Ibadah Dibulan Ramadhan Seperti Lomba Lari Maraton

Kontributor: Didik Santoso
Tuesday, 11 October 2005

dzikrBulan Ramadhan 1426 Hijriah telah datang. Bulan penuh berkah dan anugrah telah kita masuki. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Ibadah di bulan Ramadhan perlu stamina, kekuatan dan daya tahan. Ibadah di bulan Ramadhan dapat kita umpamakan seperti suatu kejuaraan olahraga, sebut saja kejuaraan Ramadhan. Seperti lomba internasional, ada pelatihan intensif/pelatnas, ada uji coba ke luar negeri/try out dan ada persiapan dilapangan/iklimatisasi, maka para pecinta Allah dan rasulNya telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya untuk menyambut Ramadhan. Ada yang mempersiapkan diri 3 bulan sebelum Ramadhan, 6 bulan sebelum ramadhan bahkan ada yang sejak Syawal sudah berancang-ancang mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan tahun berikutnya, Masya Allah.

Untuk yang persiapan yang 6 bulan dapat kita buat perumpamaan sebagai berikut:
o Bulan 3 yaitu bulan Rabiul awal adalah bulan dimulainya pelatihan intensif/pelatnas, sejak bulan ini, konsentrasi segera ditingkatkan, berbagai ibadah mulai ditingkatkan dan diatur pelaksanaannya secara cermat.
o Bulan Rajab adalah bulan uji coba/try out. Seperti latih tanding dengan lawan yang akan kita hadapi. Kita mencoba menjajal kekuatan lawan dan rintangan yang nantinya akan kita hadapi di pertandingan sebenarnya. Puasa sunnah mulai diperbanyak.
o Bulan sya?ban adalah bulan iklimatisasi. Seolah kita sudah berada di tempat pertandingan. Kita berlatih untuk menyesuaikan kondisi fisik dengan kondisi lapangan. Lawan-lawan dan saingan sudah di depan mata. Kekuatan diri, kekuatan musuh dan medan perlombaan telah dikenali. Di bulan ini, puasa sunnah dilakukan hampir sebulan penuh, mirip puasa Ramadhan
o Bulan Ramadhan. Bulan berlimpahnya keberkahan dan karunia Allah. Bulan yang ditunggu-tunggu, dinanti-nanti, dirindukan kehadirannya sejak Syawal tahun lalu. Sebuah perlombaan besar dibuka bagi seluruh umat Islam tanpa kecuali. Tempat start dan finis perlombaan sama untuk semua peserta, tidak ada diskriminasi. Start dari terbenamnya matahari di akhir Syaban, finis di gemuruh takbir malam 1 Syawal. Perlombaannya sama, berusaha mengisi setiap detik demi detik dibulan ini dengan amal ibadah terbaik.

Ternyata, dalam kejuaraan Ramadhan ini, panitia memberikan banyak keringanan dan berbagai fasilitas penunjang bagi para peserta. Ada berbagai rintangan dalam lomba yang diringankan bahkan dihilangkan. Berbagai bonus disediakan selama perlombaan, bonus itu makin lama makin besar nilainya ketika semakin mendekati akhir perlombaan. Hadiah akhir dirahasiakan oleh Ketua Panitia. Tidak ada yang tahu besarnya hadiah yang akan diterima selain sang Ketua Panitia sendiri. Para peserta tidak ada yang tahu, bahkan peserta paling pintar sekalipun.

Sekarang terserah kepada kita sebagai umat Islam, umatnya Nabi Muhammad saw. untuk ikut apa tidak. Kalau nda ikut, bego banget kan. Ayo ikut aja, lombanya seru, hadiahnya oke, semuanya oke. Tunggu apa lagi, tancep gas coy. Buat loe-loe yang kagak gableg persiapan. Yang kaget, lho kok udah Ramadhan lagi, nggak pape, kagak usah minder, loyo atau patah semangat. Justru di Kejuaraan Ramadhan ini loe bisa berbuat yang terbaik untuk mengganti alias nutupin amal jelek di masa silam. Ini saat terbaik untuk banting setir dari arah pemuasan hawa nafsu dan dunia ke arah ridhanya Allah. Ridhanya Allah bo!

Kebayang nggak sih kalau kita ngebut ngejar ridhanya Allah. Demi Allah, sekali lagi demi Allah, ridhanya Allah seribu kali lebih ngebut mengejar kita. En kalo kita dah dapet entuh yang namenye ridhonya Allah, gilaaa….coy, dunia serasa surga. Bahasa Qur-annya Laa khaufun ?alaihim wa laa hum yahzanuun. Asyik banget kan. Bikin ngiler..ler…ler.

Berikut ini ada sedikit tips-tips buat kamu-kamu yang masih baru mau menyambut Ramadhan. Kagak ada kata telat, setiap satu nafas adalah adalah satu kesempatan yang disediakan Allah untuk bertaubat :
o Cari buku-buku tentang keutamaan Ramadhan, bacalah dengan semangat dan gembira, bacalah kegembiraan para orang-orang saleh dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Rasakan kegembiraan dan berbunga-bunganya hati mereka. Jadikan kegembiraan ini mengalir dari jantungmu ke sekujur tubuhmu mengikuti aliran darahmu.
o Kegembiraan akan menghasilkan energi yang melimpah, gunakan energi ini dengan bijak sampai akhir Ramadhan, dan kalau bisa terus di charge selama ramadhan. Idealnya kegembiraan itu semakin besar ketika kita makin memasuki bulan Ramadhan, namun kegembiraan itu juga bercampur dengan kesedihan karena hari-hari berlalunya Ramadhan makin dekat dan semakin dekat.
o Yang penting dalam bulan Ramadhan ini adalah kesabaran. Daya tahan untuk berkonsentrasi, meluruskan pandangan hati dan niat ke arah Allah. Semakin kuat daya tahan kita dalam konsentrasi ini, makin sukses kita di kejuaraan Ramadhan ini.
o Dapatkan seorang teman yang baik, yang bisa kita jadikan pemicu dan penambah semangat. Ikatkan dirimu kepadanya sehingga engkau bisa ikut mengarungi perlombaan ini dengan lebih mudah.
o Akhirnya, segala sesuatu berpulang dan bergantung kepada Allah swt. Hanya kepada Allah kita menumpukan harapan, semoga Dia memberikan yang terbaik bagi kita di bulan mulia dan barokah ini. Amin.

NB. Kami menulis tentang persiapan Ramadhan ini bukan berarti kami sendiri telah mempersiapkan diri dengan baik. Penulis pun masih lemah dan banyak khilaf. Penulis sekesar unjuk omongan, unjuk isi pikiran. Semoga tulisan ini berguna buat kami sendiri dan juga buat antum semua untuk memacu semangat. Semoga Allah membersihkan dan memperindah niat-niat kita dan semoga Allah mengampuni kami dan antum semua. Amin

(Majelis Rasulullah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: