaca, ia melihat bentuk dan rupa yang diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya, akan tetapi bentuk rupa yang dhahir terlihat maka jangan lupa juga kata Rasulullah Saw yaitu akhlak atau budi pekerti yang baik. Sehingga Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita satu dia apabila kita berkaca ,“Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” (doa ketika bercermin) Ya Allah sebagaimana Engkau sempurnakan bentuk dan rupaku, Engkau perindah bentuk dan rupaku, Engkau perbaiki juga bagaimana bathinku yaitu dengan akhlak yang mulia. Ketahuilah! Bentuk dan rupa yang dhahir yang apabila rupa kita kurang baik, niscaya akhirnya kita meninggal dunia, apabila dikubur selesai itu bentuk dan rupa yang tidak baik. Akan tetapi bentuk rupa yang bathin, yang tidak terlihat terkecuali dilihat oleh orang – orang tertentu yang diijinkan oleh Allah Swt yaitu akhlak yang mulia dan itulah akan terus terbawa kepada orang ini sampai nanti hari kiamat berjumpa dengan Allah Swt. Sebagaimana kita merawat diri kita, merawat bentuk rupa kita pun, kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw untuk memperbaiki akhlak kita, budi pekerti kita sehingga Allah Swt melihat bukan hanya dhahir kita akan tetapi bathin kita juga.</p>
<p>Jadi tadi, Alhabib Musa mengatakan seseorang apabila ingin berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, disamping ia berusaha jangan pula lupa ia memohon dan berdoa kepada Allah Swt. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pun berdoa di dalam doa – doanya. Beliau saw berdoa kepada Allah Swt agar Allah memberikan petunjuk kepada beliau saw, agar beliau saw diberikan kesabaran oleh Allah Swt. Telah berapa banyak cobaan dan penderitaan yang dialami oleh Rasulullah Saw. Nabi Saw mendapatkan cobaan, yaitu mendapatkan gangguan maka Nabi saw sabar untuk menghadapi gangguan daripada orang – orang kafir quraisy. Akan tetapi segala gangguan yang dialami oleh Rasulullah Saw dan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad Saw, itu semua dihadapi oleh Nabi Muhammad Saw yaitu orang – orang kuffar bermuamalah dihadapan Rasul saw dengan muamalah yang tidak baik. Tingkah laku mereka yang buruk kepada Nabi saw, akan tetapi dengan akhlaknya Rasulullah Saw, beliau tidak membalas dengan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi Rasulullah Saw membalas segala perbuatan mereka yang jelek dengan perbuatan yang baik. Itulah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.</p>
<p>Sehingga Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw di dalam Alqur’anulkarim. Yang dipuji bukan dari kesabarannya, yang dipuji bukan dari ibadahnya, padahal Nabi Muhammad Saw banyak beribadah kepada Allah Swt. Sehingga diriwayatkan dari banyaknya ibadah Nabi Muhammad Saw, dari qiyamullailnya Nabi saw sampai bengkak kedua telapak kaki beliau. Akan tetapi semua perbuatan Nabi Muhammad Saw, ibadah – ibadah, amal – amal Nabi Muhammad Saw yang dipuji oleh Allah Swt didalam Alqur’an “wa innaka la a’la khuluqin adzim” sesungguhnya engkau Ya Rasulullah didalam budi pekerti yang sangat agung. QS. Al Qalam : 4. Sesungguhnya Rasul saw sungguh benar – benar berada didalam budi pekerti yang sangat tinggi dan agung disisi Allah Swt. Kalau kita manusia yang biasa, mungkin kita bisa berakhlak tapi akhlaknya al hasanah. Perbuatan akhlak yang bagus, tidak dikatakan akhlak kita agung. Tidak ada yang berbuat akhlak yang bagus dikatakan akhlaknya agung. Akan tetapi akhlak yang agung ini hanyalah diberikan oleh Allah Swt kepada Baginda Rasulullah Saw. Sehingga akhlaknya Nabi saw yang begitu agung menutupi segala hal yang lainnya.</p>
<p>Tidak dipuji, “wa innaka la a’la ilm adzim” sesungguhnya engkau didalam ilmu yang begitu agung. Sesungguhnya engkau dalam sabar yang agung. Akan tetapi Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw “wa innaka la a’la khuluqin adzim”. Maka keluarlah pujian yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw bagaimana akhlaknya Nabi Muhammad Saw sehingga mereka yang tadinya musuh – musuh Nabi saw. Orang – orang kafir masuk ke dalam agama Islam, mereka taat kepada Nabi Muhammad Saw, karena apa? Bukan hanya dari kesabaran Nabi saw tapi melihat bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.</p>
<p>Dikatakan bahwa (saya belum bawa ucapan beliau tadi) ,Rasul saw mengatakan “wakhaaliqunnaasi bikhuluqin hasan” pergauli manusia, engkau bergaul (bermuamalah) sesama manusia (dengan baik) bukan dengan perbuatan yang lain. Akan tetapi dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw maka diperintahkan bergaulah kepada orang lain dengan akhlak yang baik. Maka disini akhlak yang mulia bisa melebihi daripada amalan – amalan yang lain bahkan melebihi derajat orang – orang yang shalih, orang – orang yang banyak shalatnya dengan akhlak yang mulia. Maka banyak hadits, kalau seseorang mungkin banyak puasanya, shalat sunnahnya banyak, akan tetapi dia tidak mempunyai akhlak yang baik maka ini derajatnya rendah di mata Allah Swt dibanding orang yang tidak banyak berpuasa, tidak banyak shalat sunnah, akan tetapi akhlaknya mulia, budi pekertinya agung maka orang ini derajatnya lebih tinggi disisi Allah Swt. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah Saw “ada sebagian manusia, yaitu seseorang laki – laki maupun perempuan ia dengan akhlaknya yang baik bisa melebihi derajatnya orang – orang yang berpuasa dan derajatnya orang – orang yang bangun di malam hari”.</p>
<p>Diperhatikan ikhwani bahwasanya Rasulullah Saw yang mulia itu, yang sangat agung bukan hanya diketahui oleh para sahabat Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya orang – orang mukminin yang mengetahui akhlak dan budi pekerti beliau saw yang sangat agung itu, akan tetapi mereka para orang – orang kafir, mereka orang – orang munafik, musuh Rasulullah Saw, mereka mengetahui budi pekerti dan akhlak daripada Rasulullah Saw yang mulia dan sangat agung. Bahkan diriwayatkan daripada akhlak beliau yang sangat agung, sampai anak – anak kecil mengetahui bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw yang sangat mulia.</p>
<p>Sehingga Rasul Saw mempunyai kebiasaan, kalau beliau pulang dari peperangan, beliau kumpul bersama semuanya, anak – anak kecil yang masih berumur kecil, mereka berbaris dihadapan Nabi Muhammad Saw. Terkadang di barisan depan itu adalah Sayyidina Ja’far bin Abu Tholib, Sayyidina Hasan wa Husein dan beberapa sahabat sampai shaf yang kedua dan ketiga dan Rasul saw duduk di hadapan mereka sambil melihat mereka semua, Rasulullah Saw mengatakan sayembara kepada mereka “hai anak – anak sesungguhnya aku menyembunyikan sesuatu di ketiakku ini atau di pakaianku. Barangsiapa yang cepat mengambil apa yang aku sembunyikan maka dia akan mendapatkan hadiah dariku, silahkan mengambil sesuatu yang aku sembunyikan di pakaianku”. Maka semua anak – anak yang berbaris di depan Rasulullah Saw, satu – persatu dari mereka berlomba – lomba mendatangi menghampiri Rasulullah Saw, ada yang datang dari belakang, ada yang datang dari dadanya Rasulullah saw, ada yang datang dari kepalanya Rasul saw, mereka berebutan mengambil sesustu yang disembunyikan oleh Rasulullah Saw dan beliau diserbu oleh anak – anak kecil, beliau saw tertawa dengan gembira melihat tingkah laku anak – anak yang memperlakukan Rasulullah Saw. Inilah akhlak, inilah budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw sehingga beliau saw dicintai oleh ummatnya.</p>
<p>Beliau (Alhabib Musa) menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah Saw yang perlu kita contoh. Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang duduk dengan para istri – istrinya, Sayyidah Hafsah, Sayyidah Zainab, Sayyidatuna Aisyah dan yang lainnya duduk bersama Rasulullah Saw. Dan mereka para istri Nabi saw kumpul bersama Rasul saw mereka tertawa dan dari mereka ada yang mengangkat suaranya di hadapan Sang Nabi saw. Satu sama lainnya saling bercanda di hadapan Nabi Muhammad Saw dan beliau saw meladeni dan melayani bagaimana istri – istrinya. Tidak lama kemudian, sedang asyik – asyiknya mereka para istri – istri Nabi Muhammad Saw bersama Sang Nabi sedang bercanda, tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu. Tatkala didengar suara ketukan pintu, “Assalamu’alaikum” dilihat Sayyidina Umar bin Khattab maka semua para istri Nabi saw yang tadi sedang asyik duduk bersama Nabi Muhammad Saw, sedang bersenda gurau bersama Sang Nabi saw, mereka semua mengenakan hijab (cadar) nya. Yang tadinya membuka kerudungnya, mereka semua kembali memakainya dan menutup cadarnya sampai mereka semua masuk ke dalam kamar, bersembunyi tidak mau lagi duduk dengan Rasulullah Saw karena datang Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar bin Khattab setelah masuk, Rasulullah Saw tertawa melihat Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar melihat Rasulullah Saw yang tertawa gembira sampai geli hatinya Rasulullah Saw, semoga Allah mendengarkan engkau ya Rasulullah. Demi Allah Swt membuat engkau gembira ya Rasulullah saw, sebagaimana engkau dibuat gembira oleh Allah Swt. “apa yang membuat engkau tertawa ya Rasulullah?” maka Rasulullah Saw mengatakan “tadi sebelum engkau datang, semua istri – istriku sedang berkumpul, sedang bercanda gurau denganku, kemudian tatkala engkau datang, mereka masuk ke dalam menutup cadarnya dan bersembunyi”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab berteriak dari depan “hai para istri – istri Nabi saw, kalian lebih takut kepadaku daripada Rasulullah Saw? Rasulullah lebih berhak, lebih pantas untuk ditakuti daripada aku?” Maka menyahut salah satu istri daripada Nabi Muhammad Saw “ya Umar benar, kami lebih takut padamu, kami tidak takut daripada Rasulullah Saw karena kami mengenal engkau adalah orang yang keras maka kami takut. Nanti kalau kami tertawa, engkau akan memarahi kami. Akan tetapi kalau kami tertawa, kami bercanda dihadapan suami kami yaitu Rasulullah Saw, beliau saw tidak pernah memarahi kami”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab melihat keadaan ini, beliau terdiam. Dan Rasul saw tertawa (Shahih Bukhari).</p>
<p>Diriwayatkan bahwasanya daripada akhlaknya Rasulullah Saw pernah satu kali Rasulullah Saw didatangi daripada anak dari seorang munafikin yaitu Abdullah bin Ubay. Ia terkenal di Madinah, ia meninggal dunia. Tatkala ia mati, anak – anaknya daaing mendatangi Rasulullah saw “ya Rasulullah aku minta kain kafan untuk mengkafani ayahku yang sudahmeninggal dunia” maka Rasulullah Saw mengatakan “baik” padahal Rasul saw tahu ini orang munafik, maka diberikan kain oleh Rasul saw untuk mengkafani ayahnya yang meninggal itu. Maka Rasul saw daripada akhlaknya Rasulullah saw “coba engkau memberitahu sebelumnya maka aku akan datang dan menyolati ayahmu itu” maka anak itu berkata “ya Rasulullah boleh disholati” maka Rasulullah datang dalam pekuburannya. Sudah seelsai dikafankan dan dikuburkan, Rasulullah saw menyolatkannya. Tatkala Rasul saw menyolatkan diatas kuburnya itu, Sayyidina Umar bin Khattab sedih mengetahui hal ini, Sayyidina Umar mengingatkan kepada Rasulullah saw “ya Rasulullah engkau tahu ia ini munafik, tidak akan diridhoi seorang munafikin, kenapa engkau sholatkan?” berkata Rasulullah Saw “ya Umar belum ada larangan dari Allah Swt untuk aku menyolatkan kepadanya walaupun ia orang munafik”. Maka disholatkan oleh Rasul saw seblum turun ayat “wala tusholli a’la…wala ” jangan sekali – kali kalian menyolatkan salah satu dari orang munafik. Rasulullah saw melarang menyolatkan jenazah daripada orang munafik dan tidak boleh berdiri di kuburannya atau pekuburan mereka. Maka dikatakan oleh ahli tafsir setelah turunnya ayat ini “beruntung kepada munafikin Abdullah bin Ubay bahwasanya ia mendapatkan ampunan dari Allah Swt berkat shalatnya Rasulullah Saw untuknya”. Lihat akhlaknya Rasulullah Saw, beliau saw tahu ini orang munafik tapi beliau saw mendatanginya bukan hanya memberikan kain kafan tapi menyolatkannya.</p>
<p>Maka kita berusaha agar bagaimana akhlak kita menjadi akhlak yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Kita selalu memohon dan meminta kepada Allah Swt disamping kita berusaha, kita juga berdoa sebagaimana Baginda Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita bagaimana beliau saw berdoa dan meminta kepada Allah Swt untuk diberikan petunjuk dan menjadi amalan – amalan yang paling baik. Diantaranya yaitu akhlak yang mulia. Maka Rasulullah saw mengajarkan kita, apabila seseorang ingin bercermin ucapkanlah “Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” maka sebagaimana Engkau memperbaiki bentuk dan rupaku Ya Allah, maka perbaikilah juga akhlakku. Yang dhahir minta diperbaiki oleh Allah dan yang bathin juga minta diperbaiki oleh Allah. Kita adalah manusia tidak sama dengan hewan, kita tidak sama dengan tumbuh – tumbuhan. Tumbuh – tumbuhan kalau mati kembalinya kepada tanah, kalau binatang mati kembalinya menjadi tanah, itu pepohonan kalau mati akan kembali menjadi tanah. Akan tetapi engkau wahai manusia apabila engkau meninggal dunia engkau bukan kembali kepada tanah, walaupun jasadmu dilianglahatkan ke dalam tanah akan tetapi ruhmu akan kembali kepada Allah Swt. Ruhmu naik keatas menghadap Allah Swt, akan menghadap Allah Swt apabila sebagaimana kita yaitu ruh kita, santapan rohani kita. Akhlak mulia yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw itu akan mengangkat derajat kita.</p>
<p>Dikatakan bahwasanya dengan akhlak yang mulia, seseorang bisa mengalahkan daripada amalan – amalan orang yang berpuasa, amalan – amalan orang yang shalat qiyamullail. Mungkin engkau bisa shalat, membutuhkan waktu 4 jam. Mungkin hal seperti ini membutuhkan waktu 4 jam atau berpuasa sekian bulan engkau berpuasa sunnah. Akan tetapi dengan perbuatan akhlak yang mulia, budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw bisa mempercepat naiknya derajatmu disisi Allah Swt. Maka dari itu marilah kita berusaha sebagaimana dhahiran kita diperbaiki oleh Allah Swt dalam bentuk rupa yang baik danjangan lupa juga kita memperbaiki yaitu bentuk bathin kita, akhlak kita yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw, bagaimana kita bisa berakhlak yang mulia sebagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.</p>
<p>Dikatakan mudah – mudahan Majelis Rasulullah Saw ini dilimpahi keberkahan. Majelis seperti ini dicintai Nabi saw, majelis seperti ini menggembirakan hati Nabi saw yang banyak hadir di majelis ini kaum pemuda – pemudi, anak – anak, anak – anak muda ini yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad Saw. Karena di dalam setiap peperangan banyak didapati daripada kaum pemuda. Pernah satu kali Sayyidina Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah Saw tatkala beliau sedang didalam barisan beliau menengok ke sevelah kanan didapati semua banyak anak – anak muda, beliau menengok ke sebelah kiri rata – rata yang ada anak – anak muda. Maka tiba – tiba sedang asyiknya sudah siap menghadapi musuh, tiba – tiba ada dikutan dari samping kanannya Sayyidina Abdurrahman bin Auf, ada yang nyolek Sayyidina Abdurrahman bin Auf maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf menoleh ke sebelah kanannya. Ini ada anak kecil belum begitu besar, umurnya belasan tahun, “apa yang kau mau, apa yang kau inginkan wahai anak muda?” anak itu berkata “wahai Abdurrahman tunjukkan padaku mana yang namanya Abu Jahal?” ini anak muda ikut perang mau mencari mana yang namanya Abu Jahal. “untuk apa kau mencari Abu Jahal”, kata Sayyidina Abdurrahman bin Auf. Anak itu menjawab “telah sampai kepadaku kabar bahwasanya Abu Jahal itu yang selalu menyakiti Rasulullah Saw. Waktu di kota Makkah, belum hijrah ke Madinah sampai kabar kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini orang yang selalu menyakiti Rasulullah saw, orang yang selalu mengganggu Rasulullah saw, maka tolong kau beritahu padaku ya Abdurrahman mana itu Abu Jahal, aku ingin membunuhnya?”.</p>
<p>Belum selesai anak ini berbicara ada colekan lagi dari sebelah kiri “ada apa ini?” Sayyidina Abdurrahman menoleh anak muda juga, pertanyaannya sama dengan yang sebelah kanan. Sayyidina Abdurrahman bin Auf berkata “untuk apa kau mencari – cari Abu Jahal”, berkata sang anak “telah sampai kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini adalah musuh Allah yang banyak menggoda dan mengganggu Rasulullah Saw di Makkah”. Maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat semangat dari si anak muda ini, tidak lama kemudian Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat itu yang namanya Abu Jahal dikelilingi oleh para musuh – musuh yang lain. Panah disebelah kirinya dan disebelah kanannya Abu Jahal, maka tatkala Sayyidina Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada yang di sebelah kanannya “hai anak muda itulah yang namanya Abu Jahal”. Belum sempat memberi saran, memberi petunjuk “hai hati – hati Abu Jahal orang jahat”, belum sempat mengatakan itu langsung anak muda itu tanpa tawar – menawar langsung terjun dihadapinya itu Abu Jahal, ia lemparkan tombaknya ke dada Abu Jahal. Si anak sebelah kiri bertanya “mana itu Abu Jahal?” Sayyidina Abdurrahman berkata “itu”. Langsung si anak terjun menghadapi Abu Jahal, ia senang ingin membunuh Abu Jahal karena kebenciannya kepada Abu Jahal karena Abu Jahal sering menyakiti Rasulullah Saw. Lihat kaum pemuda dimasa Nabi Muhammad Saw, mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi Nabi Muhammad Saw. Mereka para pemuda – pemuda yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw.</p>
<p>Jazakallahu khair jaza Guru kita yang kita muliakan fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa bin Ja’far Assegaf mataanAllahu bihi, semoga Allah memanjangkan usia beliau, semoga Allah melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan kepada beliau di dunia dan akhirat, dan memberikan usrah di dalam dakwah beliau di seluruh permukaan bumi. Karena beliau ini baru kembali dari Inggris beberapa waktu yang lalu dan mendatangi negeri – negeri Eropa. Sudah semakin luas dakwah Nabi kita Muhammad Saw yang hampir saja mulai padam dan kini mulai saatnya bangkit. Dan malam ini kita berjumpa dengan beliau, semoga Allah memberi keluasan di dalam bimbingan dan dakwah beliau. Amin Allahumma Amin.</p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan puji kehadirat Allah Jalla Wa Alla, yang telah mengumpulkan kita dalam kehadirat agung ini, didalam rahasia pengampunan Illahi. Telah kita dengar sabda Nabi kita Muhammad Saw “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Jawablah lamaran Sang Nabi saw untuk dicintai oelh beliau saw. Kecintaan beliau dunia dan akhirat. Keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, kemewahan yang abadi mendekat dengan beliau saw di yaumal qiyamah. Hadirin ketika nafas telah mencapai tenggorokkan kita dan saat nafas itu berakhir, semoga nafas itu berakhir dalam cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw. Bagaimana riwayat Shahih Bukhari Rasul saw memuji kaum anshar “man ahabbahum ahabbullah waman abghadhahum abghadhahullah.” barangsiapa yang mencintai kaum anshar maka mereka dicintai Allah, barangsiapa yang membenci kaum anshar maka mereka dibenci Allah. Ini kaum anshar, lebih – lebih lagi Sayyidina Muhammad Saw. Barangsiapa yang mencintai beliau akan dicintai Allah. Rabbiy halalkan sanubari kami untuk selalu mencintai Nabi kami Muhammad Saw dan bukakan bagi kami gerbang keluasan cinta-Mu kepada kami karena kami mencintai Nabi Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram</p>
<p>Kita bermunajat kepada Allah memohon pengampunan atas dosa – dosa kita dan dosa saudari – saudari kita muslimin – muslimat yang terjebak dalam dosa dan kesalahan sebab perbuatan mereka mulai dari muncul lagi musibah di permukaan bumi Indonesia ini maka Rabbiy kami meminta pengampunan untuk kami dan muslimin – muslimat yang penuh dosa, mereka yang terjebak dalam kemaksiatan hujani dengan hidayah. Mereka yang terjebak dalam perzinahan hujani mereka dengan taubat, mereka yang terjebak didalam perjudian dan segala kemunkaran dan segala kerusakan akidah hujani mereka dengan hidayah dan rahmat. Kami bermunajat untuk kami dan ayahbunda kami dan negeri kami dan seluruh wilayah muslimin khususnya negeri muslimin terbesar di muka bumi ini. Rabbiy Rabbiy jangan Kau jadikan pemimpin yang muncul diantara kami pemimpin yang biadab, pemimpin yang tidak membela akidah Islam, pemimpin yang tidak membela kedamaian, kami minta pemimpin yang baik, yang membawa kedamaian, kemakmuran, menegakkan keadilan, menindas kedhaliman, mengamankan mereka – mereka yang lemah. Ya Rahman Ya Rahim mereka yang terjebak didalam kesalahan dari pemimpin – pemimpin kami, beri mereka hidayah, kenalkan mereka kepada sujud.</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Kami berdoa cukupkan musibah Ya Rabb, kami mengakui dosa kami dan dosa muslimin – muslimat, kami risau melihat hujan yang semakin hari semakin deras, dan ingin terus membenahi dosa – dosa kami yang makin deras. Rabbiy maka cukupkanlah hujan – hujan yang membawa musibah, turunkanlah hujan hidayah, turunkanlah hujan taubat, Ya Rahman Ya Rahim wahai Allah tahanlah musibah sebelum turun dari langit, Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzathtahuli wal in’am Hadirin – hadirat dan kita lanjutkan dengan doa bersama meminta keselamatanbagi muslimin – muslimat. Dan juga ingin saya sampaikan kepada hadirin bahwa saya banyak diminta untuk menyampaikan tausiyah di acara – acara partai politik dan saya akan datangi undangan mereka karena saya tidak berani menolak ketika orang banyak mengadakan banyak hal yang padanya dosa lalu saya diminta memberi peringatan dan saya tidak mampu menolaknya, saya harus datang dan menyampaikan tausiyah. Maka jangan kaget jika saya muncul di banyak acara partai – partai politik. Sungguh ini untuk dakwah Sayyidina Muhammad Saw. Kita harus mendakwahi semua kelompok masyarakat dari yang terbawah sampai yang teratas harus disampaikan kemuliaan Allah dan Rasul saw. Biarkan semua bendera – bendera naik di dunia ini dan tidak ada bendera yang abadi kecuali bendera Sayyidina Muhammad Saw. Kita berdoa bersama dengan keberkahan Habib Musa bin Ja’far dan juga para tamu dan para habaib kita dari Malang dan Surabaya dan para da’i besar kita, semoga malam ini menjadi malam yang banyak turunnya rahmatnya Allah kepada kita. Amin Allahumma Amin..</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
(<a target="_blank" href="http://majelisrasulullah.org">Majelis Rasulullah</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=222&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/04/05/yang-paling-dicintai-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munculnya Dajjal Pendusta Yang Mengaku Utusan Allah SWT</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/30/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku-utusan-allah-swt-2/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/30/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku-utusan-allah-swt-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 06:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/30/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku-utusan-allah-swt-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah saw : “Tiada akan datang hari kiamat hingga dimunculkan dajjjal dajjal pendusta, sekitar tiga puluh jumlahnya, kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, dan hingga tercabutnya ilmu, dan kerap kalinya gempa bumi, dan semakin dekatnya waktu, dan munculnuya fitnah fitnah, dan banyaknya pembunuhan, dan kemudian berlimpahnya harta pada kalian” (Shahih Bukhari) Baca entri selengkapnya »<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=221&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Tiada akan datang hari kiamat hingga dimunculkan dajjjal dajjal pendusta, sekitar tiga puluh jumlahnya, kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, dan hingga tercabutnya ilmu, dan kerap kalinya gempa bumi, dan semakin dekatnya waktu, dan munculnuya fitnah fitnah, dan banyaknya pembunuhan, dan kemudian berlimpahnya harta pada kalian” (Shahih Bukhari)</p>
<p><a href="http://artikelmr.wordpress.com/2008/12/05/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku-utusan-allah-swt/">Baca entri selengkapnya »</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=221&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/30/munculnya-dajjal-pendusta-yang-mengaku-utusan-allah-swt-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahala Sedekah Bagi Orang Yang Telah Wafat</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/pahala-sedekah-bagi-orang-yang-telah-wafat/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/pahala-sedekah-bagi-orang-yang-telah-wafat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 04:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/pahala-sedekah-bagi-orang-yang-telah-wafat/</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 16 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Sungguh seorang lelaki berkata kepada Nabi saw : Sungguh Ibuku wafat, dan aku mengira jika ia sempat bicara ia akan bersedekah, maka apakah ada pahala untuknya jika aku bersedekah atas namanya..?, maka bersabda Rasulullah saw : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=220&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 16 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Sungguh seorang lelaki berkata kepada Nabi saw : Sungguh Ibuku wafat, dan aku mengira jika ia sempat bicara ia akan bersedekah, maka apakah ada pahala untuknya jika aku bersedekah atas namanya..?, maka bersabda Rasulullah saw : Betul” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-220"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja Alam Semesta Yang Maha Mengundang hamba – hambaNya kepada keluhuran. Sampailah kita di malam hari yang agung ini dalam undangan Illahiyyah yang meruntuhkan dosa – dosa kita dan kemurkaan Allah kepada kita yang dengan kehadiran ini merupakan kesaksiaan para malaikat atas pengampunan Allah kepada kita.</p>
<p>“Usyhidukum malaikatiiy inniy qad ghafartu lahum” saksikan wahai para malaikat-Ku, Aku sudah mengampuni dosa – dosa mereka. Demikian hadirin, dan para malaikat berkata “ada diantara mereka yang bukan hadir karena engkau ikhlas tapi ada niat lainnya” maka Allah menjawab “humul julasaa’ Laa Yasyqaa bihim jaliisahum” orang – orang yang duduk bersama orang yang berdzikir kepada-Ku tidak akan Ku-hinakan. Orang – orang yang duduk berdzikir menyebut Nama Allah Rabbul Alamin, sambutan hangat dari yang disebut kepada para tamu – tamu yang menyebut Nama-Nya adalah pengampunan dosa dari segala kesalahan.</p>
<p>Inilah perkumpulan yang duduk dan menyebut dan mengagungkan Nama-Nya, lebih – lebih lagi jiwa yang rindu kepada Allah. Perkumpulan orang yang duduk memanggil Nama Illahi dicurahkan untuk mereka hujan pengampunan. Padahal jika seluruh langit dan bumi itu ditukar dengan satu dosa, belum akan bisa menutupinya karena dosa adalah kemurkaan Allah dan kemurkaan Allah adalah api neraka dan itu dihapuskan beribu juta dosa karena kehadiran mereka di majelis orang – orang yang menyebut Nama Allah. Dan mereka yang berkumpul turut termuliakan walau tidak berniat hadir untuk hal mulia itu.</p>
<p>Demikian Sang Maha Raja langit dan bumi memuliakanku dan kalian. Wahai aku dan kalian yang diciptakan Allah Maha Bercahaya menerangi kita dengan cahaya iman. Cahaya keindahan-Nya akan terlihat kelak bagi mukminin – mukminat, cahaya keagungan yang tidak bisa disaksikan oleh alam semesta, yang difirmankan oleh Allah 5.06 “lamma tajalla rabbahu liljabali ja’alahu dakkaa wa kharra muusa sha’iqa” ketika Allah memperlihatkan cahaya keagungan-Nya, cahaya kemegahan-Nya kepada gunung maka gunung itu hancur lebur dan robohlah Nabi Musa jatuh pingsan melihat cahaya yang berkilau menghancurkan gunung. Sehingga dijelaskan di dalam tafsir Imam Ath-Thabari bahwa gunung itu menjadi rata tidak ada tersisa debunya karena takutnya dan karena agungnya cahaya Rabbul Alamin. Bukan karena takutnya tapi karena takdhim dan pengagungannya, tidak tahan melihat cahaya keagungan Illahi.</p>
<p>Namun cahaya itu, keindahan itu disaksikan oleh Sayyidina Muhammad Saw. Allah berfirman ketika Sang Nabi saw berada di ufuk yang sangat tinggi. Dihadapan Allah lalu beliau diperintahkan untuk mendekat sebagaimana Imam Qadhi Iyadh.. menjelaskan didalam kitabnya Asysyifa’ Sang Nabi saw dipanggil mendekat Kehadirat Allah. “mendekat, mendekat wahai Muhammad tenangkan hatimu dari kerisauan”. Ketika Sang Nabi mendekat kepada Allah sepanjang dekatnya bagaikan dua busur atau lebih dekat lagi. Maka diwahyukanlah kepada Sang Nabi saw dengan wahyu – wahyu yang diberikan kepadanya. Allah menggelari Sang Nabi dengan Fuad, sanubari Muhammad Saw tidak berdusta atas apa yang ia lihat yaitu keindahan Allah. Keindahan Allah yang ketika penduduk neraka keluar dari api neraka dan telah ribuan tahun didalam api. Ketika ia melihat keindahan Rabbul Alamin, lantas ia ditanya “berapa lama kau rasakan pedihnya api neraka?” ia berkata “aku tidak pernah merasakan pedihnya api neraka”, terlupakan karena melihat indahnya Allah. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul ditanya oleh para sahabat “ya Rasulullah hal nara rabbana?” wahai Rasulullah apakah kami nanti melihat Tuhan kami, maka Rasul berkata “na’am” kalian akan melihat Tuhan kalian. Maka perbanyaklah doa “Allahummarzuqnannadhor ilaa wajhikal kariim”.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Rasul saw bersabda “antum fi sholatin man tadhartumuuh” demikian riwayat Shahih Bukhari. “wa qolal hasan lam tazaaluuna filkhair mantadhar khair” kalian tetap dalam pahala shalat jika menantikan shalat fardhu. Walau sedang duduk menantikan shalat fardhu, itu terus mendapatkan pahala shalat walaupun ia tetap duduk di tempatnya. Lantas berkata Al Hasan berkata riwayat Shahih Bukhari “lam tazaaluuna fil khair man tadhartumuuh” kalian tetap dalam kebaikan dan pahala selama menanti perbuatan baik atau menantikan kebaikan. Kalau kebaikan yang ditunggu pahalanya sudah terus mengalir. Duduk di majelis menanti lama pahalanya sudah mengalir walau majelis belum di mulai. Beruntung orang yang menunggu rindu jumpa dengan Allah Swt. Hari – hari dihitung dalam kerinduan kepada Allah Jalla Wa Alla. Beruntung orang yang hidupnya merindukan Allah karena hari – harinya bercahaya dengan kerinduan Illahi. lam tazaaluuna fil khair man tadhartumuuh” kalian tetap dalam kebaikan selama menanti kebaikan. Maka mereka yang merindukan jumpa dengan Allah, mereka dalam cahaya kerinduan Allah. “Man ahabba liqaAllah ahabballah liqa’ah” barangsiapa rindu jumpa kepada-Ku, kata Allah. Aku pun rindu berjumpa dengannya. Demikian hadits qudsiy riwayat Shahih Bukhari.</p>
<p>Hadirin – hadirat, sampailah kita kepada hadits Nabi saw ketika ditanya oleh seorang wanita “ya Rasulullah kalau ibuku telah wafat, kalau aku bershadaqah atas namanya, apakah sampai pahalanya atau tidak?”, Rasul menjawab “betul, pahalanya sampai kepada ibumu yang telah wafat jika kau bersedekah atas namanya”. Demikian riwayat Shahih Bukhari. Diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ini merupakan dalil bahwa seluruh amal – amal ibadah yang dikirimkan kepada yang wafat itu sampai. Demikian pula dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim, walaupun ada ikhtilaf dalam Madzhab Syafi’i bahwa ayat alqur’an bila dikirimkan tidak sampai. Akan tetapi pendapat yang lebih shahih adalah sampai, demikian dijelaskan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim dan juga didalam Al Majmu yang juga dikarang oleh beliau.</p>
<p>Dan Al Imam Nawawi menjelaskan bahwa ikhtilaf yang muncul ini bersatu dengan menjadikan semua yang dikirimkan itu (amal pahala kepada yang wafat) jika dikrimkan dengan atas nama doa maka tidak ada ikhtilaf lagi, jumhur seluruh madzhab dan Imam membolehkannya dan mengatakannya sampai karena dibungkus dengan doa. Sebagaimana tahlilan yang sering dibaca oleh kita wahai Allah sampaikan pahala alqur’an yang kami baca, shalawat yang kami baca, tasbih yang kami baca, tahlil yang kami baca, sampaikan kepada ruhnya fulan bin fulan. Kalau dengan kalimat seperti ini, jumhur (pendapat) seluruh Imam dan madzhab sampai pahalanya kepada yang wafat. Hadits – hadits serupa ini banyak, teriwayatkan didalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Maka tentunya ini merupakan jawaban yang jelas dan shariih (jelas tanpa syak), dalil – dalil yang tsigah dan shahih mengatakan pengiriman pahala amal kepada yang wafat itu sampai.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Amal – amal pahala kita tidak disia – siakan oleh Allah Swt dan pahala – pahala orang – orang yang telah wafat, pahala kita bisa kita hadiahkan kepada mereka. Bahkan berkata Al Imam Asy-Syaukani didalam Nailul Authar menjelaskan bahwa doa sampai kepada yang hidup dan yang wafat. Bukan hanya yang wafat saja, kalau dudah dirangkai dengan doa maka kita dengar satu nama seorang yang sangat dalam dalam ilmu haditsnya Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi alaihi rahmatullah yaitu seorang muhaddits yang meriwayatkan lebih dari 5.000 hadits yang diambil oleh Imam Ibn Khudzaimah dan Imam Ibn Hibban didalam Shahih mereka. Ini Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi berkata “aku menyembelih 12.000 ekor kambing di hari Idul Adha pahalanya aku hadiahkan untuk Rasulullah Saw dan aku mengkhatamkan 12.000X khatam alqur’an, pahalanya kuhadiahkan untuk Rasulullah Saw”, demikian cinta mereka kepada Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat, senin yang lalu telah sukses acara kita di Masjid Istiqlal telah dihadiri ratusan ribu muslimin – muslimat, diliput oleh banyak stasiun televisi. Semoga itu menjadi hadiah yang menggembirakan hari Rasulullah saw. Bersatunya ratusan ribu muslimin – muslimat bershalwat kepada Sang Nabi saw dari mulai masyarakat, ulama dan umaro bersatu bahkan seluruh media yang hampir selalu menayangkan acara – acara yang membawa dosa, disaat itu mereka meliput acara pemuliaan dan penghormatan kepada Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Amal – amal baik tidak dilupakan oleh Allah walaupun dari kafir (sebelum mereka masuk Islam). Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasul saw “ya Rasulullah di masa jahiliyyah dulu aku sering bershadaqah, aku membebaskan budak tapi itu pahalanya tertulis tidak wahai Rasul dan sebelum aku masuk Islam?” maka Rasul menjawab “aslamta ma salam bi khair” semua engkau itu selamat amal – amal pahalamu yang terdahulu itu, tetap tertulis dan dituliskan oleh Allah Swt pahala sedekahnya, pahala baiknya, membantu orang lain dan lain sebagainya itu ditulis oleh Allah, diabadikan tidak dilupakan. Ini makna hadits. Berkata Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan makna hadits ini berikhtilaf (perbedaan pendapat para ulama) dalam menafsirkan makna hadits ini sebagian ulama menafsirkan seperti yang saya sebutkan, amal pahala yang mereka perbuat sebelum masuk Islam diabadikan oleh Allah setelah mereka masuk Islam tetap tercantum.</p>
<p>Tapi makna yang kedua adalah yang dimaksud oleh Sang Nabi, bukan amal pahala itu ditulis lagi setelah ia masuk Islam tapi yang dimaksud perbuatan – perbuatan baik mereka itu yang membuat Allah memberi mereka hidayah. Jadi mereka yang di luar Islam yang banyak berbuat baik tidak Allah lupakan, Allah tuntun ia sampai akhirnya mengenal Islam dan mendapat hidayah. Sehingga orang – orang yang di luar Islam selama ia berbuat baik dan beraamal yang luhur (amal – amal yang baik), bantu orang lain, banyak berbuat baik maka amal – amal itu akan membuka kasih sayang Illahi hingga mereka tidak wafat terkecuali didalam Islam. Demikian indahnya Allah Jalla Wa Alla yang memuliakan hamba – hambaNya yang berbuat baik bahkan mereka yang diluar Islam pun, Allah jadikan amal – amal baiknya menuntun mereka kepada hidayah.</p>
<p>Tidak mustahil seorang barangkali tokoh agama non muslim, apakah ia rahib ataukah ia pedande ataukah ia pendeta atau siapapun tidak mustahil ia itu wafat dalam keadaan Islam tanpa ada yang mengetahuinya. Sah tidak keislamannya? Sah di mata Allah, tidak sah di mata manusia. Bagaimana tidak sah di mata manusia namun sah di mata Allah? Seseorang tidak diakui sebagai muslim secara syari’ah jika tidak ada saksi yang mengetahui syahadatnya dengan bahasa arab atau bahasa masing – masing. Ia mengucapkan makna “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah” itu sudah cukup diakui keislamannya, asal ada 2 orang muslim atau lebih yang menyaksikannya ia jadi muslim.</p>
<p>Tapi bagaimana muslim yang diakui Allah tapi tidak diakui oleh manusia? Dia tidak mengucapkannya tapi hatinya muslim. Walaupun ia tokoh agama non muslim misalnya sudah di sakaratul maut, hatinya mengakui Lailahailallah Muhammad Rasulullah, muslim ia di mata Allah tapi di mata manusia tetap tidak bisa diterima keislamannya, tidak bisa dikuburkan dikuburan muslimin dan tidak bisa dikuburkan dengan cara yang islami karena ia tidak mengucapkan kalimat syahadat. Tapi di sisi Allah, ia muslim. Oleh sebab itu, betapa banyak orang – orang non muslim itu wafat dalam keadaan muslim sebaliknya betapa banyak orang yang seakan muslim tapi karena dosa – dosanya terlalu banyak, Allah palingkan hatinya dari syahadat di saat sakaratul maut (wa iyya dzubillah).</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Demikian indahnya tuntunan Illahi menghormati perbuatan baik hamba – hambaNya. Jika seorang hamba berbuat baik, Allah hormati perbuatannya. Demikian indahnya Rabbul Alamin dan semua manusia itu lahir dalam keadaan suci, sebagaimana sabda Rasul saw “kullu mauluud yuuladu alal fitrah” semua yang lahir itu dilahirkan dalam keadaan yang suci tapi ayah ibunya atau walinya yang mengajaknya kepada nashrani atau majusi atau yahudi atau lainnya. Tapi semua bayi lahir dalam keadaan suci. Maksudnya kalau bayi lahir, orang zaman sekarang berkata “kamu kapan syahadat? dari lahir kamu pernah bersyahadat masuk Islam?”. Nih..pertanyaan sebagian orang muncul di masa sekarang “tidak bisa demikian, ucapan syahadat adalah bagi orang yang mengakui Tuhan selain Allah baru syahadat, kalau sudah dari lahir sudah mengakui tiada Tuhan selain Allah tidak perlu syahadat disaksikan 2 orang lagi”. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, banyaknya pertanyaan tentang hal ini.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Inilah bulan Rabiul Awwal, bulan dakwah kita, bulan semangat Nabi Muhammad Saw. Munculnya permasalahn – permasalahan dari mereka yang masih belum menyukai dan menerima Maulid Nabi memang ada tapi Alhamdulillah semakin tahun semakin bangkit semangat para pecinta Nabi Muhammad Saw. Dan sebab itu kita harus maju, jangan hanya seperti ini, ini kita belum puas seperti ini. Kita ingin terus berkembang dan meluas, kita ingin Jakarta ini betul – betul menjadi kotanya Sayyidina Muhammad Saw, kota yang damai, kota yang bebas dari kriminal, bukan kota kriminal, bukan kota narkoba tapi “Kota Sayyidina Muhammad Saw”. Ini yang kita idam – idamkan, ini cita – cita Sang Nabi saw siapa yang mau mewarisinya maka ia akan dicintai oleh Allah dan Rasul saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Muncul dan datang kepada saya banyak undangan – undangan dari partai – partai politik untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw dengan partai mereka dan saya menerima undangan – undangan tersebut karena bukan dari 1 partai. Tentunya saya menghadapkan pertanyaan ini pada diri saya lebih dahulu bahwa partai – partai politik, apapun yang mereka inginkan sangat baik didakwahi dan menyeru mereka untuk dekat dan memahami sunnah Sang Nabi saw, tuk perduli kepada Islam. Jika seruan tidak saya sampaikan maka dosa – dosa yang mereka perbuat kita pun kena. Karena menyampaikan adalah hal yang fardhu kifayah meski terjun kita untuk memberi peringatan kepada mereka – mereka yang terjebak ke dalam ghaflah. Oleh sebab it upartai – partai politik yang demikian banyak di Indonesia ini bisa merancukan akidah Islam jika tidak diperjelas kepada mereka bahwa mayoritas muslimin di dunia adalah di Indonesia maka mereka harus memperjuangankan kedamaian Islam yang dengan itu akan damai pula agama lain yang ada di negeri ini.</p>
<p>Oleh sebab itu hadirin, jika muncul fitnah dari kanan dari kiri dari depan dari belakang mengatakan Majelis Rasulullah sudah berpolitik. Kita sudah kenyang dengan caci – maki dan fitnah dan kita tiodak akan mundur bahkan saya sudah dikatakan “Munzir Ghulam Ahmad”, yang hadir di Majelis Rasulullah murtad dan fitnahan – fitnahan seperti ini sudah kita terima dengan lapang dada demi tegaknya panji – panji Sayyidina Muhammad Saw. Jika muncul fitnah bahwa Majelis Rasulullah berpolitik silahkan mereka boleh memfitnahnya tapi di mata saya, dari mata kita semua panji akan runtuh di hari kiamat kecuali panji Sayyidina Muhammad Saw yang harus ditegakkan di semua kalangan masyarakat dari kalangan masyarakat terbawah sampai masyarakat tertinggi harus mengenal Muhammad Rasulullah Saw. Dan saya gembira dan menyambut hangat undangan – undangan dari partai politik kepada Majelis Rasulullah untuk Maulid bersama mereka. Biarkan mereka yang baik diantara mereka, atau yang jahat diantara mereka, yang jujur diantara mereka, atau yang koruptor diantara mereka, yang muslim, yang non muslim diantara mereka berdiri menghormati Sayyidina Muhammad Saw. Demikian hadirin – hadirat, semoga Allah Swt terus memakmurkan tuntunan Sang Nabi saw diseluruh kalangan masyarakat. Mulai kalangan terbawah hingga kalangan tertinggi.</p>
<p>Kita bermunajat kepada Allah Swt, Ya Rahman Ya Rahim benahi bangsa kami dengan keluhuran, benahi bangsa kami dengan kedamaian, benahi para koruptor dengan taubat dan hidayah. Rabbiy inilah doa dan munajat, benahi para pemimpin kami agar mencintai-Mu ya Rabb, agar mereka ingat kepada kematiannya, agar mereka ingat kepada kuburnya, agar mereka ingat kepada syafa’at Nabi Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat, inilah usaha kami yang tidak berarti namun usaha kami didukung oleh kekuatan Illahi, oleh kekuatan Rahmaniyyah. Ya Dzaljalali wal ikram dan usaha kami didukung oleh Nabi Muhammad Saw untuk ummatnya. Ya Rahman Ya Rahim “Allahumma….” Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim terbayang wajah – wajah saudara kami muslimin – muslimat yang masih tenggelam dalam perzinahan, dalam narkotika, dalam perjudian, dalam kerusakan atau merugikan bangsa, merugikan negara, mereka berbuat itu dengan senang, kalau mereka melihat tempatnya yang menanti di api neraka niscaya mereka akan bersujud sepanjang usianya. Rabbiy hujani mereka dengan hidayah, hujani mereka dengan taubat.. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram mereka yang berdiri diatas panggung dalam joget – joget dan mabuknya, kalau mereka melihat temannya yang sedang menggelepar di alam barzah, mereka akan meninggalkan panggung itu. Niscaya mereka memanggil Nama-Mu Rabbiy, mengemis pengampunan.</p>
<p>Hadirin – hadirat, jika kau lihat orang – orang yang sedang menjerit di dalam kubur, kita semua akan mati, kata Sang Nabi saw. Sebagaimana sabda Sang Nabi saw ketika jenazah diusung maka ruhnya melihat orang dari kerabat yang mengusung jenazahnya. Ruh itu jika orang shalih berkata “qaddimuniy.. qaddimuniy” cepat – cepat majukanlah aku ke dalam kuburku karena aku akan mendapatkan kemuliaan. Maka jika ia seorang yang banyak berbuat dosa, jika orang yang dhalim maka ia menjerit berkata “..alaiha ..biha” mau dibawa kemana jasadku, jangan dikuburkan. Rasul saw berkata “suara jeritan ini terdengar oleh seluruh makhluk terkecuali jin dan manusia”. Jika manusia mendengar jeritan ruh yang melihat jenazahnya yang dhalim itu menjerit – jerit maka manusia akan mati dari takutnya. Demikian hadirin – hadirat.</p>
<p>Kita berdoa kepada Allah untuk kita, untuk kerabat kita, untuk teman – teman kita muslimin – muslimat ampuni mereka dan seluruh dosa kami. Ya Dzaljalali wal ikram semua muslimin – muslimat yang masih terjebak dalam dosa beri mereka peringatan, guncang hati mereka untuk menyesal dan bertaubat. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim jadikanlah Jakarta ini kota yang paling banyak bershalawat kepada Rasulullah Saw. Ini kota dari Negara muslimin terbesar di muka bumi. Jadikan para pecinta Sang Nabi saw mencintai Rasul saw terbanyak di kota ini. Pemudanya, pejabatnya, semua elite politiknya, semua kalangan masyarakatnya paling banyak mencintai Nabiyyuna Muhammad Saw. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am.</p>
<p>Hairin – hadirat, saya mohon doa karena penyakit saya sering kambuh dari pada peradangan otak di belakang kepala dan saya terus berdoa agar dipanjangkan umur oleh Allah. Saya tidak ingin wafat sebelum tertulis di setiap pintu – pintu masuk Jakarta “Kota Sayyidina Muhammad Saw”. Rabbiy Rabbiy kabulkan hajat kami. Ya Rahman Ya Rahim kalau seandainya saya harus wafat, boleh terjadi setelah Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw. Kota yang damai, kota yang penuh dengan shalawat kepada Rasulullah. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram percepat kemakmuran muslimin – muslimat, percepat kedamaian Jakarta dan seluruh kota muslimin, percepat kebangkitan cinta para pemuda kepada Nabi Muhammad Saw. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am.</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Kita teruskan dengan doa bersama meminta keselamatan bagi muslimin – muslimat semoga Allah memunculkan pemimpin yang baik, pemimpin yang membela kebenaran dan menindas kedhaliman, mencintai dan melindungi orang – orang yang lemah. Ya Rahman inilah doa dan munajat, dan telah bersabda Nabi-Mu Muhammad saw “tidak ada yang bisa merubah ketentuan Allah terkecuali doa”. Maka kita bermunjat bersama – bersama.</p>
<p>Hadirin – hadirat, sekaligus saya sampaikan salam dari Guru Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz setelah dikabarkan acara kita di Masjid Istiqlal yang sukses dihadiri banyak muslimin dan dihadiri juga oleh Bpk. Wakil Presiden dan para tokoh partai politik. Beliau mengatakan Insya Allah semua yang hadir mendapatkan Rahmat dari Allah, mendapatkan … Nabi saw dan diikat lebih erat kepada Nabi Muhammad Saw. Demikian penyampaian dari Guru Mulia Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz.</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>(<a target="_blank" href="http://majelisrasulullah.org">Majelis Rasulullah</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=220&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/pahala-sedekah-bagi-orang-yang-telah-wafat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Orang Muslim Terhadap Seorang Jenazah</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/kesaksian-orang-muslim-terhadap-seorang-jenazah/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/kesaksian-orang-muslim-terhadap-seorang-jenazah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 04:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 9 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Tiadalah empat orang muslim bersaksi bahwa seorang jenazah itu orang baik, maka Allah masukkan ia ke sorga”, maka kami berkata : Bagaimana jika cuma 3 orang yg bersaksi?, beliau saw bersabda : “walau tiga”, lalu kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=218&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 9 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Tiadalah empat orang muslim bersaksi bahwa seorang jenazah itu orang baik, maka Allah masukkan ia ke sorga”, maka kami berkata : Bagaimana jika cuma 3 orang yg bersaksi?, beliau saw bersabda : “walau tiga”, lalu kami berkata : jika cuma dua?, beliau bersabda : “walau dua”. Lalu kami tak bertanya jika hanya satu” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-218"></span></p>
<p>[image: Image]Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Maha Menerangi jiwa hamba-Nya dengan ketenangan, Maha Menjadikan jiwa itu samudera, (bagai) air yang menenangkan sehingga ketika penduduk bumi para pemilik sanubari dan jiwa beriman dan bertakwa kepada Allah, (maka) Allah limpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Menunjukkan perbuatan – perbuatan keturunan Adam mempengaruhi keadaan alam semesta. Perbuatan manusia di muka bumi mempengaruhi keadaan alam, semakin mereka bertakwa maka semakin keadaan bumi membaik dan semakin mereka kufur dan keluar dari jalan Allah maka semakin jauhlah dari kebahagiaan dan kemakmuran di bumi.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Telah kita dengar hadits kita Nabi Muhammad Saw, tiadalah seorang muslim yang wafat lalu disaksikan oleh 4 orang muslim lainnya bahwa ia orang baik maka Allah memasukkannya menjadi penduduk surga. Maka para sahabat terperangah dan kaget, apakah cukup dengan 4 orang saksi saja menyaksikan seseorang itu baik maka ia masuk surga? Para sahabat penasaran dan bertanya kembali, “kaifa bitsalaatsah..? bagaimana kalau cuma 3 orang wahai Rasul?” maka beliau saw pun bersabda “walaupun 3 orang”. Lalu sahabat bertanya lagi “bagaimana kalau cuma 2?” Rasul saw menjawab “ wa itsnain” walaupun cuma 2 yang bersaksi bahwa ia orang baik, Allah masukkan ia ke dalam surga” dan para sabahat berkata “kami tidak menanyakan bagaimana kalau cuma 1 yang menyaksikannya”.</p>
<p>Demikian riwayat Shahih Bukhari, maka riwayat ini teriwayatkan beberapa kali di dalam Shahih Bukhari dengan sighah (ucapan) yang sama. Ketika di masa khalifah Sayyidina Umar bin Khattab ra, saat itu lewatlah jenazah dan para sahabat berkata bahwa “orang ini orang yang baik” maka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab ra memang sepantasnya ia mendapatkan surga. Lalu lewat jenazah kedua, para sahabat berkata “ini orang yang tidak baik” maka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab yaitu “pantas baginya kehinaan neraka”. Para Sahabat bertanya, maka Sayyidina Umar meriwayatkan hadits ini lalu ada tambahannya : “antum syuhada’ullah fil ardh” kalian adalah saksi – saksi Allah di muka bumi. Menunjukkan dari bentuk kemuliaan hadits ini bagaimana eratnya hubungan muslimin – muslimat, satu sama lain menyaksikan kebaikan saudaranya maka itu menjadi dalil yang kuat baginya di hadapan Allah untuk diselamatkan dari kemurkaan Allah. Semakin banyak orang menyaksikan ia berbuat baik di muka bumi maka semakin kuat bahwa ia kelak akan masuk surganya Allah. Demikian hadirin – hadirat dan tentunya cermin terindah dari seindah – indah makhluknya Allah adalah Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>12 Rabiul Awwal adalah hari yang bersejarah bagi seluruh muslimin dan hari yang sangat agung bagi sepanjang waktu dan zaman. Sejak zaman diciptakan hingga zaman ini berakhir. Hadirin dan tentunya senin, 12 Rabiul Awwal mempunyai moment yang banyak yaitu kelahiran Sang Nabi saw, hari hijrah masuknya Sang Nabi saw, bersatunya Muhajirin dan Anshar dan hari wafatnya Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Senin petang adalah waktu yang mengingatkan kepada wafatnya Sang Nabi saw sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, ketika para sahabat ra yang melewati kemuliaan hari – hari mulia bersama Sang Nabi saw. Manusia yang paling ramah, manusia yang paling baik, manusia yang paling indah budi pekertinya yang tidak mau menyakiti perasaan orang lain, yang selalu menjaga perasaan teman dan musuhnya ialah Nabiyyuna Muhammad Saw yang wajahnya seindah – indah wajah, yang ketika tersenyum bagaikan “..” demikian riwayat Shahih Muslim. Ketika ditanya bagaimana wajahnya Sang Nabi saw, lalu dijawab “..” beliau itu bagaikan matahari dan bulan purnama yang dipadukan dari indahnya wajah Nabiyyuna Muhammad Saw. Hingga berkata Sayyidina Anas bin Malik ra, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari “ma ra aina mandharan, a’jab min wajhinnabiy saw” belum pernah ada pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah Nabi Muhammad Saw. Wajah yang paling baik dan ramah, wajah yang dikatakan oleh orang – orang kuffar adalah wajah penyihir yang membuat orang – orang yang melihatnya akan cinta dan mengatakan ia adalah kebenaran. Namun disaksikan pula oleh para kuffar quraisy bahwa musuh – musuh Sang Nabi itu mereka sendiri bersaksi “innahu laysa biwajhin kaddzab” wajah beliau itu bukan wajah pendusta. Tapi mereka itu kufur kepada Sang Nabi saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Senin, 12 Rabiul Awwal juga memperingatkan tentang peristiwa wafatnya beliau saw yang terjadi pada hari senin, 12 Rabiul Awwal. Dan beliau saw ini dikebumikan di hari ke-3 setelah wafat beliau yaitu pada hari Kamis, riwayat lainnya pada hari Rabu. Karena menunggu para sahabat yang terus berdatangan maka Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari dan beberapa para muhaddits lainnya menukil riwayat yang tsigah bahwa Rasul saw memang mewasiatkan untuk ditunda pemakaman beliau setelah banyaknya para sahabat yang menyolatkan beliau. Maka disunnahkah apabila yang wafat para ulama atau para shalihin untuk tidak buru – buru menguburkannya karena demikianlah yang diperbuat atas imam seluruh Nabi dan Rasul ialah Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>Berbeda dengan orang lainnya yang dirisaukan akan membuat jenazahnya rusak atau berubah. Maskudnya berubah menjadi kaku atau menjadi busuk atau lainnya maka sunnah untuk segera dikuburkan, tapi jika diketahui seorang shalihin dengan wajah yang cerah saat wafat atau terlihat keanehan pada jenazah misalnya wangi atau lainnya maka sunnah ditunda sampai beberapa waktu agar orang lain bisa menyalatkannya sebelum dimakamkan.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Dan hari senin itu dikatakan oleh Sayyidina Hasan bin Tsabit di dalam Sirah Ibn Hisyam “adakah hari yang menyedihkan sepanjang masa melebihi hari wafatnya Nabi Muhammad Saw”. Hari yang merenggut jiwa para sahabat, mereka yang selalu dihibur dan dibimbing oleh Sang Nabi. Dikatakan oleh Sayyidina Hasan bin Tsabit di dalam syairnya “laqad ghayyabu hilman wa ‘ilman wa rahamatan, asyiyyatan allauwhu tsaraa Laa yuwassadu.” mereka para sahabat muhajirin dan anshar kehilangan sang pembawa kasih sayang Illahi. “Hilman wa hilman warahmatan” orang yang sangat lembut, orang yang sangat sopan, orang yang menjadi samudera ilmu. Disatu sore itu ketika jasad beliau diturunkan ke dalam bumi, direbahkan tubuh seindah – indah tubuh, dibaringkan tanpa berbantalkan sesuatu kecuali tanah. Berkata Sayyidina Hasan bin Tsabit “para sahabat terlihat berdiri mematung setelah pemakaman Sang Nabi saw, mereka melihat pusara Sang Nabi saw dan satu – persatu meninggalkan pusara dan hujan rintik – rintik turun diatas kuburan Sang Nabi saw. Berkata Hasan bin Tsabit “aku berdiri dengan berdiri yang lama sekali, airmataku terus mengalir dengan derasnya diatas gerimis yang turun, diatas pusara Sang Nabi. Malam pertama kami berpisah dengan Sang Nabi”. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Ketika sampai kabar kepada Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq ra diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Rasul saw telah wafat maka beliau datang dengan berpegangan kepada putranya untuk melihat jasad yang telah terbujur lantas ia pun memeluk dan mencium dada Sang Nabi dan menangis “wahai Sang Nabi demi ayahku, demi engkau dan demi ibuku, engkau ini tidak akan pernah lagi merasakan wafat setelah ini” dan beliau menangis di dada Sang Nabi. Hadirin – hadirat, berkata Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw ketika memandikan Sang Nabi seraya berkata “kau ini di masa hidupmu wangi dan di masa wafatmu pun wangi wahai Rasul”. Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Sirah Ibn Hisyam ketika salah seorang sahabat melihat jasad yang telah diturunkan ke dalam liang lahat itu maka ia berkata “aku melemparkan cincinku ke dalam makam lalu aku berkata cincinku terjatuh, maka ia masuk ke makam untuk mengambil cincin tapi bukan untuk mengambil cincin tapi ingin mencium wajah Nabi Muhammad Saw untuk yang terakhir kalinya”. Hingga ia berkata “akulah yang terakhir mencium wajah Rasulullah saw”.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq telah melewati hari – harinya sampai pada hari wafatnya seraya berkata kepada putrinya Sayyidatuna Aisyah ummul mukminin “wahai Aisyah Nabi saw itu wafat hari apa? Maka berkata Aisyah “yaumul itsnain” hari senin. Lalu berkata Abu Bakar Ashshiddiq ra “fa ayyu yaum hadza?” ini hari apa? Maka berkata Aisyah “hari senin wahai Ayah” maka berkata Abu Bakar Ashshiddiq “arju baina hadza” berarti hari ini aku berharap wafat. Demikian riwayat Shahih Bukhari seraya berkata kepada putrinya Aisyah “wahai Aisyah, Rasulullah dikafani dengan berapa kain kafan?” maka Aisyah berkata “3 lembar wahai Ayah. Kita sudah punya 2 yang 1 lagi kotor, kita beli saja yang baru” maka berkata Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq “yang pakaian baru itu lebih berhak adalah orang yang hidup bukan mayyit, aku pilih itu saja dibersihkan”. Demikian sederhana wafatnya Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq yang juga pada hari senin.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Setelah kejadian wafatnya Sang Nabi saw, Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq yang berusaha menenangkan sahabat sehingga para sahabat tenang didalam genggaman bai’at beliau ra. Namun beliau ini orang yang sangat mencintai Sang Nabi dan beliaulah yang mundur memberikan kesempatan kepada Sang Nabi menjadi imam ketika Sang Nabi terlambat beliau mundur kepada posisi sebagai masbuk untuk Rasul saw maju menjadi imam dan tidak pernah terjadi kecuali perbuatan Abu Bakar Ashshiddiq ra.</p>
<p>Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah bahwa ketika Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq wafat tercium bau hati yang terbakar dari mulutnya. Hati kalau terbakar,bau hangus sedikit tercium dari mulutnya. Ada 2 riwayat, 1 mengatakan itu adalah racun yang dimakannya bersama Rasul saw mendahului tangan Sang Nabi saw yaitu didahului oleh Abu Bakar Ashshiddiq, dicoba dulu beracun tidak? ternyata beracun. Rasul saw berkata “jangan makan ini, makanan ini sudah diberi racun” maka Abu Bakar Ashshiddiq mengeluarkannya sisa makanan dan tertelan sedikit dan itu yang membuatnya sakit dan sakit dan akhirnya wafat dalam keadaan hati yang terbakar hangus yang tercium dari mulutnya. Dan riwayat yang ke-2 mengatakan bahwa hati itu hangus karena rindunya kepada Sang Nabi saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Ketika cinta telah memenuhi jiwa dan berpisah dengan kekasih yang paling berhak dicintai dari seluruh cinta, ialah Sayyidina Muhammad Saw. Maka teriwayatkan putri beliau saw didalam Shahih Bukhari, Sayyidatuna Fatimahtuzzahra dipanggil oleh Sang Nabi sebelum Sang Nabi wafat “wahai putriku tercinta aku ingin pamit dan meninggalkanmu” maka menangislah Sayyidatuna Fatimahtuzzahra karena Ayahnya pamit lantas ia pun tersenyum. Sayyidatuna Aisyah melihat Fatimah menangis lalu tersenyum, “kenapa wahai putri Rasulillah?” Sayyidatuna Fatimahtuzzahra tidak boleh bicara tapi nanti sampai tiba waktunya. Setelah Nabi saw wafat lalu ditanya kenapa? Saat itu Rasul membisikkan di telingaku bahwa “aku mau pamit, aku mau wafat wahai Fatimah meninggalkanmu dan wahai Fatimah kau ini orang pertama disisiku yang akan menemuiku setelah aku wafat”. Maka Sayyidatuna Fatimahtuzzahra tersenyum.</p>
<p>Hadirin – hadirat, mereka gembira menyusul Nabinya Muhammad Saw dan Sayyidatuna Fatimatuzzahra tidak lagi keluar dari rumahnya setelah wafatnya Sang Nabi saw. Sekali terjadi permasalahan dan perselisihan dengan Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq yang dijelaskan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq datang ke rumah Sayyidatuna Fatimatuzzahra dan memohon ridho (restu) dan ia tidak keluar dari rumah itu sebelum ia direstui atau diridhoi oleh putri Rasulullah, Sayyidatuna Fatimatuzzahra. Yang telah dijelaskan oleh Sang Nabi “Fatimah adalah belahan jiwaku, barangsiapa yang membuatnya marah maka akan membuatku marah”. Demikian keadaan mereka radiyallahu anha dan tidak lama kemudian Sayyidatuna Fatimahtuzzahra menyusul Sang Nabi saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Disusul oleh Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq dan khalifah dipegang oleh Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa ketika Sayyidina Umar ini saat di nafas – nafas terakhirnya ia berwasiat kepada putranya “pergilah kau kepada Sayyidatuna Aisyah. Mohon izin kalau boleh aku ingin dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi dan Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq” maka pergilah Abdullah bin Umar ke rumah ummul mukminin radiyallahu anha “ayahku sudah luka parah dan menyampaikan salam kepadamu wahai ummul mukminin. Kalau diijinkan ayah ingin dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi dan juga bersama ayahmu yaitu Abu Bakar Ashshiddiq” maka disaat itu berkata ummul mukminin “aku ijinkan..aku ijinkan”. Sayyidina Umar bin Khattab tersengal – sengal menanti kabar, datanglah kabar putranya Abdullah bin Umar seraya berkata “bagaimana? apa jawaban dari ummul mukminin?” maka berkata Abdullah bin Umar “sudah diijinkan” maka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab “demi Allah, tidak ada yang lebih kudambakan dari dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi”. Demikian diriwayatkan didalam Shahih Bukhari.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Demikian satu – persatu sahabat menyusul Sang Nabi saw sampai ke masa Sayyidina Bilal bin Rabah meninggalkan Madinah Al Munawwarah bersama para sahabat karena tidak tahan tinggal di Madinah dari rindunya kepada San Nabi. Maka berkata Sayyidina Bilal “suatu waktu aku bermimpi Nabi saw dan beliau berkata “bilal tidak mau kunjung ke Madinah?”” maka keesokkan harinya Bilal mengunjungi Madinah. 1 tahun ia tidak masuk Madinah maka para sahabat menyambut kedatangan beliau dan berkata “wahai Bilal adzanlah engkau sebagaimana disaat masa hidupnya Sang Nabi”. Hadirin – hadirat, Bilal ini adalah pemanggil bagi para sahabat. Jadi Rasul saw, Bilal itu adzan bukan untuk shalat saja. Kalau Rasul memanggil sahabat atau ingin mengumpulkan sahabat, Bila disuruh adzan. Jadi kalau sudah Bilal adzan berarti itu panggilan Rasulullah saw. Bisa jadi panggilan jihad, bisa jadi panggilan ayat atau lainnya. Kalau Rasulullah mau memanggil sahabat, Bilal adzan. Kalau sudah adzan Bilal semua para sahabat meninggalkan aktifitasnya demi mindatangi panggilan Sang Nabi saw maka Bilal berkata “aku tidak adzan setelah wafatnya Rasulullah”. Sampai berjumpa Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali “wahai Bilal, adzan seperti waktu masih ada kakek kami” maka berkata Bilal menciumi Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali “dulu kakek kalian menciumi kalian dan memeluk kalian dan sekarang aku tidak mau menolak dan kecewakan kalian”. Maka pergilah Bilal seraya mengumandangkan adzan dan saat para sahabat mendengar suara Bilal, mereka menjadi kaget karena suara ini tidak pernah terdengar terkecuali panggilan Rasulullah. Penduduk Madinah keluar ke jalan – jalan mendatangi Masjidinnabiy seraya berkata “apakah Nabi Muhammad hidup lagi? sampai kami dipanggil dengan seruan ini?”. Disaat itu Madinah hujan airmata dan tidak pernah teriwayatkan kesedihan menimpa penduduk Madinah kecuali saat adzannya Bilal. Tangis memenuhi Madinah Al Munawwarah dan setelah itu Bilal adzan. Allahu Akbar Allahu Akbar sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, Bilal jatuh pingsan dan tidak mampu meneruskan adzannya. Ketika ia siuman ditanya “kenapa kau ini wahai Bilal?” Bilal berkata “aku melihat pintu ini, pintu rumahnya Rasulullah”. Setiap waktu shalat aku mengetuk pintu ini dan berkata “sudah ditunggu shalat wahai Rasulullah”, “aku tidak kuat melihat pintu ini”. Bilal pulang kembali ke Baghdad meninggalkan Madinah Al Munawwarah. Ketika ia sudah tersengal – sengal mencapai sakaratul maut, istrinya berkata “betapa beratnya sakaratul mautmu wahai Bilal” maka Bilal berkata “bukan..bukan sakit sakaratul maut, ini aku tidak tahan ingin jumpa dengan Nabi Muhammad dan pasukan Muhammad”. Demikian kerinduan Sayyidina Bilal bin Rabah radiyallahu anhum, demikian kerinduan para sahabat radiyallahu anhum minal muhajirin wal anshar.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Diantara para sahabat, ada yang menyimpan sehelai rambut sebagaimana riwayat Shahih Bukhari. Ditanya “ini rambut siapa?”, sahabat itu berkata “ini sehelai rambutnya Nabi saw” maka berkatalah para sahabat lainnya “bagiku sehelai rambut ini lebih baik dari dunia dan segala isinya”. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, para Imam – imam besar demikian.</p>
<p>Demikian sampai pada masa sekarang ini, sampai di malam ini adalah senin, 12 Rabiul Awwal, Sang Nabi saw tetap hidup didalam jiwa kita dan tadi acara telah selesai di Istiqlal insya Allah merupakan hadiah yang menyenangkan Nabi Muhammad Saw. Tidak ada yang bisa kita perbuat untuk menunjukkan cinta kita kepada beliau kecuali pembenahan ummat dengan kemuliaan, dengan sunnah beliau dan tentunya cita – cita kita segera terlaksana bahwa Jakarta ini menjadi “Kota Sayyidina Muhammad Saw”. Kalau kita lewat di Demak tertulis “Demak kota Wali”, kita lewat di Bandung tertulis “Bandung kota kembang”. Insya Allah 1,2 tahun lagi masuk Jakarta sudah ada tulisan “Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw”. Dari banyaknya para pecinta Rasulullah di bumi Jakarta”</p>
<p>Ya Allah Ya allah pastikan semua kami yang hadir di malam ini melihat papan besar “Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw”. Ya Rahman Ya Rahim, Jakarta kota yang damai, Jakarta kota yang sejuk, Jakarta bukan kota yang kriminal tapi Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah..</p>
<p>Hadirin – hadirat, sungguh ini doa dan munajat kita. Dan Insya Allah, tidak tahu kita apakah bisa jumpa 12 Rabiul Awwal tahun depan atau tahun ini 12 Rabiul Awwal kita yang terakhir. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah mempercepat kemakmuran bangsa kita, kemakmuran muslimin – muslimat akan berawal dari Indonesia ini lalu menerus ke Barat dan Timur. Semoga Allah Swt mempercepat kemakmuran muslimin – muslimat, perepat kedamaian muslimin – muslimat.</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Telah bersabda Nabi kita Muhammad Saw “kalian akan melihat setelah aku wafat hal – hal yang tidak kalian sukai maka bersabarlah kalian sampai kalian menjumpai aku di telaga haudh”.</p>
<p>Maka hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian berjumpa dengan Sang Nabi saw di telaga haudh, semoga aku dan kalian memandang wajah Sang Nabi saw di telaga haudh, aku dan kalian akan dibangkitkan oleh Allah dan semua yang pernah hidup di muka bumi pastikan kami di telaga haudh Nabi kami Muhammad Saw.</p>
<p>“Inna a’thainaa kalkautsar” QS. Al Kautsar : 1 sungguh kami memberi kamu telaga al kautsar. Pastikan kami mendapat minum dari telaga al kautsar milik Nabi Muhammad Saw. “Inna a’thainaa kalkautsar” QS. Al Kautsar : 1 sungguh Allah memberikan kepadamu wahai Muhammad Saw telaga al kautsar. Ya Rahman Ya Rahim halalkan kami meminum dari telaga al kautsar. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Yadzaththauli wal in’am.</p>
<p>Kita bermunajat dengan syair yang ditulis oleh Al Imam Abdulllah bin Husein bin Thohir untuk memohonkan kemaslahatan muslimin, pertolongan muslimin, dan banyaknya pemimpin yang membawa keadilan, yang membawa kemuliaan, yang membawa kedamaian, yang membawa kemakmuran, Ya Rahman Ya Rahim tafadhol masykura..</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>(<a target="_blank" href="http://majelisrasulullah.org">Majelis Rasulullah</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=218&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/kesaksian-orang-muslim-terhadap-seorang-jenazah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ucapan Subhanallahi Wabihamdih Peruntuh Dosa</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/ucapan-subhanallahi-wabihamdih-peruntuh-dosa/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/ucapan-subhanallahi-wabihamdih-peruntuh-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 03:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 2 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg membaca SUBHANALLAHI WABIHAMDIH 100X pada harinya, maka berjatuhanlah dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Mencintai hamba – hamba Nya melebihi cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=215&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 2 Maret 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg membaca SUBHANALLAHI WABIHAMDIH 100X pada harinya, maka berjatuhanlah dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-215"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Mencintai hamba – hamba Nya melebihi cinta hamba-Nya satu sama lain. Yang tiada satu makhluk bisa melebihi cintanya Allah kepada seorang hamba-Nya dan yang paling mencintai adalah Allah, cinta Nya (kepada kita) yang utama dan muncul dan jelas adalah anugerah kehidupan, yang itu merupakan cinta yang tidak bisa ditandingi oleh semua cinta dan kasih sayang yang lainnya. Dialah (Allah) yang memberi kita kehidupan, yang memanjakan kita dengan kemanjaan dalam kehidupan di dunia, yang memberikan kepada kita jamuan jamuan kemanjaan matahari dan bulan dan seluruh panca indera yang dari dasar keagungan kasih sayang Illahi sehingga seakan – akan hal itu terjadi tanpa ada yang memberi.</p>
<p>Sebagaimana seorang bayi yang kecil yang disayangi oleh ibunya dan ia tidak sadar bahwa ia ada yang sangat menyayangi. Memandikannya siang, pagi dan malam, memberi ia makanan, minuman, menyusuinya, memberinya hal – hal yang bermanfaat baginya, menyiapkan segala kebutuhannya, menyiapkan apa yang diperlukan untuk menunjang kehidupannya. Inilah keadaan setiap hamba di dalam kehidupan dunia. Mereka yang taat dan mereka yang tidak taat, mereka yang dalam dosa atau mereka yang dalam pahala. Inilah cinta yang melebihi semua cinta yang tak akan kau dapatkan dari yang lain selain-Nya. Ilallah (terkecuali Allah) Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi dan cinta kasih sayang-Nya ditawarkan lagi lebih bagi mereka yang mendambakan cinta Allah Yang Abadi yaitu dengan tiada menduakan-Nya dan menjawab seruan kasih sayang-Nya untuk berbuat hal – hal yang dicintai-Nya yang dengan itulah Allah Swt menampakkan kepada kita kesempurnaan yang kekal dan abadi.</p>
<p>Hadirin – hadirat, satu – satunya kekasih yang tidak akan mengecewakan kekasihnya adalah Allah Swt. Kasih sayang yang muncul pada setiap jiwa hamba – hambaNya dijawab lebih daripada cinta itu kepadanya.</p>
<p>“Wama taqarraba ilayya abdi syibran taqarabbtu ilaihi dzira’an”, demikian riwayat Shahih Bukhari di dalam hadits qudsiy “tiadalah seorang hamba mendekat kepada-Ku satu jengkal kecuali Ku-jawab kedekatan kepadanya satu hasta”.</p>
<p>“Wama taqarabba ilayya abdi dzira’an taqarabbtu ilaihi ba’a, jika hamba-Ku mendekat dan mencintai-Ku dengan mendekat satu hasta maka Aku mendekat kepadanya satu depa”.</p>
<p>“wa in atayna maasyiyan ataytuhu harwalah, jika ia datang padaku dengan melangkah Aku datang padanya dengan bergegas”. Menunjukkan jawaban cinta Allah lebih besar selalu menjawab cinta hamba-Nya. Sebesar apapun rindu hamba-Nya, Allah lebih rindu kepadanya.</p>
<p>“Man ahabba liqaAllah ahabballah liqa’ah, barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya”, demikian riwayat Shahih Bukhari.</p>
<p>Hadirin – hadirat, yang saya bawakan (ajarkan) adalah menuntut kita bersama – sama untuk mencapai kedamaian cinta yang abadi ialah Allah. Cinta Allah Swt ini tidak akan bisa diputus, cinta yang tidak terputus di dunia dan di akhirat adalah cinta Allah dan cinta yang ada sangkut – pautnya dengan cintanya Allah tidak bisa diputus dengan kematian, tidak bisa diputus dengan matinya jasad.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Sampailah kita pada hadits agung yang disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “man qaala subhanallahi wabihamdih fi yaumin mi’at marrah, huththat khathaayaahu wa in kaanat mitsla zabadilbahr, barangsiapa yang di harinya membaca SUBHANALLAH WABIHAMDIH (100X) maka berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan”.</p>
<p>Kita bertanya untuk apa Sang Nabi saw mengucapkan hadits ini? untuk apa Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? untuk apa Allah menginginkan Sang Nabi saw menyampaikan hal ini? karena telah di firmankan oleh Allah “tiadalah Nabi saw itu bicara dari apa yang ia inginkannya saja dari hawa nafsunya terkecuali ucapan Sang Nabi itu adalah yang di wahyukan oleh Allah”. Kenapa Allah menghendaki Sang Nabi berbicara seperti itu?</p>
<p>Barangsiapa yang mengucap satu harinya “Subhanallahi Wabihamdihi sebanyak 100X berjatuhanlah dosa – dosanya sebanyak buih di lautan”. Subhanallah artinya Maha Suci Allah. Orang yang mensucikan Allah Swt berarti ia mengagungkan Allah, berarti ia menjadikan Nama Allah itu agung dan suci di hatinya. Allah tidak perlu disucikan karena sudah Maha Suci tapi ucapan itu menunjukkan kesetian hamba dan cinta hambanya pada Allah. Wabihamdihi artinya dan banyaknya puji untuk-Nya.</p>
<p>Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” juga teriwayatkan di dalam Shahih Muslim “ahabbul kalimah ilallah, kalimat yang paling dicintai oleh Allah adalah Subhanallah Wabihamdihi”. Al Imam Ibn Hajar “afdholul kalimah laa ilaha illallah, seagung – agung kalimat adalah Lailahailallah”.</p>
<p>Berkata Imam Ibn Hajar menukil satu pendapat dari para muhadditsin bahwa kalimat “Subhanallah Wabihamdihi” sudah terangkul didalamnya kalimat Lailahailallah. Karena “Lailahailallah” mentauhidkan Allah dari segala sesembahan selain Allah sedangkan kalimat Maha Suci Allah dan segala puji tentunya salah satu bentuk dari kesempurnaan pemahaman kalimat Lailahailallah. Ketika seseorang memahami kalimat Lailahailallah dan mendalami hakikat maknanya bahwa tiada yang patut disembah selain Allah maka sampailah ia kepada samudera cinta kepada Allah maka ia selalu mensucikan dan memuji Allah. Dalam keadaan seperti itu orang yang mempunyai bibir dan sanubari yang mensucikan dan memuji Allah 100X dengan kalimat ini dalam harinya, pupus dan berjatuhan dosa – dosanya walau sebanyak buih di lautan.</p>
<p>Apa itu dosa? Dosa adalah perbuatan yang tidak disenangi oleh Allah. Itu berjatuhan dengan perasaan cintamu kepada Allah yang terbuahkan dengan kalimat Subhanallah Wabihamdihi.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Kalimat Subhanallahi Wabihamdihi ini kalimat yang sangat agung diajarkan oleh Sang Nabi saw kepada kita karena besarnya keinginan Sang Nabi saw agar kita dekat kepada Allah, agar kita dicintai oleh Allah, agar kita tidak terjebak dengan terjauhnya dari Allah sebab dosa – dosa kita. Teriwayatkan di dalam hadits Shahih hal – hal yang menghapus dosa tentunya hal – hal yang fardhu dan hal – hal yang sunnah namun ini salah satu daripada beribu – ribu gerbang kasih sayang Illahi yang ditawarkan kepada kita setiap siang dan malam. Dalam munajat, dalam dzikir, dalam doa, dalam perbuatan baik, dalam perbuatan meninggalkan kemunkaran, memerintahkan pada kebaikan, dalam segala hal itu terdapat gerbang – gerbang kasih sayang Illahi dan salah satunya adalah Subhanallahi Wabihamdihi. Ini jika di amalkan, kalimat ini juga membawa ketenangan hati.</p>
<p>Boleh dicoba bagi mereka yang membaca setiap harinya Subhanallah Wabihamdihi, jangan setiap hari dulu tapi satu hari dulu, rasakan di pagi hari kau membacanya dalam keadaan suci Subhanallahi Wabihamdihi 100X, rasakan hari itu betapa berbedanya dengan hari yang lainnya. Lebih sejuk, lebih tenang, lebih banyak kemudahan, lebih banyak terselesaikan permasalahan dan sakinah yang sangat mahal yaitu kedamaian jauh dibanding hari yang kau tidak membaca padanya Subhanallahi Wabihamdihi. Dan dengan itu Insya Allah lanjutkan selagi kau mampu dan jangan sesekali kau tinggalkan karena membacanya 100X itu tidak menghabiskan waktu sampai 10 menit, barangkali tidak sampai 10 menit, beberapa menit saja kau akan dapatkan sejuknya harimu disaat itu.</p>
<p>Hadirin – hadirat, Sang Maha Berkasih Sayang Rabbul Alamin yang selalu memperhatikan setiap hamba – hambaNya karena mereka yang hidup itu adalah milik Allah dan inilah sebaik – baik pemilik. Dialah pemilik tunggal segenap kehidupan, pemilik tunggal segenap apa – apa yang ada di alam semesta dan Dialah yang paling memperhatikan semua kehidupan hamba-Nya maka itu manusia, jin maupun hewan dan tetumbuhan.</p>
<p>Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika Rasul saw menyampaikan satu hikayah kejadian yang pernah terjadi pada Nabi sebelum beliau. Ketika Nabi itu duduk dibawah sebuah pohon dan disaat ia duduk ia digigit oleh seekor semut yang menyakitkan, gigitannya berbisa. Gigitannya semut tidak mematikan cuma menyakitkan maka Nabi itu berdiri dari duduknya dan memanggil kaumnya untuk membakar sarang semut itu semuanya karena membahayakan. Al Imam Ibn Hajar mensyarahkan hadits ini Nabi itu berbuat hal yang benar karena semua hewan yang mengganggu manusia boleh untuk dibunuh namun Allah menurunkan Jibril as untuk Nabi itu bukan Nabi Muhammad saw. Nabi itu sebelum Nabi Muhammad saw seraya berkata “Hallaa namlatun waahidah..?, wahai Nabi-Ku bukankah yang berbuat Cuma seekor semut saja yang menggigitmu kenapa harus semua dimusnahkan?, kata Allah. Maksudnya apa? Allah melihat seekor semut yang berbuat jahat pada Nabi-Nya mengganggu tapi kan satu ekor itu yang mengganggu, kata Allah. Sedangkan yang lain tidak mengganggu, bagaimana engkau seorang Nabi? Orang yang sangat dekat kepada Allah membunuh makhluk yang dicipta oleh Allah yang tidak bersalah?</p>
<p>Imam Ibn Hajar mensyarahkan bahwa ucapan dan perbuatan Nabi itu tidak salah secara syari’ah, namun Allah ingin mengingatkan kepada Nabi itu betapa Allah itu melihat seluruh perbuatan hamba-Nya dan hamba Allah itu menyayangi setiap makhluk hidup yang dicipta-Nya. Kalau seekor semut saja diperhatikan oleh Allah, siapa yang menyakitinya, siapa yang mengganggunya, apalagi keturunan Adam as, lebih – lebih lagi ummat Nabi Muhammad saw. “Innahu kaana tawwaaba, sungguh Allah itu Maha Menerima Taubat”. Kalimat ini hadirin jika kita renungkan “innahu kaana tawwaba” kalimat ini menjawab semua keputus-asaan hamba yang tenggelam dalam samudera dosa. Kalimat ini menghibur mereka bahwa cinta Allah pasti mereka dapatkan “innahu kaana tawwaba” Dia (Allah) Maha menerima semua taubat.</p>
<p>Mereka yang telah tenggelam dalam gelapnya dosa dan kesalahan, jangan sampai menyangka tidak akan bisa mencapai cinta Allah. Masih ditawarkan untuk mereka yang ingin dicintai oleh Rabbul Alamin, “Sungguh Aku Maha Menerima Taubat”, kata Allah. Apa itu taubat? Taubat itu anugerah bagi pendosa yang menyesali dosanya. Dapat anugerah dari Allah bukan hukuman, yang datang bukan hukuman. Ketika seseorang berbuat dosa lalu ia menyesal kepada Allah, kepada Sang Pemilik dirinya, Sang Pemilik setiap debu yang diinjaknya, Sang Pemilik langit dan bumi ini, ia menyesali kesalahannya, menyesali bahwa perbuatan ini menyakiti hati Tuhannya maka Allah berikan kepadanya ampunan dan Allah dekatkan ia kepada-Nya Swt.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah, ketika Nabiyullah Musa as diperintah oleh Allah berdakwah mendatangi Fir’aun. Allah berfirman kepada Nabi Musa 21.15 “faqaalaa lahu qaulan Layyinan .., ucapkanlah kepada Fir’aun itu ucapan yang lembut”. Padahal Fir’aun itu sudah mengaku sebagai Tuhan. “faqala lahu qaulan layyina.., wahai Musa dan Harun ucapkan padanya kalimat yang lembut”. Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah ketika Nabi Musa mengajak Qarun, seorang yang kaya – raya tapi membawa kerusakan dan menyembah selain Allah dan mengajak orang – orang ikut kepada kesesatannya dengan membagi – bagikan hartanya. Maka Nabi Musa mendakwahinya dan Qarun tetap dalam kekufurannya. Maka Nabi Musa as berkata “wahai bumi pendamlah Qarun sampai kelututnya” maka bumi memendam Qarun sampai ke lututnya. “Ayo..kau mau taubat?”, kata Nabiyullah Musa as dan ia berkata “tidak” maka Nabi Musa berkata “wahai bumi pendam ia sampai ke perutnya” maka bumi memendam Qarun sampai ke perutnya. “Aku tidak akan taubat wahai Musa!” maka berkata NAbi Musa “wahai bumi pendam Qarun sampai ke lehernya” maka Qarun pun dipendam oleh bumi sampai ke lehernya. Qarun menjerit “ya Musa cukup Musa aku sekarang mau taubat“, Nabi Musa berkata “wahai bumi pendam Qarun sampai ke seluruh tubuhnya” maka bumi pun memendamnya sampai keseluruhannya. Allah turunkan malaikat Jibril kepada Musa “man .. ya Musa .., wahai Musa kau ini tega sekali pada Qarun? kalau ia memanggil aku dan minta maaf padaku akan kumaafkan ia wahai Musa”. Demikian hadirin kasih sayang Allah dan cinta-Nya selalu ditawarkan kepada hamba-Nya.</p>
<p>Sampailah kita di bulan Rabiul Awwal, bulan yang sangat menyenangkan dan membawa kebahagiaan bagi muslimin – muslimat, ummat Nabi Muhammad saw. Kebahagiaan yang abadi, surga yang kekal, keridhoan Allah yang kekal, kesemuanya ini dipadu kejadiannya oleh Allah di bulan Rabiul Awwal. Lahir Sang Nabi saw di 12 Rabiul Awwal, demikian pendapat yang mu’tamad. Hari senin, 12 Rabiul Awwal hijrah Sang Nabi saw pun riwayat Shahih Bukhari bahwa beliau masuk ke kota Madinah Al Munawwarah pada hari senin, 12 Rabiul Awwal. Dan wafatnya beliau pada hari senin, 12 Rabiul Awwal.</p>
<p>Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa ketika Abbas bin Abdul Mutholib bermimpi Abu Lahab setelah wafatnya. Dilihatnya Abu Lahab berada didalam api yang mengerikan, maka ditanya kepada Abu Lahab apa yang kau terima setelah kematianmu wahai Abu Lahab? berkata Abu Lahab “tidak pernah kurasakan kenikmatan dan ketenangan sejak aku wafat terkecuali setiap hari senin aku diberi keringanan karena membebaskan budakku Juwairiyah mendengar kabar kelahiran Nabi Muhammad saw”. Jadi Juwairiyah itu budaknya Abu Lahab. Disaat hari senin lahirnya Rasul saw datang Juwairiyah kepada Abu Lahab “Abu Lahab, Aminah sudah melahirkan” maka Abu Lahab gembira (ini belum jadi musuhnya) kemudian Abu Lahab menjadi musuh sebesar – besarnya musuhnya Rasul saw adalah Abu Lahab, sampai diangkat 2 kali oleh Allah dalam 1 ayat “tabbat yadaa abilahabiwwatabba, celaka dua tangan Abu Lahab dan celaka” QS. Al Lahab : 1. Tidak ada satu orang pun yang dimurkai oleh Allah dalam satu ayat 2X kecuali Abu Lahab. Tapi ia bebaskan budaknya begitu dengan kabar gembira Aminah sudah melahirkan anak. “oohhh.. kau bebas karena aku gembira kau yang bawa kabar gembira ini maka kau bebas”. Itu (Abu Lahab) di kemudian hari menjadi musuh besar Nabi Muhammad saw. Tapi Allah tidak melupakan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Setiap hari senin, Abu Lahab itu berkata “aku diberi keringanan dengan bisa minum air dari ibu jariku ini, antara telunjuk dan ibu jari itu Allah keluarkan pancarkan air agar ia bisa minum karena pernah membebaskan budaknya Juwairiyah saat hari kelahiran Nabi Muhammad saw”. Ini riwayat Shahih Bukhari. Namun ini adalah mimpi dan tentunya sudah dipahami bahwa mimpi tidak bisa dijadikan dalil. Akan tetapi para muhadditsin dan para hujjatul islam dan para imam menjelaskan mimpi tidak bisa dijadikan dalil sebagai dalil syari’ah tapi bisa dijadikan dalil sebagai dalil afdholiyah wal hikmah. Kalau hukum (hukum syari’ah) tidak bisa dari mimpi, mimpi tidak bisa diterima. Tetapi kalau dalil hikayah, dalil hikmah, dan dalil afdholiyah bisa dipakai. Contohnya mimpinya pendeta Buhairah akan kelahiran Nabi Muhammad saw sudah dekat, non muslim yang mimpi kelahiran Nabi Muhammad saw sudah dekat jadi dalil. Dalil apa? dalil kebangkitan Nabi Muhammad saw tapi bukan dalil syari’ah. Itu maknanya. Jadi jelas sudah para muhadditsin, para imam kita melihat bagaimana indahnya perbuatan Allah kepada orang yang gembira kepada hari kelahiran Rasulullah saw.</p>
<p>Salafunnaasshalihin dan para Sahabat Rasul radiyallahu anhum memang tidak pernah membuat perayaan maulid karena tidak perlu. Jiwa mereka dan harta mereka dan seluruh hari – hari mereka telah mereka korbankan untuk cintanya kepada Allah dan Rasul saw. Mereka tidak punya idola selain Muhammad Rasulullah saw didalam kehidupan hamba – hamba Allah. Idola mereka satu saja Sayyidina Muhammad saw, Qudwah dari semua yang dijadikan Qudwah). Tapi setelah mulai jauh dari kemangkatan Sang Nabi saw mulailah hati muslimin – muslimat ini berguncang, mengalihkan idola mereka bukan lagi kepada Nabi saw. Maka dibuatlah perayaan maulid untuk membangkitkan kembali semangat ummat agar kembali mengingat sejarah Sang Nabi saw, budi pekerti Sang Nabi saw, tuntunan Sang Nabi saw dan kasih sayang Allah yang muncul dengan kebangkitan Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Hadirin, berkata Sayyidina Abbas bin Abdul Mutholib didalam Syi’bul Iman oleh Al Imam Baihaqi diriwayatkan pula dalam Musnad Ahmad, dalam Shahihain dan lainnya berkata Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib “ya Rasulullah turridu an’amta.., ya Rasulullah aku mohon ijin memujimu”. Memuji Nabi saw adalah salah satu bentuk pujian kepada Allah. Rasul saw senang dipuji, kenapa? karena jabatannya sebagai seorang Rasul. Beliau tidak mempunyai hati yang bangga atas pujian orang terhadap dirinya tapi beliau tahu pujian kepada beliau adalah bentuk cinta seseorang kepada Allah. Kenapa? Karena beliau mempunyai jabatan sebagai Rasulullah dan iman seseorang itu sempurna dengan cintanya kepada Nabi Muhammad saw. Karena makin seseorang cinta kepada Rasul saw, makin akan mengikutinya. Kalau seandainya kita mencintai seseorang dijadikan idola makin kita berusaha untuk mengikutinya. Oleh sebab itu Nabi saw gembira dengan semua perbuatan yang bias mendorong ummat ini mencintai beliau saw termasuk diantaranya pujian. Maka berkatalah Rasul saw kepada Sayyidina Abbas bin Abdul Mutholib “qul Laa Yafdhudhillahi faak.., silahkan Abbas ucapkan syairmu dan Allah akan menjaga bibirmu”. Maksudnya apa? Sayyidina Abbas berkata “sampai aku lanjut usia tidak pernah aku sakit gigi, tidak ada satupun gigiku yang tanggal karena doanya Nabi Muhammad saw saat aku akan mengucapkan syair pujian padanya”. Diantara kalimat Sang Nabi, Sayyidina Abbas bin Abdul Mutholib “kau yang disaat kelahiranmu ini wahai Sang Nabi saw, terang benderanglah bumi dg cahaya, terbitlah cahaya di ufuk dan disaat itu terbitlah cahaya mulia dan kami selalu berada didalam cahaya hidayah dan cahaya kelahiranmu itu yg masih menaungi kami sampai saat ini, kata Abbas bin Abdul Mutholib”. Ini menunjukkan salah satu kalimat yang diucapkan karena cintanya para sahabat dan gembiranya atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Risalah dan seluruh tuntunan syari’atul muthaharah ini Allah munculkan ke muka bumi di awali kelahiran Nabi Muhammad saw. Terbitnya dari kelahiran Sang Nabi saw maka Allah bersumpah dengan usia beliau saw, ini salah satu firman Allah “demi usiamu wahai Muhammad”. Menunjukkan dari sejak kelahiran hingga wafatnya beliau itu dimuliakan oleh Allah Swt.</p>
<p>Hadirin – hadirat, pujian kepada Nabi Muhammad saw adalah hal yang sunnah dan diperbolehkan dilakukan didalam masjid ataupun diluar masjid. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika Sayyidina Hasan bin Tsabit ra membaca syair pujian untuk Nabi saw masjid nabawiy maka Rasul saw berdoa untuk Hasan bin Tsabit “Allahumma ayyid-hu biruhil qudus, wahai Allah bantulah Hasan bin Tsabit itu dengan Jibril as”. Belum pernah Nabi saw mendoakan orang seperti itu kecuali untuk Hasan bin Tsabit yang membacakan syair pujian untuk Nabi saw didalam masjid. Oleh sebab itu jika muncul di masa sekarang, orang mengatakn pujian pada Sang Nabi itu bid’ah maka belum memahami hadits ini. Hadits ini riwayat Shahih Bukhari dan kemudian inilah hal yang sunnah memuji Nabi saw didalam masjid bahkan didoakan oleh Rasul saw. Kenapa? Karena memuji beliau saw akan menumbuhkan cinta kepada beliau saw. Dan cinta kepada beliau saw adalah kesempurnaan iman. “Belum sempurna iman kalian sebelum aku lebih dicintainya melebihi keluarganya, dari ayahbundanya, dan dari seluruh manusia”. Kenapa hadirin – hadirat? Karena tidak ada orang yang mencintai kita melebihi Nabiyyuna Muhammad saw kecuali Allah. Kalau saya tidak mengatakan kecuali tapi saya katakan Nabi Muhammad saw ini salah satu bentuk dari cintanya Allah kepada kita. Salah satu bentuknya adalah Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Laqad jaa’akum rasuulun min anfusikum ‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum, hariishun ‘alaikum bil mu’miniina raufurrahim, Sang Pemilik matahari dan bulan, langit dan lautan, kehidupan dari zaman ke zaman berfirman “Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian (manusia), sangat berat memikirkan hal yang menimpa kalian, sangat menjaga kalian dan sangat berkasih sayang kepada orang – orang yang beriman” QS. At-Taubah : 128. Siapa otrang – orang yang beriman? Muslimin – muslimat.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Beliaulah yang menjadi pembela utama untuk umatnya di yaumal qiyamah disaat semua orang lari dari dosa, saat semua orang takut pada dosa sampai para Nabi berkata “nafsiy..nafsiy.., pergi – pergi kalian aku tidak bisa untuk menyelamatkan kalian diriku ..diriku”, para Nabi berkata demikian. Ini diriwayatkan didalam Shahih Bukhari. Hanya beliau inilah yang mempertahankan kita agar tidak masuk neraka, beliau saw sujud kepada Allah Swt seraya berkata “ummatiy..ummatiy&#8230;,umatku..umatku wahai Allah”. Sujud untuk membela para pendosa agar jangan masuk neraka maka Allah berkata “…, angkat kepalamu beri syafa’at pada orang yang akan engkau beri syafa’at”. Dan beliau saw memberi syafa’at banyak orang, dibagi syafa’at kepada amal shalih, shadaqah bisa memberi syafa’at, hewan kurban bisa memberi syafa’at, masjid memberi syafa’at, semua bisa memberi syafa’at dari amal shalih. Sedemikian hebatnya para shalihin, para syuhada, para awlia memberi syafa’at. Terus saling membagi – bagi syafa’at agar banyak tertolong ummat ini. Ternyata masih ada yang menjerit didalam hati, mereka memanggil – manggil Nama Sang Nabi untuk mendapatkan syafa’at. Para pendosa, para penjahat, para orang yang wafat dalam kedhaliman, mereka masih menjerit dan Sang Nabi saw tidak tega mendengar jeritan mereka seraya kembali sujud kepada Allah meminta lagi syafa’at (dalam riwayat dikatakan 4X beliau meminta syafa’at) “ambil..ambil..orang yang akan kau beri syafa’at”, kata Allah. Demikian indahnya idolaku dan idola kalian Nabiyyuna Muhammad saw.</p>
<p>Mereka bertanya mana kasih sayang Allah? Koq Nabi saw lebih cinta kita daripada Allah Swt. Justru jawabannya Muhammad itu adalah bentuk cintanya Allah Swt kepada kita. Oleh sebab itu mencintai beliau adalah sempurnnya iman. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Kita bermunajat kepada Allah Swt dihadapan kita beberapa hari lagi acara besar kita hari senin, tepat 12 Rabiul Awwal di masjid istiqlal dan kita harapkan muslimin bias mencapai lebih dari 1 juta muslimin – muslimat. Kita ingin segera Jakarta ini jadi kotanya Sayyidina Muhammad saw, kita ingin segera Jakarta ini paling makmur panggung – panggung shalawat dan dzikir kepada Allah serta shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Sudah cukup Jakarta ini ratusan tahun dipenuhi dengan panggung – panggung dosa dan kesalahan. Sudah waktunya kita melakukan pembenahan dan kedamaian. Semoga Allah membenahi bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin di Barat dan Timur diawali dengan Jakarta. Kenapa? Ibukota muslimin terbesar di dunia adalah Jakarta ini. Negara muslimin terbesar di dunia adalah Indonesia. Paling banyak ummat Nabi Muhammad saw, jadi Indonesia ini negeri yang paling diperhatikan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Kenapa? paling banyak ummat Nabi Muhammad saw disini. Orang berkata disini banyak musibah, karena musibah adalah pensucian dosa. Tapi kalau mereka beristighfar Allah akan angkat musibah itu dari mereka dan ibukota Indonesia adalah Jakarta. Oleh sebab itu kalau muncul kemakmuran dipermukaan bumi sebagaimana dijanjikan oleh Sang Nabi saw dari hadits yang shahih bahwa di akhir zaman pembunuhan terjadi, perampokkan, perpecahan, permusuhan lalu banyak yang mengaku Nabi setelah itu akan muncul kemakmuran. Kita bertanya dari mana munculnya kemakmuran? Kemakmuran itu akan berawal dari bumi Jakarta.</p>
<p>Hadirin – hadirat, semoga Allah jadikan Rabiul Awwal tahun ini membuka kemkmuran bagi bumi Jakarta dan mengawali kemakmuran Barat dan Timur. Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram kita jadikan 12 Rabiul Awwal ini tanda kesetiaan kita kepada Allah dan Rasul. Ajak teman – teman kita hadir, acara kita di masjid istiqlal dari jam 09.00 WIB s.d selesai. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah dan ada acara – acara lainnya. Sebelumnya malam senin, malam ahad, malam sabtu, acara – acara para caleg kita penuh dan semoga Allah jadikan Rabiul Awwal ini keberkahan yang dengan itu akan muncul pemimpin Insya Allah di bumi Indonesia ini pemimpin yang akan membuka kemakmuran bagi negeri dan bangsa kita mengawalai kemakmuran Barat dan Timur. Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram kami bermunajt kehadirat-Mu</p>
<p>Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram kami hadir di hadapan-Mu dan Kau telah sangat menyayangi kami dari sejak kami belum lahir hingga kami lahir dan kami terus berbuat kemunkaran dan dosa dan Kau terus menawarkan cinta dan pengampunan. Wahai Yang Maha menawarkan cinta lebih dari cinta kami kepada-Mu, yang jika kami mendekat kepada-Mu Kau lebih dekat kepada kami, kami ingin lebih cinta kepada-Mu, jika kami rindu pada-Mu Kau lebih rindu daripada kami tuk berjumpa dengan kami. Ya Rahman Ya Rahim inilah jiwa, hidupkan jiwa kami dengan kerinduan kepada-Mu, hidupkan hari – hari kami dengan kebahagiaan. Terbitkan matahri kemakmuran bagi kami dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim inilah kami para pendosa tidak bisa lari dari dosa setiap terbit dan terbenamnya matahari. Tapi kami juga tidak mau jauh dari-Mu wahai Allah, wahai Yang Maha Dekat, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Luhur, wahai Nama Yang Paling Agung, wahai Nama Yang Maha Peling memiliki kita, wahai Nama Yang Maha Berkasih – sayang</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Lambang cinta Allah adalah Nabiyyuna Muhammad saw. Tiadalah Aku utus engkau terkecuali Rahmat dan Kasih Sayang-Ku bagi alam semesta.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Semoga Allah Swt menjadikan hari esok lebih indah dari hari lainnya, Allah limpahkan anugerah di hari esok lebih dari hari ini dan Allah jadikan setiap malam setiap hari Anugerah-Nya semakin besar bagi kita, kasih sayang-Nya semakin besar bagi kita dan semoga semkin hari kita semakin dicintai Allah, dijadikan setiap hari kami bertambah cinta kami kepada-Mu, Rabboy Rabby terus kuatkan kami untuk memahami kalimat-Mu “man ahabba liqaAllah ahabballah liqa’ah” barangsiapa yang rindu jumpa dengan-Ku, Aku rindu jumpa dengannya. Rabbiy Rabbiy kuatkan keyakinan ini dalam jiwa kami Ya Rahman Ya Rahim.</p>
<p>Kita juga gembira dengan para tamu – tamu kita yang hadir malam ini. Disini ada Bpk. Adi Kesuma Pimpinan Umum Majalah Garda. Beliau ini mendukung penuh dakwah Nabi kita melalui media. Karena memang media ini zaman sekarang sangat sulit meliput hal – hal yang baik. Kalau meliput hal – hal yang membawa kerusakan, membawa cela bagi muslimin ditayangkan. Kalau acara – acara besar yang ada majelis dzikir, ketenangan pemuda, kedamaian pemuda mereka tidak mau atau malas menayangkannya. Ini Alhamdulillah Bpk. Adi Kesuma Pasaribu Pimpinan Umum Majalah Garda, Insya Allah beliau yang mengawali daripada media – media massa yang Insya Allah akan terus menayangkan karena umat ini ikut dengan gaya media masa. Apa yang ditayangkan di media itulah kiblatnya umat, kalau media masa melihat muslimin berbuat itu maka orang – orang awam benci pada muslimin. Maka oleh sebab itu musuh – musuh islam tidak mau acara – acara damai seperti ini masuk ke media karena akan diikuti ditempat lain. Nanti orang gitu juga, dzikir pemuda, shalwat pemuda, nanti dimana – mana pemuda. Nanti orang ikut bikin seperti itu, musuh – musuh islam takut hal seperti ini terjadi maka tidak ditayangkan ke media. Bpk. Adi Kesuma Pasaribu semoga dipanjangkan umurnya dan dilimpahi keberkahan dalam perjuangannya dan juga Guru kita yang datang dari Papua, Habib Ahmad Bahr, para habaib, para tokoh masyarakat, dan para sesepuh. Kita berdoa kepada Allah dengan qasidah penutup kita yang diwasiatkan oleh Guru Mulia kita Al Hafidz Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz untuk memohonkan ketenangan dan pertolongan bagi muslimin dan juga munculnya pemimpin – pemimpin yang membela islam, yang membawa kedamaian, yang mencintai shalihin, pemimpin yang melakukan shalat, pemimpin yang membela kedamaian dan pembenahan ummat. Kita berdoa bersama – sama. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=215&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/ucapan-subhanallahi-wabihamdih-peruntuh-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janganlah Memaksakan Perjalanan Kecuali Pada Tiga Masjid</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/janganlah-memaksakan-perjalanan-kecuali-pada-tiga-masjid/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/janganlah-memaksakan-perjalanan-kecuali-pada-tiga-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 03:43:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 23 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja langit dan bumi, Maha Membangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=212&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 23 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p><strong>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)</strong><br />
<span id="more-212"></span><br />
<img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/hb_munzir_002.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="130" height="169" align="left" />Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja langit dan bumi, Maha Membangun kemegahan alam semesta dari tiada, Maha Tunggal dan Maha Abadi sempurna dengan Keabadian-Nya dan alam semesta menjadi lambang Kesempurnaan-Nya. Maha Melimpahkan Anugerah tiada pernah terhenti sepanjang waktu dan zaman. Terbit dan terbenamnya matahari menyaksikan Anugerah Ilahi yang tiada pernah terputus kepada hamba – hambaNya. Hamparan permukaan bumi yang selalu menyaksikan limpahan Anugerah Illahi. Kenikmatan yang tiada tara yang tidak bisa diberikan oleh hamba satu sama lain. Kenikmatan hidup, kenikmatan bernafas, melihat, mendengar, berbicara, berfikir.</p>
<p>Tiada satu manusia bisa menciptakan akalnya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan tangannya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan lidah dan bibirnya sendiri, tiada satu manusia bisa memiliki kehidupannya sendiri, bahkan ia lahir tanpa kehendak-Nya untuk lahir ke muka bumi. Tiada satu bayi lahir ke dunia karena ia sendiri yang ingin lahir. Tapi semua bayi lahir tanpa tahu kenapa ia lahir. Maka setiap kelahiran bayi di muka bumi melambangkan bahwa kehidupan berawal dari kehendak Rabbul Alamin. Maka diutuslah Para Nabi dan Rasul, para pembawa risalah mulia menuntun kepada keluhuran.</p>
<p>Dan sampailah kepada kita keagungan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membawa kemuliaan – kemuliaan ibadah, perbuatan – perbuatan yang indah juga doa – doa dan munajat yang indah. Allah Maha Tahu bahwa manusia itu selalu menginginkan keindahan. Aazllah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan Allah Maha Tahu manusia itu sangat tidak berdaya untuk lepas dari segala dosa.</p>
<p>Namun Dia (Allah) menciptakan manusia itu lemah agar manusia banyak berdoa. Maka Allah menciptakan keinginan dosa pada manusia agar mereka mau meminta ampun agar mereka memahami bahwa Sang Pencipta mereka Maha Pengampun. Allah menciptakan manusia bisa berbuat jahat agar manusia mengenal Yang Maha Memaafkan. Jalla Wa Alla Swt yang menuntun setiap kejadian. Hakikatnya merupakan bentuk perkenalan Kesempurnaan Allah dan Keindahan Allah.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Maka muncullah 7 ayat dalam surah Al Fatihah yang mengandung rahasia Kasih Sayang Allah untuk hamba – hambaNya yang beriman dan yang tidak beriman. <strong>“Bismillahirrahmanirrahim” QS. Al Fatihah : 1 </strong>adalah kalimat yang mengenalkan Kasih Sayang Allah pada hamba-Nya yang beriman dan yang tidak beriman.<strong> “Arrahman” </strong>adalah Kasih Sayang Allah pada seluruh hamba-Nya, yang muslim yang bukan muslim, hewan dan tumbuhan semua yang baik dan yang jahat diberi Anugerah oleh Allah. Dijinkan minum, diijinkan makan, diijinkan bernafas, yang kesemuanya itu adalah bentuk dari nikmatnya Allah Swt.</p>
<p>Rasulullah saw itu kalau selesai minum beliau berdoa  <strong>“Alhamdulillahilladzi ja’allahu ‘adzban furatan birahmatihi wa lam ya2j’alhu milhan ujaajan bidzunubina”</strong> lailahailallah..(luar biasa),  beliau berkata kalau saat minum, (haus lalu minum), ucapannya selesai minum : <strong>segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini tawar dan enak diminum karena Rahmat dan Kasih Sayang-Nya kepada kita dan tidak menjadikan air ini pahit dan getir sebab dosa – dosa kita”. </strong>Allah bisa membalikkan air yang jernih itu menjadi bara api yang masuk ke dalam mulut kita karena dosa – dosa kita. <strong>“Alladzi ja’alahu adzbamfuratan birahmatihi”</strong> tetap tidak berubah air itu walau diminum oleh seorang pendosa. <strong>“wa lam yaj’alhu milhan ujaajan bidzunubina”</strong> tidak Ia (Allah) dijadikan pahit dan getir bagi mereka karena dosa – dosa kita. Inilah bentuk Kasih Sayang Allah dalam setiap reguk air yang kita minum dan kita memahami bahwa kita penuh dosa dan kesalahan.</p>
<p>Hadirin – hadirat, <em>“Bismillahirrahmanirrahim” “Arrahman” </em>(Maha Melimpahkan Kasih Sayang kepada seluruh makhluk-Nya).<strong> “Arrahim” Kasih Sayang Allah untuk yang beriman, khusus bagi yang beriman. </strong>Jadi kalimat ini mengenalkan Kasih Sayang dan merangkul seluruh makna kasih sayang dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah di muka bumi dan kenikmatan yang abadi kelak bagi yang beriman di dunia dan di.akhirat. bagi yang tidak beriman hanya di dunia saja. Demikian dan surah Al Fatihah juga adalah induk dari seagung – agungnya doa.</p>
<p>Surah Al Fatihah adalah induk dari seagung – agungnya doa, seagung – agungnya Rahmat-Nya Allah. Ketika kita memahami dasar awal kecelakaan dan musibah dan kesulitan di dunia &amp; di barzah dan di akhirat adalah dosa. Maka keselamatan dari dosa – dosa adalah jalan yang lurus dan baik. Itulah yang tersimpan dalam surah Al Fatihah.</p>
<p><strong>“Ihdinaashshirathalmustaqiim” QS. Al Fatihah : 6 tunjukkan kami ke jalan yang lurus. </strong>Adakah doa yang lebih agung daripada doa untuk selalu berada di jalan yang dicintai dan direstui Allah. Adakah kalimat yang lebih agung dari tidak ingin selalu jauh dari Allah. Kalimat agar kita selalu bersama Rabbul Alamin.<strong> “Ihdina.. ihdina.. ihdina”</strong> tunjukkan.. tunjukkan.. tunjukkan kami ke jalan yang lurus, walau sudah tahu tunjukkan lagi yang lebih indah bukan dari pintu yang lebih indah. Kami tahu jalan yang lurus, ibadah yang indah tapi barangkali belum bisa mengamalkannya maka tunjukkanlah. Bila yang menghalangi kami dari jalan yang lurus adalah pekerjaan maka berikan pekerjaan yang lebih indah dan lurus di mata-Mu Rabbiy.</p>
<p>Jika yang menjadi penghalang adalah usaha kami daripada hal – hal yang tidak Kau ridhai maka jadikanlah Rabbiy usaha kami hal &#8211; hal yang Kau ridhai dan membawa kemakmuran. Jika rumah tangga kami, jika masalah kami, jika..jika..jika setiap detik dalam kehidupan kami yang keluar dari jalan-Mu, kembalikanlah kepada jalan yang benar. Inilah doa yang menuntun kita agar selalu dirangkul oleh cintanya Allah.</p>
<p><strong>“Shiratalladzina an’amta a’laihim” QS. Al Fatihah : 7 jalan orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka. </strong>Alangkah indahnya ajaran doa dari Rabbul Alamin. Minta jalan orang yang Kau beri kenikmatan dunia dan akhirat, beri kami kenikmatan. Adakah lebih yang diinginkan manusia melebihi dari kenikmatan? adakah kebutuhan lebih dari kenikmatan? Kenikmatan dunia, kenikmatan akhirat tersimpan dalam kalimat <em>“Shiratalladzina an’amta a’laihim”. </em></p>
<p><strong>“Ghairilmaghdhubi a’laihim waladhdhaalliin” QS. Al Fatihah : 7 bukan jalan yang mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. </strong>Oleh sebab itu setiap kita shalat selalu dibaca tiap rakaat. Kenapa? karena inilah seagung – agungnya doa, seagung – agungnya harapan, seagung – agungnya anugerah tersimpan dalam Fatihatul kitab. Beruntunglah kita yang mengikuti dan memahami rahasia kemuliaan Anugerah Illahi.</p>
<p>Sampailah kita pada hadits riwayat Shahih Bukhari yang kit abaca bersama tadi. <strong>“la tasyaddurrahalu illa ilaa tsalatsah masaajid, Almasjidil haram, wa masjidirrasul shallallahu a’laihi wasallam, walmasjidil Aqsha” jangan berusaha untuk mengadakan perjalanan atau memaksakan diri untuk mencapai kecuali 3 tempat yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy dan Masjidil Aqsa. </strong>Maksudnya bukanlah larangan untuk pergi ke masjid lain atau ke tempat lain tapi hadits ini dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari makna hadits ini adalah <em>tasyjii’ wattarghib, laysa littahrim.</em> Makna hadits ini bukan berarti seseorang itu haram pergi ke masjid lainnya akan tetapi memberikan semangat dari Nabi saw, tidak ada tempat yang lebih baik dari dituju di muka bumi melebihi Masjidil Haram, Masjid Nabawiy dan Masjid Al Aqsa. 3 tempat termulia yang ada di muka bumi. Kalau bawa anak, tamasya, ziarah, mengadakan dalam perjalanan, boleh – boleh saja tapi tidak ada yang melebihi 3 kemuliaan tempat ini.</p>
<p>Disini <em>laisa bittahriim, tap Tasyjii’ wattarghiib, </em>bukan haram pergi ke masjid lain, karena di dalam riwayat Shahih Bukhari Nabi saw pergi ke masjid quba setiap hari sabtu. Masji d Quba bukanlah masjid haram, bukan masjil Aqsa, bukan masjid nabawiy, tapi Nabi saw setiap hari sabtu pergi ke masjid Quba.<br />
Menunjukkan pergi ke masjid – masjid lain juga boleh. Memaksakan perjalanan ke masjid lain juga boleh tapi tidak ada tempat yang lebih agung di muka bumi melebihi Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa.<br />
Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisayarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa makna hadits ini terlepas dari keinginan seseorang daripada ziarah kepada pekuburan shalihin (orang – orang shalih) karena yang dituju bukan masjidnya tapi pekuburannya. Sebagaimana Rasul saw berziarah ke Baqi’ dan ke tempat lainnya. Demikian pula kita kalau seandainya berziarah ke tempat – tempat para shalihin maka hal itu adalah sunnah. Akan tetapi kalau kita bicara masjid, tidak ada yang lebih mulia di muka bumi selain 3 masjid (Masjidil Haram wa Masjidirrasul wa Masjidil Aqsa). 3 tempat yang Allah jadikan perjuangan dan kemuliaan langkah – langkah Nabi Muhammad Saw.</p>
<p>Masjidil Haram adalah tempat lahirnya Rasulullah Saw, Masjid Nabawiy adalah makamnya Rasulullah Saw, Masjidil Aqsa adalah tempat Isra dan Mi’rajnya Rasulullah Saw. Dijadikan Nya (oleh Allah swt) tempat yang didatangai Nabiyunna Muhammad Saw dan mencatat sejarah agung itu sebagai tempat tempat suci dan mulia.</p>
<p>Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda <strong>“ma baina, baiti wamin bariy raudhatun min riyadhil jannah” </strong>diantara rumahku dan mimbarku adalah taman – taman surga. Raudhatul Syarif, apa maksudnya? antara rumah dan mimbarnya adalah taman surga. Kan tempat biasa, itu tanah, Bagaimana taman surga? Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan maknanya adalah mulianya tempat tersebut dan banyaknya, berdatangannya berkali – kali dan berbolak – baliknya malaikat Jibril membawakan wahyu di tempat tersebut. Maka tempat itu menjadi salah satu dari tamannya surganya Allah Swt. Apa maksudnya? Orang yang ibadah di tempat itu, Insya Allah bersama Rasulullah Saw di taman surganya Allah.</p>
<p>Oleh sebab itu Abu Abdilah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari yaitu pengarang Shahih Bukhari, kita kenal dengan nanam Imam Bukhari. Beliau menulis lebih dari 7.000 hadits didalam shahihnya di raudhatul syarif. Satu hadits ditulis berwudhu, shalat, tulis lagi, berwudhu, shalat. Demikian di dalam tadzkiratul huffadh dan <strong>syi’ar .. </strong>karena beliau sangat mencintai Nabi Muhammad Saw sehingga beliau menulis haditsnya di raudhatul syarif (diantara makam dan mimbarnya Rasulullah saw).</p>
<p>Ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berdoa kepada Allah <strong>“Allahummarzuqnissyahaadah fi baladi Rasulik” wahai Allah beri aku mati syahid tapi mati syahidnya di Madinah Al Munawwarah. </strong>Dikabulkan oleh Allah. Bukan hanya di Madinah wafatnya tapi malah dimakamkan di sebelah makamnya Rasulullah Saw. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Rasul saw berdoa : <strong>“Allahumma habbib ilaynal Madinah Kahubbina Makkah awa asyadd” wahai Allah jadikanlah kami ini mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah.</strong> Inilah doanya Nabi Muhammad Saw, riwayat Shahih Bukhari. Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah Al Munawwarah, semoga aku dan kalian mencintai Madinah Al Munawwarah.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Dari salah satu sunnah Sang Nabi saw yang tidak ditinggal oleh Nabi saw didalam melakukan safar adalah qabliyah fajr (shalat sunnah sebelum shalat fardhu fajar). Ini pertanyaan yang perlu saya perjelas karena pertanyaan sering muncul. Shalat Fajar itu adalah shalat subuh. Sebagian orang mengatakan shalat fajar itu bukan shalat subuh, sama saja shalat fajar itu ya shalat subuh. Kalau sunnah fajar berarti sunnah subuh, ketahuilah bahwa tidak ada bedanya makna fajar dan subuh itu didalam fiqh. Saya sudah shalat fajar (shalat subuh berarti). Kalau niatnya <em>“ushalli fardhul fajr dengan ushalli fardhussubuh” </em>sama saja, karena fajr itu ya subuh, subuh ya fajr. Kalau qabliyah fajr ya qabliyah subuh. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha didalam Shahih Bukhari Rasul saw selalu memaksakan untuk tidak pernah meninggalkan shalat qabliyah fajr <strong>“fi hadharin wa safar” didalam perjalanan maupun tidak dalam perjalanan, </strong>dalam keadaan sakit atau dalam keadaan sehat selalu tidak mau tinggal shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat subuh. Mau dibilang qabliyah fajr atau qabliyah subuh itu – itu juga maknanya.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Allah Swt menuntun hamba – hambaNya kepada kemuliaan maka jadikan hari – hari kita terus mendekat kepada hal – hal yang mulia. Kita memahami bagaimana Allah memuliakan hamba – hambaNya yang memperjuangkan hal – hal yang diridhai Allah. Saya ambilkan satu penyampaian ketika Nabiyullah Ibrahim as diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ketika Nabiyullah Ibrahim as ini sudah siap dibakar oleh Namrud karena menghancurkan semua berhala dan menggantungkan kapak yang menghancurkan semua berhala pada berhala yang paling besar maka rakyat sudah tahu ini yang berbuat adalah Ibrahim maka bakar. Ketika kayu – kayu bakar sudah ditumpukkan disekitar Ibrahim bagaikan bukit yang besar maka disaat itu Rasul saw menyampaikan riwayat cerita ini sebagaimana dijelaskan didalam Fathul Baari Al Masykur bahwa langit dan bumi dan malaikat berdoa kepada Allah. <strong>“Wahai Allah kekasih-Mu itu Ibrahim mau dibakar”</strong> maka Allah menjawab <strong>“Aku lebih tahu daripada mereka talam semesta”. </strong>Wahai alam semesta, wahai gunung, wahai malaikat, wahai alam jika Ibrahim meminta bantuan kepada kalian, memerintah kalian maka taati, perintah Allah. Nabiyullah Ibrahim berdoa <strong>“wahai Allah Engkau Maha Tunggal di langit dan bumi, aku ini sendiri di muka bumi, tidak ada manusia menyembah-Mu selain aku di muka bumi ini, di dunia ini”.</strong> Saat itu belum punya umat, sendiri Nabi Ibrahim. Engkau Maha Tunggal ya Rabb dan aku sendiri di bumi ini, tidak ada satu pun yang menyembah-Mu di muka bumi. <strong>“Hasbiyallahu wani’mal wakiil” cukup bagiku Engkau wahai Allah daripada hal – hal yang perlu kuminta perlindungan.</strong> Maka Allah melihat api Namrud dinyalakan maka Allah memerintahkan<strong> “kuuniy bardan wa salaaman ala ibrahim..”, QS. Al Anbiya 69 wahai api jadilah kau sejuk dan membawa kesejahteraan atas Ibrahim as.. </strong>Kita lihat bagaimana mesranya doa Nabi Ibrahim kepada Allah. Bagaimana pasrah dirinya Nabiyullah Ibrahim kepada Allah, Khalilullah (kekasih Allah).</p>
<p>Kita lihat riwayat yang berkaitan dengan ini. Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah bahwa Allah menyaksikan seekor katak yang mengisi air di mulutnya dan melompat – lompat mendekat kepada Nabi Ibrahim dan meniupkan air di mulutnya ke gunung api yang membakar Nabiyullah Ibrahim. Apa artinya perbuatan seekor katak? ia kembali lagi mengambil air, menaruh air di mulutnya, melompat – lompat lagi mendekati api dan menyemburkannya. 1000 katak berbuat seperti ini tidak akan bisa memadamkannya. Tapi perbuatan yang sia – sia itu tidak sia – sia di mata Allah. Allah haramkan semua katak untuk dibunuh hingga akhir zaman, gara – gara satu perbuatan katak. Diriwayatkan didalam Sunan Al Kubra oleh Al Imam Baihaqi dan riwayat Imam Nasa’i dan riwayat Imam Abi Daud dengan riwayat hasan dan riwayat yang shahih bahwa Rasul saw melarang membunuh katak.</p>
<p>Datang seseorang berkata <strong>“ya Rasulullah kami ingin menjadikan obat dari hewan katak boleh tidak?”,</strong> dilarang oleh Nabi saw. Jangan membunuh katak.<br />
Subhanallah!! Kenapa? karena cintanya katak kepada Khalilullah (Nabiyullah Ibrahim as). Padahal perbuatannya sia – sia tidak bisa memadamkan api itu dan Allah sudah menolongnya tanpa perlu katak ini meniupkan air, tapi usahanya, walaupun ia tahu perbuatannya itu tidak akan merubah sesuatu tapi niatnya didalam hati seekor katak yang demikian kecil Rabbul Alamin melihat dan memerintahkan semua Nabi untuk melarang umatnya membunuh katak.</p>
<p>Hadirin, kseru engkau untuk membela Sayyidina Muhammad Saw lebih – lebih lagi jiwa yang ingin membantu dan menegakkan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Membantu menyebarkan dan membenahi umat agar dalam kedamaian. Kalau seekor katak mendapatkan penghargaan diharamkan untuk dibunuh seluruh bangsanya hingga akhir zaman hanya karena mengumpulkan air di mulutnya untuk memadamkan api Nabi Ibrahim. Renungilah kelembutan dan penghargaan Allah ini. Renungilah didalam jiwa masing – masing, renungilah segalanya betapa Allah menghargai orang – orang yang mau perduli atas hamba – hamba yang dicintai Allah. Hadirin – hadirat, semoga Allah Swt mempercepat jadinya kota Jakarta ini kotanya Nabi Muhammad Saw. Kota yang damai, kota yang sejahtera, kota yang tidak ada padanya atau sangat – sangat terbatas sekali narkotika, kekerasan, dan segala kejahatan terus berkurang dan semakin reda, semakin reda menjadi kota yang damai dan jadikan setiap diri kita menjadi orang – orang yang turut mendukung pembenahan kedamaian ini.</p>
<p>Hadirin – hadirat, kita berdoa kepada Allah Swt. Disini juga ada tamu – tamu kita para calon legislatif Bpk. H. Ashraf Ali, Bpk. H. Khairul Azhar, Bpk. H. Igo Ilham ini semuanya berniat sama untuk membenahi bumi Jakarta agar selalu berada dalam kedamaian. Semoga diberi kesuksesan oleh Allah Swt. Semua yang memperjuangkan kedamaian di bumi Jakarta Rabbiy dan bergandengan dengan Majelis Rasulullah Saw kita doakan dan kita inginkan mereka intuk maju dan membenahi wilayah kita. Amin allahumma amin.</p>
<p>Dan juga tamu – tamu kita yang hadir semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah. Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah dan kita berdoa kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Keberkahan kepada kita, melimpahkan kedamaian kepada kita dan meredam segala fitnah yang datang kepada kita dan menyelesaikan segala kesulitan yang ada pada kita. Barangkali diantara kami yang hadir Rabbiy didalam permasalahan rumah tangganya, permasalahan dalam pekerjaannya, permasalahan dalam sekolahnya, permasalahan dalam pekerjaannya. Rabbiy Rabbiy kami meminta kepada-Mu Yang Maha Abadi dan Maha Tunggal untuk menyelesaikan segala kesulitan kami, pada siapa kami mengadu bukanlah kepada pintu-Mu Yang Maha dermawan Ya Rabb..</p>
<p>Ya Rahmah Ya Rahim <em>“Ihdinaashshirathalmustaqiim Shiratalladzina an’amta a’laihim” </em>tunjukkan kami ke jalan yang lurus, tunjukkan kami ke jalan yang indah. Kami yang masih terjebak dalam dosa tunjukkan untuk segera terhindar dari dosa, yang masih terjebak dalam kesulitan tunjukkan jalan menuju penyelesaian. Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari dan membenamkannya, wahai Yang Menciptakan seluruh sel dan debu menghamparkan ke permukaan bumi, wahai Yang Mamahami segala kehidupan dan segala kematian, wahai Yang Menguasai kehidupan dunia, kehidupan barzah dan kehidupan di yaumal qiyamah, kami pasrah kepada-Mu Rabbiy Sang Pemilik kehidupan. Kamilah yang menjadi milikmu, kami adalah milik-Mu di dunia, milik-Mu di alam barzah, milk-Mu di yaumal qiyamah. Kami titipkan diri kami pada gerbang Rahmat-Mu ya Allah, pada gerbang Kasih Sayang-Mu Rabbiy. Kepada siapa pendosa ini menitipkan dirinya kalau bukan kepada gerbang pengampunan-Mu Yang Maha Luas.</p>
<p><strong>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) </strong>Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Faquuluuu jamii&#8217;an (ucapkanlah bersama sama) </span></strong>Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah</p>
<p>Kita berdoa juga semoga Allah mensukseskan rencana acara besar kita 12 Rabiul Awwal 1430H di MONAS. Ini waktunya pagi sebagaimana tahun lalu di monument nasional kita akan mengadakan Maulid Agung pada tanggal 12 Rabiul Awwal pagi waktunya karena itu hari senin kebetulan tepat dengan lahirnya Rasulullah saw. Dan hari itu tanggal merah, hadirin semoga acara ini sukses dan semoga Allah menyingkirkan segala fitnah dari acara yang menghambat daripada kejadian ini dan kita berharap juga bahwa acara ini menjadi acara besar yang menjadi benteng bagi khususnya bumi Jakarta dan umumnya bangsa kita dari segala musibah dan bala yang datang kepada kita. Allahumma amin dan kita meneruskan kembali dengan doa dan munajat bersama untuk muslimin – muslimat dan terangkatnya pemimpin yang lebih mencintai pembenahan umat. Amin Allahumma Amin.</p>
<p>Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=212&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/janganlah-memaksakan-perjalanan-kecuali-pada-tiga-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majelisrasulullah.org/images/stories/hb_munzir_002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siwak Membawa Keridhoan Allah</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/siwak-membawa-keridhoan-allah/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/siwak-membawa-keridhoan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 03:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum dan Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 16 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Siwak adalah menyucikan mulut dan membawa keridhoan Allah” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah yang seluruh alam semesta tiada berhenti bergemuruh memuji Allah, yang langit dan bumi tiada berhenti mensucikan dan mengagungkan Allah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=210&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 16 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Siwak adalah menyucikan mulut dan membawa keridhoan Allah” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-210"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah yang seluruh alam semesta tiada berhenti bergemuruh memuji Allah, yang langit dan bumi tiada berhenti mensucikan dan mengagungkan Allah. Maha Raja Tunggal dan Abadi, Maha Memiliki segala yang ada, Maha Menjadikan semua yang di alam semesta berkaitan satu sama lain di dalam rantai kehidupan antara hewan, tumbuhan dan lautan dan lainnya. Yang kesemuanya itu merupakan rantaian kehidupan yang berada di dalam satu genggaman Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi. Kehidupan dan kematian silih berganti memenuhi permukaan bumi. Berjuta – juta nama diizinkan hidup di atas bumi dan kemudian wafat. Demikian dari generasi ke generasi, permukaan bumi dihamparkan oleh Allah untuk keturunan Adam mencapai tujuannya kembali kehadirat Rabbul Alamin. Kembali kepada tujuannya berjuang mencapai keridhoan Allah. Inilah tujuan penciptaan manusia, demikianlah Allah Swt membuat aku dan kalian hidup di muka bumi dengan satu tujuan agar kita mendekat Kehadirat-Nya agar memahami Keluhuran-Nya yg tersimpan di dalam Keridhoan-Nya, yang Keridhoan Allah berpadu pada tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Beruntunglah mereka yang memahami samudera tuntunan Illahi yang dibawa oleh Sang Nabi saw. Beruntunglah jiwa yang mencintai Rasulullah saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Ketika Allah menciptakan langit dan bumi lalu Allah juga menjadikan surga yang jauh lebih indah dari dunia dengan segala kemewahannya dan segala keindahannya sebagai lambang Kasih Sayang-Nya. “falaa ta’lamu nafsun ma ukhfiya lahum min qurrati a’yunin jazaa’an bimaa kaanu ya’maluun” QS. Assajdah : 17 “manusia itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan Allah untuknya, untuk membalas apa – apa yang ia perbuat”. Alangkah indahnya Allah karena Allah sebenarnya tidak perlu membalas setiap ketaatan. Karena ketaatan sudah jelas tidak mampu membayar segala kenikmatan oleh Maha Raja Yang Berhutang Jasa kepada-Nya seluruh makhluk-Nya, tiada akan pernah terbayar dengan ketaatan sepanjang waktu dan zaman.</p>
<p>Namun Sang Maha Indah menjadikan ketaatan itu ada padanya balasan demi mengundang hamba-Nya untuk lebih ingin dekat Kehadirat-Nya. Untuk apa Allah menciptakan pahala? Untuk apa Allah mengingatkan manusia dengan neraka?, agar mereka mendekat kehadirat Allah. Padahal Allah Maha Tidak Membutuhkan kita. Demikian samudera keindahan Ilahi yang tiada akan pernah kita temukan pada makhluk-Nya terkecuali Maha Tunggal Rabbul Alamin Swt. Bahkan melipatgandakan pembalasan amal pahala 10X lipat hingga 700X lipat. Padahal tidak perlu ada yang disebut pembalasan pahala karena setiap manusia sudah berhutang jasa yang tidak akan pernah terbayar dengan kenikmatan yang Allah berikan dan Dia menamakan Dirinya “ADDAYYAAN”, Yang Maha Berhutang Jasa kepada-Nya seluruh makhluk. Agar setiap makhluk mamahami bahwa setiap kehidupan mereka terikat kepada jasa Rabbul Alamin Yang Maha Abadi.</p>
<p>Semakin seseorang memahami syaria’tul muthahharah dan mendalami ilmu mulia ini, ia akan semakin paham betapa agungnya Sang Pemilik dirinya yang menawarkan padanya setiap nafas untuk bisa dekat kehadirat Allah. Setiap nafas kita itu, ditawarkan kepada kita untuk dekat kepada Allah Jalla Wa Alla. Inilah Nama Yang Terindah untuk dijawab panggilan dan seruan-Nya. Seruan Kasih Sayang Ilahi memanggil kita. Adakah kita menjawabnya dengan ibadah kita?</p>
<p>Kebangkitan Muhammad Rasulullah Saw membawa Rahmat-Nya Allah. Rahmat-Nya Allah yang bersifat Kekal dan Abadi. Maka di malam ini kita melihat 1 hadits yang membuka gerbang keluhuran tertinggi dari semua gerbang anugerah. Kita memahami anugerah Allah itu Surga dan Keabadiannya, dan surga itu Kita tahu itu anugerah besar tetapi diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Rasul saw bersabda bahwa Allah berfirman didalam hadits qudsiy “ketika semua penduduk surga sudah masuk surga, sudah tahu dan merasakan kenikmatannya, sudah tinggal di istana – istana kemewahan yang selalu semakin indah berubah semakin indah dan semakin indah sepanjang waktu dan saat, Allah memanggil hamba – hambaNya dan berfirman : “maukah kalian Ku-beri yang lebih dari ini..?”, kata Allah. Hamba-Nya bertanya “Rabbiy..apa lagi anugerah yang lebih dari ini? Ini sudah surga dengan segala kemewahannya..??”.</p>
<p>(*hb munzir menghentikan sesaat kelanjutan hadits qudsiy ini dan mengalihkan pembahasan sesaat demi memperkuat pemahaman hadirin)</p>
<p>Dari hadits yang kita dengar riwayat Shahih Bukhari, beberapa waktu yang pernah saya sebutkan bahwa “derajat terendah bagi orang yang terakhir masuk ke dalam surga adalah mendapatkan istana yang luasnya 10X lebih besar dari dunia”. “wadzalika adhnal maqam fil jannah” itulah derajat yang paling rendah di surga, kata Rasul saw. Demikian riwayat Shahih Bukhari. Sang Maha Kaya dan Maha Melimpahkan kemuliaan ini, yang derajatnya paling rendah hamba-Nya yang masuk surga itu 10X lebih luas dari dunia ini, menawarkan anugerah yang lebih dari itu. Bagaimana kalau yang paling rendah derajatnya lalu bagaimana yang paling tinggi? Bagaimana megah dan mewahnya istana Sayyidina Muhammad Saw di yaumal qiyamah. Allah berkata : Maukah kalian kuberi lebih dari surga ini? hamba – hamba Nya bertanya “apa wahai Allah yang lebih dari ini?” “Uhilla alaikum ridwani falaa askhat alaikum ba’dahu abadaa” Aku halalkan ridho dan cinta-Ku untuk kalian dan aku jadikan itu abadi untuk kalian..!”.</p>
<p>Cinta dan restunya Allah. Ternyata cinta dan restunya Allah itu lebih mahal dan lebih agung dari surga dan segala isinya. Bagaimana mendapatkannya? Gerbang tuntunan Nabi Muhammad Saw terbuka bagi kita..!.</p>
<p>Hadits yang kita baca, satu batang kayu kecil yang tidak seberapa harganya. “Assiwak muthahharatun lilfami mardhaatun lirrabb” siwak adalah pensuci mulut kita dan pembawa keridhoan bagi Allah. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa “Rasul saw berkali – kali, belasan bahkan puluhan bahkan ratusan riwayat yang menyebutkan tentang kemuliaan siwak. Didalam hadits lainnya riwayat Shahih Bukhari Rasul saw bersabda “lawla an asyuqqa alaa ummatiy La amartuhum bissiwaaki ma’a kulli sholaatin” kalau tidak karena risau akan memberatkan umatku niscaya kuwajibkan siwak itu pada setiap akan melakukan sholat.<br />
Ada apa dibelakang siwak? Didalam riwayat Shahih Bukhari lainnya Rasul saw bersabda “aktsartu ‘alaikum fissiwaak” aku sarankan dan aku himbau kalian dengan memperbanyak bersiwak. Didalam riwayat tsigah lainnya Rasul saw bersabda “sholat bissiwak tafdhulu min sab’iin sholat bilaa siwak” shalat dengan memakai siwak spahalanya 70X lebih besar dari shalat tanpa memakai siwak.</p>
<p>Ada apa dengan 1 batang kayu yang terbuat dari pohon siwak ini? Hadirin, ketika Rasul saw berkata “muthahharatun lilfam” pembersih mulut. Kita berkata kalau pembersih mulut pasta gigi zaman sekarang bisa lebih membersihkan mulut. Tapi kita bertanya maksudnya, maksudnya ini membersihkan mulut yang bagaimana? (jawabannya adalah) Membersihkan mulut dari dosa – dosa. Adakah 1000 pasta gigi di muka bumi ini bisa mensucikannya? Siwak mensucikan kotoran – kotoran dosa – dosa yang ada di mulut kita. Mana buktinya? kalimat selanjutnya “mardhotun lirrabb” membawa keridhoan bagi Allah Swt. Jadi yang memakai siwak itu membuka keridhoan Allah.</p>
<p>Para ilmuwan kita membuktikan pada kayu siwak itu banyak zat – zat yang bermanfaat bagi manusia. Diantaranya ada zat yang ketika terserap oleh syaraf di gigi dan mulut kita mempengaruhi syaraf pada otak kita dan menenangkan syaraf otak. Syaraf – syaraf otak itu menjadi tenang apabila terkena dan terangsang oleh zat yang ada pada kayu siwak. Turun emosinya. Kalau seseorang sudah turun emosinya, terjaga bibirnya, terjaga mulutnya dari mencaci, terjaga mulutnya dari membicarakan aib orang lain, terjaga mulutnya dari memfitnah orang karena emosi dan hatinya tenang. Demikian hebatnya tuntunan Sayyidina Muhammad Saw yang super modern. Oleh sebab itu beliau bersabda aktsartu a’laikum fissiwak” aku sunnahkan, aku ajarkan, aku wasiatkan pada kalian untuk banyak memakai siwak. Demikian karena semakin banyak seseorang memakai siwak, makin tenang pikirannya, makin rendah emosinya, dan “muthahharatun lilfam” mensucikan mulutnya dari dosa – dosa. Kalau mulut itu bersih dari dosa – dosa, doanya lebih cepat diijabah oleh Allah.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Sehingga diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika Rasul saw disaat beliau wafat pun, beliau sedang di pangkuan Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha. Berkata Sayyidatuna Aisyah Rasulullah saw yuhibbu siwak” Rasul saw itu cinta sekali dengan siwak, selalu bersiwak dalam keadaan apapun. Maka saat beliau sudah di sakaratul maut, dahi beliau sudah terus keluar keringat dan beliau dalam demam berhari – hari seraya melirik siwak di tangan Abdurrahman bin Abi Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum. Siwak dipegang oleh saudara kandungnya Sayyidatuna Aisyah yaitu Abdurrahman bin Abi Bakar Ashshiddiq. Ada siwak ditangannya, Rasul melirik siwak itu. Rasul sudah lemah menanti detik detik kemangkatan. Maka Sayyidatuna Aisyah yang terus menangis berkata “aturiidussiwaak ya Rasulallah?” kau ingin siwak wahai Rasul? karena Rasul melirik siwak ditangan Abdurrahman bin Abi Bakar Ashshiddiq, Rasul mengangguk. Maka Sayyidatuna Aisyah mengambilnya dan membersihkan siwak itu, setelah bersih diberikan kepada Rasul dan beliau bersiwak. Setelah beliau bersiwak, beliau mengambil air di bejana dan membasuh wajahnya lalu berkata “Laa ilaaha illallah…., inna lilmauti sakaraat” beliau berkata “lailahailallah, sungguh dalam kematian itu sakarat yang memedihkan, kata Rasul saw lalu beliau mengangkat telunjuknya ke langit dan berkata beliau : “lirrafiiqil a’la” aku memilih untuk bersama Yang Maha Tinggi. Dan jatuhlah tangan beliau dan saat itulah beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, hal tadi yang saya sebut.</p>
<p>Didalam riwayat lainnya dijelaskan Rasul saw berdoa kepada Allah “wahai Allah pedihkan sakaratul mautku ini dan ringankan untuk ummatku”. Aku saja, pedihkan untukku (Rasul saw) sakaratul maut sepedih – pedihnya dan ringankan untuk ummatku. Maka beliau berkata “inna lil mauti sakarat” sungguh pada kematian itu kepedihan, kata Rasul saw. Lalu mengangkat tangannya dan berkata “firrafiiqil a’laa” aku memilih untuk bersama Yang Maha Tinggi. Dan jatuhlah tangannya, berkata Aisyah ra nafas terakhir beliau kurasakan menghembus di pipiku dan wafatlah beliau saw.</p>
<p>Beliau wafat dengan mengamalkan sunnah hingga berkata para muhadditsin, sunnah terakhir yang diamalkan oleh Rasul saw adalah siwak sampai saat beliau ingin menghadap Allah pun masih beradab dengan bersiwak dulu baru menghadap Allah Swt. “Wa innaka la’alaa khuluqin adzim” dan akhlak agung beliau terlihat dari beliau belum memangku beban risalah sampai menjadi Rasul walaupun beliau menjadi Rasul sebelum beliau lahir ke muka bumi tapi pembawa tugas risalah mulai usia 40 tahun. Tapi beliau mulai dari lahir sudah digelari “Al Amin” akhlak yang agung. Lahir dalam keadaan sujud, demikian riwayat tsigah pada sirah Ibn Hisyam. Lalu beliau mempunyai akhlak yang sangat sempurna dan indah bahkan diakui oleh musuh – musuhnya sampai mengemban risalah, sampai wafat pun beliau dalam akhlak yang agung. Dalam akhlak yang agung bersiwak dulu sebelum menghadap Allah. Demikian Nabiku dan Nabi kalian, junjunganku dan junjungan kalian Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>Ketika jenazah sudah ditutupkan. Para sahabat, yang memandikan beliau adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, Sayyidina Abbas bin Abdul Mutholib radiyallahu anhum dan beberapa kerabat beliau. Selesai dimandikan, jenazah ditutup dengan kain hibaraan dan saat itu hadirin – hadirat para sahabat yang mendengar kabar, datang satu – persatu. Lantas Rasul saw sudah berwasiat kepada Sayyidina Ali bin Abi Tholib “jika aku wafat nanti jangan langsung di shalatkan karena beri kesempatan Jibril dan para malaikat menyolatkan aku setelah itu baru kalian menyolatkan aku saw”.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Dihadapan kita bulan Maulid Nabi Muhammad Saw. Insya Allah dari tahun ke tahun kita lihat maulid ini dari tahun ke tahun semakin makmur. Semoga semakin makmur para pecinta Nabiyyuna Muhammad Saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Inilah kemuliaan siwak dan bagi kita yang ingin mendapatkan pecahan dari keridhoan Allah. Ini bukan pecahan berlian, bukan pecahan emas. Kalau pecahan berlian dan emas saja bias diperebutkan oleh manusia, bagaimana pecahan keridhoan Allah yang ada di sebatang siwak yang tidak seberapa harganya. Ini disampaikan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw “Assiwak muthahhartun lilfami mardhotun lirrabb”. Benahi hari – hari kita dengan sunnah Nabi Muhammad Saw dan ternyata hal itu membawa manfaat besar bagi kehidupan kita, jasad kita, kesehatan kita dan kebahagiaan kita yang akan datang. Insya Allah semoga aku dan kalian berkumpul bersama Nabiyyuna Muhammad Saw di yaumal qiyamah.</p>
<p>Tadi KH. Abdurrahman Alwi mengatakan Rasul saw hadir di majelis seperti ini. Ini pertanyaan sering dipertanyakan, apa iya Rasulullah hadir di majelis – majelis? Tentunya ini kalau mau bicara dalil. Diriwayatkan didalam Shahih Muslim saat Rasul saw bermi’raj beliau bertemu dengan Nabiyullah Musa as “ra&#8217;aytu musa qaaimun fii qabrihi yushalliy” kulihat Musa berdiri diatas kuburnya dan melakukan shalat. Lalu aku ke Masjidil Aqsa jumpa lagi dengan Nabi Musa as disitu lalu aku naik kelangit jumpa lagi dengan Nabi Musa as disana. Ini arwah Para Anbiya bias disana, sebentar diatas kuburnya, sebentar di Masjidil Aqsa, sebentar di langit. Jadi tidak ada satu batas pun bagi mereka yang telah wafat dari para syuhada, dari para awlia dan para anbiya. Oleh sebab itu tentunya tidak ada satu dalil yang shahih dan tsigah mengatakan Rasul saw hadir di majelis maulid. Akan tetapi tentunya dalil yang menguatkan ini bahwa ruh Para Nabi bisa saja ada dimana pun sebagaimana hadits riwayat Shahih Muslim. Jangankan di bumi, bahkan di langit pun Rasul saw bertemu dengam mereka. Bertemu Nabi IBrahim as di langit ke 7, bertemu dengan para Nabi di langit, bertemu lagi di Masjidil Aqsa.</p>
<p>Demikian hadirin – hadirat, hal ini tentunya sangat tidak mustahil bahwa didalam kemuliaan – kemuliaan majelis dzikir yang dihadiri para malaikat muqarrabin agar tentunya kita semua yang mencintai Nabi Muhammad Saw selalu berkeinginan untuk bisa jumpa dengan beliau dan perkumpulan seperti ini sangat dirindukan oleh Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana riwayat Shahih Muslim ketika Rasul saw berkata “aku rindu pada saudara – saudaraku, mereka itu orang – orang yang ingin jumpa, melihat wajahku dan mereka itu meninggalkan keluarganya dan hartanya demi ingin melihat aku dan mereka itu hidup setelah aku wafat, aku rindu kepada mereka”. Di malam ini kita meninggalkan rumah kita, meninggalkan keluarga, pekerjaan kita, duduk disini padahal disini kita tidak melihat Rasul saw lebih – lebih lagi kalau seandainya kita melihat Rasulullah Saw. Oleh sebab itu majelis – majelis seperti inilah, tentunya majelis – majelis lain banyak bukan hanya majelis kita. Majelis – majelis kerinduan terhadap Nabi saw inilah yang dirindukan oleh Rasulullah Saw yang mengalirkan airmata beliau saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari tentang salah satu rahasia, ini pembahasan saya yang terakhir. Tentang salah satu rahasia kemuliaan kesehatan kita. Ketika para ilmuwan kita menemukan bahwa ternyata satu cara yang paling efektif untuk menyembuhkan penyakit penyumbatan darah, penggumpalan darah seperti stroke dan lain sebagainya. Ternyata caranya itu adalah posisi bersujud. Posisi sujud itu 7 anggota sujud yaitu 2 telapak tangan, dahi, 2 lutut, kedua kaki. Itu 7 anggota sujud ternyata yang paling banyak dan sensitif urat syaraf di tubuh kita. Ketujuh – tujuhnya disentuhkan ke bumi dan bumi adalah grafitasi yang terbesar yang ada dari semua magnet. Kita sekarang dengar pengobatan pakai magnet. Ternyata magnet terbesar itu adalah grafitasi bumi tentunya, lebih dari semua magnet karena bumi adalah magnet terbesar. Ketika 7 anggota tubuh itu disentuhkan ke bumi bagaikan charger yang melancarkan aliran darah di pusat – pusat syaraf. 2 telapak tangan, 2 kaki, 2 lutut dan di dahi. Lebih dari itu posisi kepala yang berada dibawah jantung membuat jantung memompa darah. Terpompa dengan derasnya ke seluruh urat syaraf otak dan itu membuat terbukanya penyumbatan – penyumbatan yang ada di otak manusia. Jadi posisi sujud itu sangat efektif. Makin lama sujud seseorang, makin sehat wal afiah ia dari penyakit – penyakit berupa penyumbatan darah.</p>
<p>Kita lihat riwayat Shahih Bukhari, dijelaskan bahwa Rasul saw itu kalau shalat malam sujudnya seperti membaca 50 ayat. 50 ayat itu kira – kira 10 sampai 15 menit. Posisi itulah yang barangkali kita terberat tapi ternyata justru posisi itu membawa kesehatan bagi tubuh kita, membawa manfaat bagi kita. Inilah ajaran yang paling modern tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Semakin dalam ilmuwan mempelajari biologi dan ilmu – ilmu ini makin ia semakin membuktikan betapa sempurnanya sunnah Sayyidina Muhammad Saw.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Kita mengingat Nabi Saw yang hanya seseorang tidak punya apa – apa, tidak punya harta, tidak punya pasukan, tidak punya kedudukan dan tidak punya sesuatu. Akan tetapi punya kekuatan Allah yang hanya seorang ini diutus oleh Allah di permukaan bumi seorang diri, seorang muslim dan yang lainnya adalah orang yang menyembah selain Allah. Maka Rasul saw disaat itu berdakwah dengan segala keterbatasannya, akan tetapi Allah jadikan beliau saw orang yang paling sukses dari semua orang yang pernah hidup di muka bumi Allah Swt. Siapa yang paling sukses? Sayyidina Muhammad Saw. Karena apa? karena dakwah beliau itu bagaikan batu yang dilemparkan ke dalam genangan air, jatuh, gelombangnya kecil tapi semakin jauh gelombang makin besar dan makin besar. Demikian gelombang dakwah Nabiyyuna Muhammad Saw. Beliau yang terjebak hanya di Makkah, Madinah dan sekitarnya wilayah yang paling jauh adalah hanya sampai di Tabuk, beliau tidak sampai ke Barat dan Timur. Apalagi tidak pula sampai ke Indonesia di masa itu. Akan tetapi gelombang dakwah beliau yang menyampaikan risalah itu sampai disini. Sampai ratusan ribu, jutaan manusia masih mengikuti tuntunan Islam. Inilah semua berkat salah satu doa beliau sebagaimana riwayat Musnad Ahmad bin Hambal beliau mengangkat tangannya lantas menghadap ke Timur, menghadap ke Barat, menghadap ke semua penjuru dengan satu doa “Allahumma aqbil biquluubihim” wahai Allah datangkan hati mereka, menghadap ke kanan, ke kiri, kata Rasul. Orang – orang yang melihat Rasul “mau apa ini? di depannya tidak ada orang – orang, kiri kanan, depan belakang, semua penjuru beliau berdoa “Ya Allah datangkan hati mereka datangkan hati mereka”. Ternyata munajat itu tentunya di dengar oleh Rabbul Alamin, disampaikan dengan gelombang kemuliaan yang Allah munculkan lewat para muhajirin dan anshar, tabi’in, tabiut tabi’in, aslafunnasshalihin sampai malam hari ini ummat Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah orang yang paling banyak pengikutnya di dunia dan di akhirat dari salah satu keberkahan doa beliau “Allahumma aqbil biquluubihim”</p>
<p>Kita bermunajat kepada Allah Swt demi kesempurnaan doa Nabi Muhammad Saw, kita berdoa untuk saudara kita yang terjebak dalam perzinahan, dalam perjudian, dalam kemaksiatan, dalam narkotika, dalam kerusakan aqidah, dalam kehancuran aqidah, dalam penyelewengan aqidah atau segala dosa besar atau yang durhaka kepada ayah ibunya atau dosa besar lainnya. “Allahumma aqbil biquluubihim” wahai Allah datangkan hati mereka pada keluhuran, datangkan hati mereka kepada taubat, datangkan jiwa mereka kepada hidayah, datangkan jiwa mereka kepada kemuliaan syari’ah.</p>
<p>Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim tak lupa kami berdoa untuk diri kami Ya Rahman Ya Rahim dan semua yang mendengarkan acara ini di wilayah – wilayah lainnya. Rabbiy Rabbiy benahi jiwa kami, benahi sanubari kami, tumbuhkan sifat – sifat mulia pada kami. Barangkali ada banyak sifat – sifat hina yang belum bisa tercabut dari hati kami maka benahilah, maka cabutlah dan gantikan dengan kemuliaan. Segala musibah atau penyakit atau kesulitan yang belum terselesaikan pada kehidupan kami, cabut dan ganti dengan kesembuhan, ganti dengan kemudahan dan penyelesaian. Ya Rahman Ya Rahim Wahai Yang Maha Tunggal dan Abadi</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…</p>
<p>Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=210&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/siwak-membawa-keridhoan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Kaki Yang Diharamkan Dari Neraka</title>
		<link>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/dua-kaki-yang-diharamkan-dari-neraka/</link>
		<comments>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/dua-kaki-yang-diharamkan-dari-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 03:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelmr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Penggugah Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/dua-kaki-yang-diharamkan-dari-neraka/</guid>
		<description><![CDATA[Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 9 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan. Sabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya di jalan Allah, maka Allah haramkan ia dari neraka” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja yang Tunggal dan Abadi, Allah Jalla Wa Alaa, (Jalla wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=209&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 9 Februari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya di jalan Allah, maka Allah haramkan ia dari neraka” (Shahih Bukhari)<br />
<span id="more-209"></span></p>
<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja yang Tunggal dan Abadi, Allah Jalla Wa Alaa, (Jalla wa alaa = Maha Berwibawa dan Maha Luhur). Sang Penguasa dari zaman ke zaman sebelum terciptanya waktu dan zaman, sebelum berputarnya bulan, matahari dan bumi, sebelum tercipta siang dan malam dan sebelum tercipta seluruh kehidupan, Sang Pemiliki Kehidupan menghamparkan bermilyar kehidupan yang selalu berganti dengan kematian mengikuti waktu dan zaman. Dialah (Allah) yang terlepas dari keterikatan oleh waktu dan zaman, justru Dialah (Allah) yang mengikat dan mengatur waktu dan zaman. Jalla Wa Alaa Swt yang Maha Luhur terlepas dari keterikatan pada kebutuhan pada setiap makhluk-Nya. Justru setiap makhluk yang hidup disadari atau tidak disadari terikat kepada Allah Jalla Wa Alaa. Tiada satu kehidupan yang lepas dari kekuasaan ilahi, tiada satu kehidupan yang tidak dimiliki oleh Allah dan tiada pula satu jengkal bagian di langit atau di bumi yang bukan milik Allah Jalla Wa Alaa.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Maha Suci Allah Yang Maha Menguatkan jiwa hamba – hambaNya dengan datangnya guncangan fitnah dan kerusakan aqidah. Allah memilih hamba – hambaNya dan menguatkan mereka entah dengan pemikiran sendiri atau dengan nasihat atau dengan melihat atau dengan mempelajari. Allah menguatkan aqidah mereka hingga tidak bisa terguncang dengan fitnah sebesar apapun. Telah mengalir fitnah dari zaman ke zaman kepada para Nabi dan kepada para shalihin dan para Nabi dan shalihin tetap mulia dan diabadikan oleh Allah dan para pembawa fitnah tenggelam di dalam kehinaan yang abadi jika mereka tidak bertaubat. Maha Suci Allah Yang Maha Menguatkan jiwa kita untuk tidak menyembah selain Allah, Maha Suci Allah Yang Membuka kesempatan bagi para pendosa untuk mendekat kepada Allah, Maha Suci Allah Yang Menghidupkan para ulama dan shalihin menuntun kepada keluhuran. Jazakumullah Khair, Khairul Jaza’ doa dan munajat untuk para da’i Allah dan para shalihin sepanjang waktu dan zaman.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Demikian Allah Swt menuntun umat muslimin – muslimat untuk selalu berada di jalan keluhuran dan menjadikan para ulama sebagai “Wurraatsunnabi” para pewaris Nabi Muhammad Saw, sebagaimana hadits riwayat Shahih Bukhari “ulama waratsatul anbiya” para ulama adalah pewaris para Nabi. Maha Suci Allah Swt yang dengan Memuji-Nya terluhurkanlah jiwa. Yang dengan Memuji-Nya, semakin besar seorang hamba ingin memuji dan memuji Allah, semakin Allah buat keadaannya terpuji. Semakin ia memuji Allah semakin Dia (swt) membuat hari – hari orang itu terpuji. Namun ketika seorang hamba lupa dari hal – hal yang indah di sisi Allah maka dirisaukan kehidupannya jauh dari hal – hal yang terpuji. Demikian di dunia dan demikian di akhirat.</p>
<p>Memuji Allah adalah hal yang lazim dan hal yang pasti ada bagi mereka yang mendalami Keagungan Ilahi. Semakin dalam pemahaman seseorang tentang Keagungan Allah semakin banyak ia akan memuji Allah karena semua sifat terpuji dan hal – hal yang terpuji berpadu kepada Allah dan Allah juga yang menciptakan semua hal yang terpuji. Dan Allah menjadikan hal – hal yang hina ada di permukaan bumi untuk membedakan mana yang hina dan mana yang terpuji.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Oleh sebab itu Allah Swt mengenalkan kalimat “Hamdalah ba’da Basmalah”. (mengucap Alhamdulillah setelah mengucap Bismillah) “Bismillahirrahmanirrahim” dulu. “Dengan Nama Allah” Yang Maha Tunggal dan Abadi mengawali segala kehidupan di langit dan bumi. “Arrahman Arrahim” “Maha Melimpahkan seluruh Kasih Sayang dan Rahmat pada segenap hamba-Nya di dunia dan di akhirat”. Setelah kita ingat itu seluruh kenikmatan, kemewahan, keinginan, kemuliaan, kebahagiaan di dunia dan di akhirat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada sedemikian triliyun hamba-Nya di permukaan bumi dan masih akan berlanjut dengan kekal dan abadi di yaumil qiyamah bagi mukminin – mukminat. Setelah itu sampai ke dalam benak pemikiran kita. Barulah Allah teruskan dengan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin” QS. Al Fatihah : 2 Segala Puji Bagi Allah, Rabb semesta alam.</p>
<p>Jawaban bagi kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” adalah “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”. Jawaban bagi kesadaran seorang hamba atas kenikmatan yang di tumpah – ruahkan oleh Allah di dunia kepada yang beriman dan yang tidak beriman dan kepada yang beriman di akhirat dengan kekekalan, kebahagiaan yang kekal. Jawaban bagi mereka yang merenungkan itu pastilah memuji Allah Rabbul Alamin. “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”, sering – seringlah minta kepada Allah Swt agar jiwa kita selalu asyik memuji Allah Swt dan dengan itu kehidupan kita semakin terpuji.</p>
<p>Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa ketika seorang hamba setelah ruku’ melakukan i’tidal ia mengucap “Sami’Allahu liman hamidah” Allah Maha Mendengar siapapun yang memuji-Nya. Memuji dengan hatinya atau dengan lisannya atau dengan keduanya atau dengan beribadah kepada-Nya yang juga bisa merupakan bentuk dari pujian kepada Allah. Atau dengan segala ketaatan yang ia jadikan sebagai bentuk pujiannya kepada Allah. Atau penyesalan dari dosa – dosanya ia jadikan sebagai bentuk terpujinya Allah pada dirinya. Karena aku ingin memuji-Mu dan mengagungkan-Mu Rabbiy, maka aku meninggalkan dosa – dosa. “SamiAllahu liman hamidah” Allah Maha Mendengar orang – orang yang memuji-Nya.</p>
<p>Lalu ucapan setelahnya “Rabbana lakal hamdu” Wahai Tuhan kami untuk-Mu segala pujian. Pujian – pujian yang agung untuk-Mu wahai Rabb.<br />
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda “man waafaqa qaulahu wa qaulalmalaikat, ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih” kalau seandainya ucapan “Rabbana lakal hamdu” itu bersamaan dengan ucapan para malaikat yang juga mengucapkan “Rabbana wa lakal hamdu” maka Allah ampuni dosanya yang telah lalu.<br />
Kita bertanya, mana kita tahu? bersamaan atau tidak dengan para malaikat. Jadi malaikat itu diijinkan oleh Allah Swt dengan masing – masing tugas. Ada yang mengikuti dzikir, ada yang meng-aminkan doa, ada yang mengikuti ucapan – ucapan pujian kepada Allah. Ketika seseorang mengucapkan “SamiAllahu liman hamidah” dengan hatinya pun ia mengucapkan, Allah Maha Mendengar siapapun yang memuji-Nya maka malaikat memuji Allah saat itu.</p>
<p>Lalu ia mengucap “Rabbana lakal hamdu”, jika ia mengucapkan dengan hati dan sanubarinya itu dan bersamaan dengan ucapan para malaikat yang juga memuji-Nya “faghufira lahu maa taqaddama min dzanbih” QS. Al Fath : 2 diampuni dosanya yang telah lalu. Yang kita tanyakan berapa ribu kali ucapan “Rabbana lakal hamdu” yang sudah kita ucapkan tapi hati kita tidak mengucapkan. Padahal itu pengampunan Allah menunggu setiap kali I’tidal sebelum kita sujud, pengampunan Allah sudah lebih dahulu datang. Setelah Alfatihah, ruku’ lalu i’tidal sebelum sujud, kita sudah diampuni dosanya oleh Allah Swt, kalau kita menghadirkan makna. Demikian agungnya shalat.</p>
<p>Hadirin – hadirat, sebelum dahi sampai ke bumi merendahkan diri serendah – rendahnya kepada Allah, sudah tidak punya dosa lagi kita. Demikian indahnya aturan – aturan Ilahiyyah, demikian indahnya tuntunan Nabi Muhammad Saw. Dalam segala hal Allah menyediakan kemuliaan.</p>
<p>Ini hadits yang kita baca tadi, riwayat Shahih Bukhari “man ighbarrat qadamaahu fii sabiilillahi, harramahullahu ‘alannaar” barangsiapa yang kakinya berdebu (sampai berdebu) karena berjalan pada hal – hal yang diridhai Allah (di jalan Allah) maka Allah haramkan kakinya itu masuk neraka. Kalau kakinya tidak masuk neraka berarti tubuhnya juga tidak masuk neraka. Demikian hadirin – hadirat,<br />
Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa hadits ini bukan hanya untuk yang berperang di jalan Allah saja tapi juga untuk yang melangkah menuju shalat jum’at. Karena ada riwayat Shahih Bukhari menyebutnya saat sahabat berjalan menuju shalat jum’at.<br />
Dan juga dalam segala hal – hal yang diridhai Allah menuju hal – hal yang bersifat ibadah kepada Allah sampai berdebu kakinya maka kedua kakinya Allah haramkan masuk neraka. Lalu kita bertanya, apakah harus berjalan kaki menuju masjid? Tentu yang dimaksud bukanlah berjalan langkah – langkahnya tapi adalah usahanya untuk mencapai tempat yang diridhai Allah. Sampainya kita ke tempat ini semoga kita semua diharamkan oleh Allah dari api neraka. Amin</p>
<p>Demikian dahsyatnya Rahmat Ilahi, cuma sayangnya setelah sebagian dari mereka kakinya diharamkan oleh Allah dari api neraka, mereka kembali melangkah pada hal – hal yang dimurkai oleh Allah. Demikian keadaan manusia dalam siang dan malamnya. Beruntunglah mereka yang selalu menuju tempat yang mulia dan mengikuti sunnah Sang Nabi saw. Ia lebih mudah ke tempat yang mulia, majelis taklim, majelis dzikir, masjid dan lainnya. Hal – hal seperti ini menuju di jalan Allah dan tentunya bukan hanya itu tetapi bekerja, mencari nafkah, sekolah untuk mencari keridhaan orangtua, untuk mencari rezki, untuk mencari rezki yang halal atau berkhidmah kepada Islam, berkhidmah pada dakwah.<br />
(misalnya kita berkata) Saya kuliah, kuliah itu saya tidak pernah lihat di hadits, tapi kuliah niatnya ibadah misalnya dalam hatinya begitu. Jadi tentunya kalau niat kuliahnya adalah untuk menjadi ahli ekonomi, biologi atau ahli fisika yang Islami, yang bisa mengalahkan mereka – mereka yang menghancurkan Islam maka setiap langkahnya “fisabilillah”.</p>
<p>Demikian pula bekerja, demikian pula berumah tangga, demikian pula dengan usaha. Jika niatnya baik “fa innamal kullu a’mal binnniyat innamal a’mal binniyat wa innama likullimri;in maa nawaa”. (yaitu sabda Nabi saw : sungguh semua amal itu tergantung niatnya, dan balasan Allah itu tergantung pada niatnya)<br />
Getaran hati merubah satu hal yang hina menjadi mulia atau sebaliknya. Jalan menuju majelis dzikir, apa niatnya? Niatnya ibadah kepada Allah, maka ia mendapatkan kemuliaan ini. Jalan menuju majelis dzikir untuk memfitnah orang lain maka tentunya kembali kepada niatnya masing – masing. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Dalam hal ini banyak juga ditanyakan kepada saya membahas masalah pakaian di masjid. Tentang hal yang disebut “isbal” ini sedang ramai dibicarakan. Mereka – mereka yang bekerja di internet atau yang di sekolah mempertanyakan masalah ini. Isbal adalah menaikkan celana atau sarung harus diatas mata kaki. Karena yang menurunkannya di bawah mata kaki itu Allah murka padanya. Hadits riwayat Imam Ahmad dan lainnya. Hadirin, jadi setiap kali kerja, setiap kali sholat, setiap kali apapun pakaiannya harus diatas mata kaki. Ini pendapat keliru, karena bukan itu yang dimaksud oleh Sang Nabi. Allah tidak mau melihat (murka) wajah orang – orang yang memanjangkan celananya atau sarungnya dibawah mata kaki. Itu haditsnya.</p>
<p>Kalau sudah tidak dilihat oleh Allah, bagaimana mau masuk surga? dilihat saja tidak, berarti lebih daripada murka, Allah tidak mau melihat mereka. Siapa mereka? Hal ini bukan yang dimaksud seperti yang disampaikan sekarang ini karena ada lagi hadits riwayat Shahih Bukhari bahwa ketika Rasul saw mengucap ini, berkata Abu Bakar Ashshiddiq radiyallhu ‘anhu “ya Rasulullah sarungku melebihi mata kakiku jadi aku diantara mereka?” maka Rasul saw berkata “kau bukan yang bersama mereka (orang – orang yang tidak dilihat Allah)”. Maka Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan hadits ini menjadi dalil bahwa memanjangkan celana atau sarung dibawah mata kaki tidak diharamkan oleh Allah dan tidak pula makruh. Karena yang dimaksud adalah untuk kesombongan.</p>
<p>Jadi hadirin ini masalah hatinya. Di masa Nabi saw orang kaya dan orang miskin itu bisa dibedakan dengan memanjangkan celana atau sarungnya atau tidak? Kalau orang miskin, fuqara, buruh, orang – orang menengah ke bawah pasti sarung atau celananya diatas mata kaki. Kenapa? karena selalu berjalan kaki. Akan Kotor kalau seandainya panjang kainnya di bawah lutut. Sebaliknya orang kaya memanjangkan celananya atau sarungnya dibawah mata kaki sebagai tanda bahwa ia hampir tidak pernah berjalan ditanah, selalu diatas permadani, selalu diatas kuda oleh sebab itu dipanjangkan celananya atau sarungnya sebagai tanda nih..aku orang kaya, kira – kira begitu. Ini pemahaman dari perintah Nabi Saw.</p>
<p>Jadi yang diharamkan adalah memunculkan hal – hal yang menyombongkan kekayaannya atau menyombongkan hartanya atau menyombongkan dirinya bahwa ia bukan fuqara tapi ia orang kaya, ini yang diharamkan. Jadi demikian dijelaskan oleh Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari. Buktinya Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq memanjangkan pakaiannya, celananya atau sarungnya dibawah mata kaki dan Rasul berkata “kau bukan dari golongan mereka yang tidak dilihat oleh Allah atau golongan yang dimurkai Allah”. Jadi jelas sudah bahwa yang dimaksud adalah hatinya. Kalau sarungnya dinaikkan sampai tengah – tengah dibawah lutut juga kalau hatinya sombong, tetap saja Allah murka padanya. Demikian hadirin masalah isbal. Ini sering ditanyakan di internet, di email, sms, surat, selalu ditanya. Saya katakan nanti saya jelaskan di majelis, Insya Allah.<br />
Hadirin, demikian penjelaskan masalah isbal. Semoga Allah Swt menuntun kita dengan keadaan makmurnya para ulama dan shalihin. Karena kesalahpahaman seperti ini muncul dari semakin kurangnya ulama, semikin sedikitnya orang yang mengerti akhirnya orang yang tidak mengerti berfatwa. Demikian riwayat Shahih Bukhari, sebagaimana sabda Rasul saw “Allah mengangkat ilmu itu bukan mencabutnya dari hati seseorang tapi dengan mewafatkan para ulama, kalau sudah tidak tersisa lagi ulama atau sedikit (misalnya) di suatu wilayah maka orang – orang mengambil orang bodoh untuk dijadikan pemberi fatwa dan dianggap ulama adalah orang yang tidak berilmu, ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu maka ia sesat dan menyesatkan”. Karena ilmunya cuma nukil di internet, berfatwa tanpa ilmu maka ia sesat dan menyesatkan. Hadits ini dimaksudkan bagi kita untuk membangkitkan kembali generasi ulama, menghidupkan lagi generasi ulama.</p>
<p>Oleh sebab itu, Alhamdulillah berkat doanya para habaib kita disini ada Habib Sofyan Basyaiban, Habib Musthofa AlAthas, para habaib kita semoga pemuda semakin makmur mencintai sunnah Nabi Muhammad Saw. Semoga perkumpulan pemuda, semoga diantara ribuan ini menjadi pengusaha yang sukses, pemuda yang shalih, dan menjadikan orang – orang yang naik di pemerintahan semoga akan membawa kemakmuran, keluhuran, keadilan, semoga semua membawa manfaat bagi umat Nabi Muhammad Saw masing – masing dengan jalan yang ditunjukkan oleh Allah menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Dan para shalihin mempunyai manzilah yang agung di sisi Allah. Beruntunglah mereka yang mencintai para shalihin dan rugilah mereka yang menjauh dari para shalihin atau bahkan memusuhi para shalihin. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari didalam hadits qudsiy Allah Swt berfirman “barangsiapa yang memusuhi wali – wali Ku, Aku mengumumkan perang kepadanya, dan tiadalah seorang hamba-Ku mendekat kepada Ku dari hal – hal yang sudah kuwajibkan, dan tiadalah hamba – hambaKu berhenti dengan mengamalkan amal yang wajib saja tapi ia terus mendekat kepada-Ku pada hal – hal yang sunnah sampai Aku mencintainya, jika aku mencintainya maka Aku menjadi penglihatannya (yg ia gunakan untuk mendengar), Aku menjadi pendengarannya (yg ia gunakan untuk melihat), Aku menjadi tangannya (yg ia gunakan untuk berlindung) dan kakinya (yg ia gunakan untuk berjalan), jika ia minta pada-Ku, Ku-beri permintaannya, jika ia minta perlindungan pada-Ku, Aku akan melindunginya”. Apa maksudnya menjadi tangan dan kaki? Maksudnya panca indera mereka dijaga oleh Allah dari hal – hal yang dimurkai Nya. Demikian dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari ketika seseorang berusaha mengamalkan hal – hal yang fardhu dan sunnah sampai ia dicintai Allah, Allah jaga ia dari hal yang makruh apalagi yang haram.</p>
<p>Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,<br />
Oleh sebab itu dijelaskan didalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Umar bin Khattab itu ditakuti oleh syaitan. Syaitan lari dari Sayyidina Umar, tidak mau berpapasan oleh Sayyidina Umar bin Khattab ra. Dan Imam Nawawi menjelaskan didalam Syarh Nawawi bisyarah Shahih Muslim bahwa ini bukan hanya untuk Sayyidina Umar tapi banyak para sahabat dan shalihin yang terjaga dari gangguan dan bahkan dijauhi oleh syaitan.</p>
<p>Hadirin – hadirat, berlandaskan firman Allah “sungguh hamba – hambaKu, kau (wahai syaitan) tidak akan mampu untuk menundukkan mereka”. (QS Al Hijr 42)Tidak bisa dikalahkan hamba – hamba yang shalih oleh syaitan, Allah beri kekuatan hingga syaitan tidak mampu berdekatan dengannya, jangankan menggoda.</p>
<p>Hadirin – hadirat, demikian Allah Swt memuliakan mereka sehingga Rasul saw menjelaskan dan mengajarkan kepada kita untuk bersalam kepada hamba yang shalih setiap kali shalat, setiap kali tahiyat membaca “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin”. Riwayat Shahih Bukhari Rasul bersabda “barangsiapa yang mengucapkan kalimat itu didalam shalatnya maka Allah sampaikan salamnya itu kepada seluruh hamba Allah yang shalih di langit dan bumi”. Allah sampaikan salam dari umat ini kepada semua hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi baik yang hidup maupun yang wafat. Salamnya sampai setiap kali kita shalat dalam tahiyat mengucap “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin”. Salamnya sampai kepada semua hamba yang shalih.</p>
<p>Ketahuannya di akhir zaman bahwa orang – orang yang shalih, jangan kita merasa tidak mengenal dengan mereka. “Saya tidak kenal dengan hamba yang shalih” di hari kiamat bagaimana? kau beri salam kepada semua orang shalih. Di yaumal qiyamah kita dikenal oleh orang – orang shalih karena selalu bersalam kepadanya. Makanya kalau mengucapkan salam itu hadirkan hati kita “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin”. Itu menjalin silaturahmi dengan seluruh hamba – hamba yang shalih. Demikian tingginya derajat hamba yang shalih di mata Allah. Sampai dalam shalat pun kita mengucapkan salam kepada mereka “disampaikan kepada seluruh hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi”. Demikian lebih – lebih lagi tentunya, salam sebelum hamba yang shalih yaitu kepada Sayyidina Muhammad Saw “Assalamu’alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh”. Dalam shalat salam dulu kepada Nabi saw, salam dulu kepada shalihin kemudian baru mengucapkan syahadatain (2 kalimat syahadat). Karena tidaklah seseorang mengenal syahadatain kecuali dari Nabi Muhammad Saw dan dari para shalihin.</p>
<p>Hadirin, darimana orang tahu Islam?, Kecuali datangnya dari Rasulnya Allah. Bukannya Rasul Allah lebih dimuliakan daripada Allah. Buktinya Allah jadikan pada tahiyat itu salam pada Nabi dulu (sebelum syahadat) lalu salam pada shalihin baru syahadat. Bukan berarti Nabi dan shalihin lebih mulia dari Allah, bukan itu tentunya. Tentunya kita mengenal Islam itu dari Nabi saw dan dari para shalihin (ulama yang mengajari kita lewtat lisan atau buku tulisan mereka) akhirnya kenal Islam. Demikian hadirin – hadirat lalu sampailah pada keagungan “Asyhadu anlailaahaillallahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu”. Setelah itu selesai…??,<br />
belum!! Tambah lagi shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Demikian hadirin – hadirat, manzilatunnabiy saw. (manzilah = kedudukan martabat)</p>
<p>Dan berhati – hatilah bagi hamba – hamba Allah, kalau masih punya masalah dengan hamba – hamba yang shalih segera mundur. Karena Allah Swt sudah mengumumkan perang kepadanya, karena sebagaimana diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash ra yang ketika diberi tugas menjadi pemimpin oleh Sayyidina Umar bin Khattab ra di kufah menjadi Gubernur dipilih oleh Sayyidina Umar bin Khattab ra. Ada orang mengeluhkannya, Sayyidina Umar bin Khattab langsung menurunkan Sa’ad bin Abi Waqqash dari kepemimpinanya. Dan ketika Sa’ad bin Abi Waqqash datang kepada Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Umar berkata “aku tidak mencabutmu dari kedudukanmu karena keluhan mereka tapi karena hal lain” (sumber : Fathul Baari). Sayyidina Umar tidak menjelaskan hal apa, maka Sayyidina Umar mengirimkan seorang untuk bertanya – tanya kepada beberapa orang di kufah. Sa’ad bin Abi Waqqash seperti apa tingkahnya? semua yang ditanya tidak berkata lain, semuanya berkata “ia baik, ia pemimpin yang adil, ia orang yang mulia, semuanya memuji Sa’ad bin Abi Waqqash”. Ketemu satu orang namanya Aba Sa’dah “bagaimana Sa’ad bin Abi Waqqash?”, ia menjawab “penjahat, penipu, mengambil harta para fuqara, tidak adil”. Sampailah kabar ini pada Sa’ad bin Abi Waqqash, sakit hatilah Sa’ad bin Abi Waqqash. Kenapa? Bukan karena ia membicarakan dirinya tapi karena sebab itu Amirulmukminin risau dengan keadaannya dengan wilayah kufah hanya karena satu orang. Sa’ad bin Abi Waqqash berdoa kepada Allah “wahai Allah kalau seandainya aku dalam kebenaran, berikan padanya kemiskinan dan panjangkan usianya dalam kesusahan sebagai tanda bahwa aku adalah pemimpin yang adil dan orang yang jujur, jangan sampai orang termakan fitnahnya”. Maka disaat itu hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Aba Sa’dah ini sampai usianya tua renta sampai alisnya menutupi matanya dari lanjut usinya dan ia dalam keadaan gila dan ia dalam keadaan miskin, setiap hari berlari – lari di jalan kesana – kemari, kalau orang bertanya “kenapa kau seperti ini?” ia berkata “aku kualat karena doanya Sa’ad bin Abi Waqqash”. Jadi hati – hati kepada para shalihin dan aulia (orang orang yg dicintai Allah). Alhamdulillah kita mempunyai orang – orang yang shalih, para ulama yang shalih, orang – orang yang mulia.</p>
<p>Dan semoga Allah menjadikan jiwa kita selalu mencintai mereka, semoga Allah menjaga kita dari hal – hal yang menyakitkan hati mereka dan Rabbiy kami pun berdoa agar sampaikan shalawat dan salam kami kepada Nabi Muhammad Saw. Tiadalah kami semua berkumpul di tempat ini Rabbiy..bermunajat kehadirat-Mu dan meminta kepada-Mu segala kemuliaan yang Kau limpahkan pada hamba – hambaMu yang Kau muliakan dari kenikmatan dunia dan akhirat yang tidak membawa kami pada kemurkaan Mu, tambahkan kepada kami kenikmatan diatas kenikmatan. Singkirkan segala musibah kami Ya Rahman Ya Rahim dan kami berdoa agar Kau datangkan hujan yang membawa Rahmat bukan hujan yang membawa musibah. Jauhkan dari kami hujan yang membawa musibah, jauhkan dari kami segala fitnah dan redamlah segala fitnah yang muncul memecah – belah muslimin. Rabbiy pecah – belahkan musuh – musuh Islam yang menyebar fitnah demi menghancurkan muslimin, demi menghancurkan ahlussunnah waljamaah, (mereka itu yg berbuat) demi menghancurkan para muhibburrasul (pecinta Rasul saw),.Rabbiy Rabbiy redamlah keadaan mereka, perbaikilah keadaan orang – orang yang jika mereka diperbaiki akan memperbaiki keadaan muslimin. Dan celakakanlah keadaan orang – orang yang jika mereka celaka maka akan terbenahi kaum muslimin Ya Dzaljalali wal ikram</p>
<p>Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..</p>
<p>Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, hadirin – hadirat jangan bosan – bosannya menggetarkan bibirmu menyebut Nama Allah Swt, tetapkan jiwa dan ruhmu untuk selalu bermunajat kepada Allah Swt karena semakin kita merindukan dan mengingat Allah Swt semakin berjatuhan keinginan – keinginan buruk didalam jiwa kita dan semakin jauh dari kita segala musibah dan cobaan. Hadirin- hadirat semua yang hadir disini dan semua yang mendengarkan acara ini semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan. Kita sama – sama berdoa mendoakan muslimin dan semoga Allah memberikan kemuliaan kepada kita disaat – saat yang dekat kepada pemilu. Semoga yang maju adalah pemimpin – pemimpin yang membela Islam, kita doakan semua calon yang akan naik akan membela Islam. Mereka menjaga kemuliaan Islam dan mencintai Nabi Muhammad Saw. Dan kita tutup dengan membaca doa yang diajarkan oleh Guru Mulia kita Alhafidz Almusnid Alhabib Umar bin Hafidz, kita bersama – sama melantunkan doanya untuk keselamatan muslimin dan untuk naiknya pemimpin – pemimpin yang baik dan bagi mereka yang masih dalam kekurangan semoga dibenahi oleh Allah Swt.</p>
<p>Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelmr.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelmr.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelmr.wordpress.com&amp;blog=5376346&amp;post=209&amp;subd=artikelmr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelmr.wordpress.com/2009/03/28/dua-kaki-yang-diharamkan-dari-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1b14e9c18931c32198e0534fbc42a2d?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelmr</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
