Amal Yang Paling Dicintai Allah

Ceramah Habib Munzir pada hari Senin, 5 Januari 2009, di Masjid Al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan.

Nabi saw ditanya : “Amal apa yang paling dicintai Allah?, sabda Rasulullah saw : Shalat pada waktunya. Lalu apa?, sabda beliau saw : Bakti pada ayah bunda. Lalu apa?, sabda beliau saw Jihad di Jalan Allah” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt, Maha Luhur dan Maha Abadi, Maha Menjadikan setiap hal – hal yang tidak disukai oleh muslimin – muslimat sebagai penghapusan dosa dan pengangkatan derajat. Demikian indahnya Allah, demikian mulianya Allah yang menjadikan musibah yang datang kepada muslimin adalah pengampunan dosa tanpa istighfar. Orang lain butuh istighfar dan taubat untuk meminta pengampunan dosa tetapi Allah melihat hamba-Nya dikenai musibah, dimaafkan kesalahannya. Allah membayar kesedihan di hati muslimin – muslimat dengan pengampunan dosa dan dihindarkan dari api neraka. Inilah indahnya Arrahman Arrahim.

Bismillahirrahmanirrahim, Dengan Nama Allah Maha Raja Langit dan Bumi yang bermula seluruh kejadian alam semesta dari tiada, yang bermula seluruh kehidupan dari tiada, yang bermula benda – benda bercahaya diawali oleh Allah, Annuur ( Maha Bercahaya). Arrahman Arrahim. Arrahman adalah Kasih Sayang Allah untuk seluruh makhluknya, fasiq, dhalim, shalih, muslim, non muslim, kebagian Rahmatnya Allah. Arrahim adalah Kasih Sayang Allah khusus untuk mereka yang beriman. Maka kalau kita menyebut “Bismillahirrahmanirrahim”, ingat kalimat itu mengingatkan satu Nama Yang Memberi kepada semua makhluk hidup. Demikian Allah menunjukkan pemberiannya kepada yang beriman dan yang tidak beriman untuk memperkenalkan Kasih Sayang-Nya kepada mereka yang beriman bahwa Dia (Allah) Maha Bersabar dan Memaafkan mereka – mereka yang belum beriman agar mereka jangan berputus asa dari Kasih Sayang-Nya dan kembali pada pelukan Kasih Sayang Allah. Namun tentunya Kasih Sayang itu bersifat dunia saja. Kalau Arrahim adalah Kasih Sayang Abadi untuk mukminin dan mukminat.

“Bismillahirrahmanirrahim”, itu kalimat hadirin, menyimpan seluruh Kenikmatan dan Anugerah pada semua makhluk. Muslim, non muslim semua turun kepada semua makhluk yang terjadi kepada mereka dari segenap kenikmatan berpadu dalam kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” mencatat seluruh Nikmatnya Allah Swt dari kalimat Arrahman Arrahim.

Alhamdulillahi rabbil a’lamin, Segala Puji milik Allah Rabbul Alamin. Kenapa? Karena Yang Maha Berjasa dan paling berjasa kepada semua makhluk-Nya. Tidak ada satu makhluk hidup di bumi Allah yang dia tidak mempunyai hutang jasa kepada Allah, Al Manan. Semuanya hidup tanpa bisa membayar daripada hutang – hutang kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Oleh sebab itu mereka yang memahami ini akan bercahaya hatinya dengan pujian kepada Allah. Akan selalu basah bibirnya memuji Allah.

Maaliki yau middin. Raja dihari kebangkitan, maksudnya penguasa agung dan tunggal disaat semua penguasa tak lagi berkuasa) , Arrahman Arrahim diulang lagi dalam Surat Al Fatihah (sebelum Maaliki Yaumidiin). Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu itu juga tapi bedanya Maha Melimpahkan Kasih Sayang pada yang mukmin dan bukan yang mukmin. Hanya pada yang bukan mukmin ini hanya sementara dengan kenikmatan dunia saja. Yang mukmin diberi juga kenikmatan dunia tetapi di akhirat diberi lagi. Ini menunjukkan betapa ruginya mereka yang tidak beriman.

Hadirin – hadirat, demikian kalimat demi kalimat Surat Al Fatihah terlantunkan dan inilah seagung – agung doa. Ketika Allah Swt mengajarkan kalimat ini kepada kita. Surat Al Fatihah ini, adalah doa untuk seluruh apa apa dari kenikmatan yang datang kepada kita yang kita inginkan atau yang belum kita ketahui.

Ihdinashshirathalmustaqim, ayat sebelumnya iyyakana’budu waiyyakanasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya kepada-Mu kami mohn pertolongan). Ihdinashshirathalmustaqim (tunjukkan kami ke jalan yang lurus). Mau apa? Kita sudah muslim, tunjukkan ke jalan yang lurus harus dibaca setiap shalat, itu – itu lagi doanya diulang. Inikan sudah jalan yang benar?, jalan yang mana lagi koq diminta lagi diminta lagi doa ini. Hadirin, jiwa manusia selalu tergoncang dan terbolak – balik. Maka mereka yang membaca doa (membaca Surat Al Fatihah) didalam shalat tentunya.

Ihdinashshirathalmustaqim (tunjukkan kami ke jalan yang lurus). Allah bimbing lagi ia, yang barangkali habis shalat ia akan berbuat dosa, Allah palingkan agar ia tidak berbuat dosa dan terhindar dari dosa atau barangkali ia terjebak dalam dosa – dosa besar, Allah tundukkan hatinya untuk ingin taubat dan istighfar. Ini hadirin, kalimat “Ihdinashshirathalmustaqim” menjaga kehidupanmu, jika kita baca ini dengan ikhlas dan dengan kehadiran hati, kau tidak akan bermaksiat sampai waktu shalat berikutnya. Karena diminta kepada Allah, lantas kita tanya “apakah Allah memberi?” Allah sudah jawab didalam Shahih Muslim (dalam hadits Qudsiy) “orang – orang yang mengucap Surat Al Fatihah itu dijawab oleh Allah Swt”. “Majadanniy abdi, adzdzana alaiyya abdi, hammadaniy abdi, sampai ke ucapan Ihdinashshirathalmustaqim (hamba Ku memuliakanku), lalu Allah jawab lagi “hadza li abdi wa lil abdi masa’al”, ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Maka minta dan ucapkan Surat Al Fatihah itu dengan jiwa.

Hadirin, Allah mengajarkan Surat Al Fatihah itu bukan “ihdini” (beri petunjuk padaku) namun “ihdina” (beri petunjuk kepada kami), itu kalau kita hadirkan khusyu’ dalam hati kita dengan makna saat mengucapkan Ihdinashshirathalmustaqim dalam 1X ucapan doamu, akan banyak orang – orang yang diberi petunjuk ke jalan kebenaran oleh Allah, karena doa kita. Ihdinashshirathalmustaqim, Allah sudah katakan “hadza li abdi wa lil abdi masa’al”, ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Sekali kau mengucapkan “Ihdinashshirathalmustaqim” barangkali ada 10 atau 100 orang yang dicabut oleh Allah keinginannya untuk berbuat jahat dan bertaubat karena doa kita, tanpa kita mengenal mereka, karena kita berkata “ihdina”, “beri kami petunjuk”, siapa kami disini ini? Seluruh umat Nabi Muhammad Saw. Jadi orang yang mengucapkan doa itu, dia sudah mendoakan seluruh umat Nabi Muhammad Saw dan dia terlibat atas pahala semua amal baik umat Nabi Muhammad Saw yang lainnya, karena ia mendoakan mereka, (dan Rasul saw bersabda Barangsiapa yg mendoakan saudara muslimnya maka malaikat berkata Amin dan untukmu pula sebagaimana doamu pd saudaramu).

Dahsyatnya kalimat ini jika kau dalami maknanya “Ihdinashshirathalmustaqim” (tunjukkan kami ke jalan yang benar dan jalan yang lurus). Maksudnya, jalan Nabiyyuna Muhammad Saw maka kau dapat pahala semua orang yang berjalan di jalan yang benar. Itu keagungan Surat Al Fatihah. Lalu Allah tahu kita ini mau jalan yang benar tapi kita mau jalan yang hidupnya nikmat. Tidak mau kita ditimpa banyak kesulitan, maka diperjelas lagi “Shirathalladzina an’amta a’laihim” (jalan orang – orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka). Masya Allah, siapa? Mereka ini mukminin – mukminat yang ditumpahi kenikmatan dari zaman Nabi Adam hingga saat sekarang sampai akhir zaman. Kita minta kenikmatan yang dilimpahkan itu “Shirathalladzina an’amta a’laihim”, kenikmatan dalam kesehatannya, kenikmatan dalam pekerjaan, dalam perdagangannya, dalam rumah tangganya, dalam sekolah, dalam masyarakat, dalam segala kehidupan dan kematian. “Shirathalladzina an’amta a’laihim”, orang – orang yang Kau beri kenikmatan jalan mereka, muqarrabin, shiddiqin, shalihin dan semua jalan orang – orang yang dilimpahi kenikmatan oleh Allah, tapi bukan jalan orang yang dimurkai Allah. “Ghairil maghdhubi a’laihim waladhdhollin”.

Ini hadirin – hadirat kalau kita doa hadirkan hati kita pada saat baca Al Fatihah, kau akan terjaga dari dosa dan terjaga dari segala kejahatan. Itu kekuatan yang dahsyat Surat Al Fatihah, ada dalam setiap shalat kita. Oleh sebab itu disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw riwayat Shahih Bukhari yang tadi kita baca bersama, ditanya kepada Nabi Saw “Ayyul a’mal ahabbu ilallah?” (amal apa yang paling dicintai Allah?), Rasul saw menjawab “shalat pada waktunya”, itu hukumnya sunnah muakkadah. Shalat boleh diawal waktu, ditengah waktu, boleh diakhir waktu dan tetap sah shalatnya. Tetapi sunnahnya yang terbaik adalah diawal waktu. Ini ada syarahnya, lihat nanti kita syarahkan. Lantas apa? dikatakan lagi “tsumma ayyu?” (lalu apa?) lalu “birrul walidain” lalu apa? lalu “jihad fisabilillah”.

Kita jelaskan yang pertama dahulu, didalam shalat tepat pada waktunya itu kita harus punya pemahaman, bukan berarti mutlak setiap habis adzan harus segera shalat qabliyah, dilanjutkan shalat dan shalat, bukan mutlak begitu. Karena ada riwayat lainnya Shahih Bukhari menjelaskan bahwa “antum fi shalah maa iltum tantadhiruunaha” (kalian tetap dalam pahala shalat selama kalian menantikan untuk mendirikan shalat) dan Rasul Saw dalam beberapa riwayat (bukan dalam satu riwayat) Shahih Bukhari “mengakhirkan waktu shalat, menunda waktu shalat”. Jamaah sudah menunggu, Rasul saw ada urusan kesana, urusan kesini, Sahabat menunggu. Itu terjadi beberapa kali, ketika Rasul saw datang, Sahabat masih menunggu dalam shaf bahkan dalam salah satu riwayat adalah saat shalat Isya’, Bilal sudah adzan, Sahabat sudah rapi shafnya, Rasul Saw baru keluar ditengah malam. Sahabat ada yang tertidur sambil duduk, ada yang tetap berdzikir lantas Rasul saw berkata “kalian tetap dalam pahala shalat selama menunggu shalat”. Jadi kalau sudah waktunya adzan, sunnah yang paling bagus sunnah qabliyah, lalu amalan yang sangat dicintai Allah sebagaimana hadits ini adalah langsung shalat, jangan kemana mana dulu, ada sms taruh dulu, ada telefon taruh dulu, aku mau berjumpa dengan Rabbul Alamin, ini penting! Tidak ada yang lebih penting dari Allah, toh hanya beberapa menit.

Demikian hadirin – hadirat. Tapi jika kesibukkan itu berupa kesibukkan yang ukhrawi boleh ditunda. Misal zaman sekarang orang kalau taklim habis shalat maghrib, majelis taklimnya terus baru selesai jam 8. Apa ini mereka koq tidak mau shalat Isya’ tepat waktu? Ketahuilah Rasul saw juga mengajari kalau ditundanya itu karena hal – hal yang bersifat ukhrawi (ibadah), maka penundaannya itu mendapat pahala. Sebagaimana Rasul saw tadi bersabda “kalian tetap dalam pahala shalat selama duduk menanti shalat”. Duduk saja menunggu shalat itu sampai waktu shalat dihitung pahala shalat, jadi kalau majelis taklim misalnya, majelis taklim kita tentunya setelah shalat Isya’tapi banyak majelis – majelis taklim sekarang ini diprotes oleh sebagian kelompok orang. “ini sudah waktunya shalat, masih saja ini ustadznya terus ngajar”, bukan begitu tapi ada hukumnya. sebagaimana riwayat Shahih Bukhari yang menjelaskan bahwa Rasul saw menunda waktu shalat dan Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa kalau penundaan itu untuk hal – hal yang bersifat duniawi maka ia kehilangan pahala shalat pada waktunya tapi kalau hal – hal yang bersifat ukhrawi dan ibadah maka penundaannya itu mendapat pahala jika sudah duduk di shaf. Ini penjelasan yang utama.

Al Imam Ibn Hajar dalam mensyarahkan hadits ini, berkata : ini hadits bukan mutlak, ada hadits – hadits lain yang mengatakan sebaik – baik amal adalah jihad fisabilillah. Ada hadits lain juga riwayat – riwayat shahih yang meriwayatkan “afdholul a’mal adalah shadaqah”. (sebaik baik amal shadaqah) Maka Al Imam Ibn Hajar menjelaskan ini tergantung kondisinya, jangan tinggalkan shalat pada waktunya. Kejar shalat pada waktunya, itu pahala besar, amal yang paling dicintai Allah. Tapi ada waktunya lagi untuk “afdholul a’mal jihad fisabilillah”, (sebaik baik amal adalah Jihad di jalan Allah) ada waktunya begitu. Kampungnya sudah diserbu oleh orang – orang non muslim, masjid mau diruntuhkan tadi kita dengar penyampaian dari Hb soleh Alidrus dari Poso, semua muslimin wajib jihad itu. Bukan shalat pada waktunya yang kita dahulukan, terjun jihad. Namun maksudnya bukan meninggalkan shalatnya, shalat tetap fardhu tetapi diakhirkan waktunya atau dipertengahan waktu, tidak apa – apa. Karena apa? karena ada hal yang lebih pantas didahulukan pada kondisinya. Demikian hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah.

Diriwayatkan pula didalam Shahih Bukhari, Rasul saw selesai shalat buru – buru pergi, sahabat sedang dzikir karena memang sunnah dzikir selesai shalat adalah dzikir. Haditsnya sudah kit baca minggu yang lalu, tertulis di website, terekam di website dan ada di bulletin.
Hadirin, Rasul saw pergi meninggalkan shaf padahal sunnah dzikir setelah shalat namun Rasul pergi, Sahabat berkata “koq Rasul buru – buru pergi dan meninggalkan dzikir..?”. “Ya Rasulullah apa yang membuat engkau pergi?”, Rasul berkata “aku lupa ada barang barang untuk fuqara masih belum kusampaikan di rumah”. Itu beliau saw menunda hak fuqara sampai salam dan beliau meninggalkan dzikirnya untuk menyampaikan kepada fuqara. Kan dzikir hanya beberapa menit, beliau tidak mau menunda itu demi hak hak orang miskin. Subhanallah!! Inilah akhlak Nabiyyuna Muhammad Saw.

Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, hadits yang sebagaimana kita baca tadi “lalu apa?”, lalu “birrul walidain” (bakti kepada orangtua jangan dilupakan). Banyak keluhan kepada saya “ayah saya itu orang yang fasiq, dia banyak berbuat dosa maka boleh tidak kalau saya mencaci – maki dan benci padanya”, “ibu saya itu jahat, tidak mau pakai jilbab, saya juga tidak suka melihatnya” Subhanallah!! Kita bukan Allah Al Hakim (yang menghakimi dosa – dosa) ayahbunda kita. Kita ingat, Itu ayahbunda kita, saat kita lahir.

Diriwayatkan dalam satu riwayat yang tsigah ada anak datang kepada Rasul saw mengadu “Ya Rasulullah hartaku ada yang diambil oleh ayahku”, kasarnya begini, ini orang mengadukan bapaknya mencuri hartanya. Rasul panggil ayahnya “kau mencuri harta anakmu?” maka orang itu berkata “Ya Rasulullah 20 tahun yang lalu, aku kelahiran seorang bayi pria. Aku terdiam dengan airmata dan keringat dingin menanti kelahiran sang bayiku. Tidak lama kudengar jeritan kelahiran bayiku, dan aku menangis gembira, tidak ada yang lebih membuatku gembira dari mendengar tangisnya, tangis bayiku. Seandainya dipilihkan untukku untuk dikuliti dan dilemparkan ke dalam bara api demi keselamatan bayiku yang lahir itu, akan kuperbuat.
Dia lahir dengan selamat dan aku gembira, aku peluk, aku sambut dia dengan adzan, ku adzankan di telinga kanannya dan ku iqamahkan di telinga kirinya, akulah orang yang pertama kali memeluknya dengan gembira. Lapar dan hausku kutinggalkan demi bayiku, agar kesehatannya dan kemaslahatan sang bayiku ini, Aku lapar, kudahulukan makanan untuk bayiku, aku ngantuk kutinggal tidurku demi bayiku. Semua untuknya, semua hajatku kusingkirkan yang penting anakku bayiku sampai dia tumbuh dewasa. Aku mengajarinya makan, minum, berjalan, aku mengajarnya berbicara dan semuanya selama 20 tahun untuknya kukorbankan.
Dan sekarang bayi itu, bayiku yang sangat kucintai telah dewasa dan kaya raya, lalu ia berkata “aku adalah pencuri”. Maka Rasul saw menangis seraya berkata “harta itu milik ayahmu, wahai anak”. Demikian hadirin, ini ayah. Dan ibu lebih – lebih lagi dari itu.

Sebagian muncul pertanyaan pada saya di website “Habib, ibu saya itu tidak mau memakai jilbab, apakah saya mesti berbakti padanya atau tidak?”. Tentunya pengingkarannya terhadap syari’ah mutaharrah kita nasehati dengan lemah lembut tapi ingat ibu kita itu terkejang – kejang menjerit saat kita lahir, ia teriak dengan teriakan yang dahsyat dan kepedihan yang tidak ada yang melebihinya kecuali sakaratul maut.

Bayangkan wajah ibumu yang sedang menjerit dan sedang dalam keadaan terkejang – kejang menahan kelahiran kita. Sampai sekarang kita berkata “aku tidak perlu bakti kepadanya…..??”. Rasul berkata “tsumma birrul walidain…” (lalu bakti kepada ayahbunda). Hati – hati ayahbunda kita. Hadirin- hadirat, jika mereka mengingkari syari’ah, nasehati dengan lembut kalau bisa, kalau tidak cari orang lain (teman mereka, saudara mereka) agar menasehati mereka.

Yang ketiga “jihad fisabilillah”. Jihad adalah membela agama Allah Swt. Mereka yang mampu jihad dengan pedang, dengan senjata. Jihad dengan senjata wajib kalau seandainya dikampung – kampung halamannya ada serangan non muslim, wajib jihad. Tapi kalau ditempat lain, lihat keadaannya dulu. Kalau dikampungnya masih butuh orang – orang yang menegakkan dakwah Islamiyyah, jangan ramai – ramai meninggalkan kampungnya.
Hadirin – hadirat, kita gembira saudara – saudara kita bahkan ada yang berangkat ke Palestina. Tapi jangan dilupakan tempatnya sendiri, disini kita dengar tadi Habib Sholeh di Poso juga butuh muslimin, kalau punya semangat, kesana berangkat membantu. Saya janji kepada Habib Sholeh, 2 – 3 bulan ini saya akan kunjung kesana Insya Allah.

Hadirin, juga diwilayah kita. Sebelah rumah sudah menyembah selain Allah, tetangga sana sudah tidak mau sujud lagi, yang sini muncul ikutin ajaran – ajaran akidah yang sesat. Siapa yang perduli akan ini semua? Kita memikirkan negeri yang jauh – jauh, saudara – saudara kita di Jakarta ini ratusan orang murtad setiap tahun dan dalam setahun puluhan tempat peribadatan non muslim berdiri. Ada yang perduli?

Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah jangan sampai kita tertipu dengan media massa. Media massa mengabarkan sesuatu maka semua konsentrasi ke berita tsb,. Maka jangan mengarah ke berita itu semua, ada yang berangkat, ada yang ditempat. Dalam perang uhud juga begitu, kalau turun semua habis kalah muslimin nanti. Ada yang tinggal ditempatnya.

Hadirin- hadirat, kita Majelis Rasulullah Saw mendukung penuh saudara – saudara kita yang berangkat ke Palestina dan mendoakan mereka. Akan tetapi kita membagi tugas, kita membenahi wilayah kita juga. In saudara – saudara kita dari Irian Barat sudah ada 30 orang yang taklim bersama kita dan diantaranya yang kena musibah. Santri KH. Ahmad Baihaqi masih kecil – kecil, ayahanda mereka dan ibu mereka yang diatas kapal, kapalnya tenggelam (30 orang wafat). Diantaranya mereka ini, mereka sudah tidak punya ayahbunda sekarang. Entah karena sabotase atau entah karena memang kehendak Allah kepada ayahbundanya mati syahid. Saya sendiri berat mendengar kabar ini membayangkan mereka ini sudah tidak lagi punya ayahbunda tapi saya yakin mereka nanti akan kembali dan dengan diberi busyro oleh Allah.

Mana ayahbundanya yang wafat..?, saya ingin jamaah melihatnya…. Maka beberapa anak irian usia sekitar 4 dan 5 tahun berdiri sesaat..wajah wajah tanpa dosa dan kaget karena baru dapat kabar bahwa ayah bunda mereka telah tiada

Semoga Allah memberikan kesabaran kepada mereka, keluarga mereka telah wafat. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada mereka dan pertolongan kepada mereka. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Yadzaththauli wal In’am.

Silahkan,..saudara – saudara kita nanti yang punya kepedulian, silahkan Bantu, datang ke tempat mereka taklim di Majelis Taklim Al Karimah, ditempat KH. Ahmad Baihaqi. Yang bisa menghibur, hibur. Yang bisa bantu, Bantu. Kita juga punya keluarga muslimin sebangsa kita yang sedang kena musibah.

Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,
Bahasan saya yang terakhir adalah tentang zakat profesi yang sering ditanyakan oleh banyak muslimin. Zakat Profesi itu tidak diakui oleh seluruh madzhab, tidak ada mengeluarkan zakat tiap bulan. Itu muncul sekarang ramai dimana – mana diadakan mengeluarkan zakat. Zakat profesi tidak diakui oleh seluruh madzhab karena riwayat hadits yang dijelaskan tentang haul dan nishab. Orang kalau punya harta itu wajib mengeluarkan zakat kalau hartanya yang disimpan dengan 2 syarat: Yang pertama adalah nishab. Nishab batas wajib zakat, itu adalah harta yang disimpan lebih dari harga 84 gram emas murni. Saya tidak tahu pastinya harga emas murni 1 gram berapa? Tapi kalau lebih dari 84 gram emas murni harta yang kita simpan, harta berupa uang maksudnya bukan mobil, rumah namun berupa uang atau emas atau perak, yang melebih 84 gram sampai 1 tahun baru dikeluarkan zakatnya 2,5%.

(berikut penjelasan dari forum Tanya jawab di web ini ):
syarat bagi muslim untuk mengeluarkan zakat harta adalah dua,

1. Nishab : Batas jumlah / nilai yg ditentukan syariah,
2. haul : sempurna 1 tahun

jadi anda bekerja dan mendapat gaji itu tak ada zakatnya, boleh anda bersedekah saja.

perhitungan zakat harta adalah jika anda menyimpan uang, atau emas anda baru kena zakat jika menyimpan uang itu sampai setahun, dan jumlah yg anda simpan telah melebih nishab selama setahun, selain itu berupa barang, rumah, perhiasan zamrud, berlian, mobil dll tidak terkena zakat, yg terkena zakat adalah uang, emas, atau perak

zakat maal / harta dikeluarkan setahun sekali, mulai terhitung di hari sejak uang kita melebihi Nishob (batas), dan Nishob zakat maal adalah seharga emas murni 84 gram, maka bila uang simpanan kita terus meningkat, misalnya mulai 4 Oktober 2006 uang simpanan kita mulai melebihi harga emas murni 84 gram, maka sejak tanggal 4 oktober itu terhitunglah kita sebagai calon wajib zakat, namun belum wajib mengeluarkan zakat karena menunggu syarat satu lagi, yaitu haul (sempurna satu tahun)

nah.. bila uang kita terus dalam keadaan diatas Nishob sampai 3 oktober 2007 maka wajiblah kita mengeluarkan zakatnya sebesar jumlah seluruh uang kita yg ada pd tgl 3 oktober 2007 sebesar 2,5%. (bukan uang kita yg pd 4 oktober 2006, atau uang kita bertambah menjadi 100 juta misalnya, lalu naik dan turun, maka tetap perhitungan zakat adalah saat hari terakhir ketika genap 1 tahun dikeluarkan 2,5% darinya).

bila uang kita setelah melebihi batas 84 gram, lalu uang kita berkurang misalnya pd januari 2007 uang kita turun dibawah harga emas 84 gram, maka sirnalah wajib zakat kita, kita tidak wajib berzakat kecuali bila uang kita mulai melebihi nishab lagi, saat itu mulai laih terhitung calon wajib zakat dg hitungan mulai hari tsb, dan itupun bila mencapai 1 tahun penuh tidak ada pengurangan dari batas nishob, jika uang kita berputar, keluar masuk rekening misalnya, maka tak terkena zakat, yg terkena adalah jika tersimpan tak terpakai selama satu tahun).

Orang yang mengatakan bahwa hadits itu dhaif, sungguh mereka itu sedikit punya kekurangan ilmu, karena hadits ini memang dhoif dari beberapa riwayat, namun ada juga diriwayatkan oleh Imam Malik (dalam Almuwatta) dari Nafi’, dari Ibn Umar dari Rasulullah Saw, dan Imam Bukhari mengatakan sanad ini sanad yang paling shahih dari semua sanad hadits. Yaitu sanad hadits yg dari Imam Malik, dari Nafi’ dari Ibn Umar.

Ini sanad hadits yang paling shahih hingga Imam Bukhari mengatakan sanad ini disebut sanad dzahabiyah, (sanad emas). Kenapa? karena sangat shahih. Jadi kalau ada yang mengatakan hadits ini dhaif, belajar hadits dulu.

Dan seluruh madzhab yaitu Syafi’i, Hambali, Maliki dan Ahmad bin Hambal kesemuanya mengakui bahwa zakat harta adalah haul dan nishab, bukannya bulanan. Ketika ditanyakan kepada mereka yang mengatakan itu mereka berkata “karena muslimin banyak yang murtad, gara gara tidak ada yang mengeluarkan harta”. Kita menjawab : Ya..jangan dinamakan “zakat” tapi “shadaqah”, misalnya shadaqah profesi tiap bulan.., silahkan.
Tapi kalau “zakat”, zakat itu syari’ah dan hal yang fardhu, menambah hal yang fardhu adalah munkar, apapun alasannya. Kalau seandainya banyak orang orang yang keluar dari islam gara gara orang muslim kurang bershadaqah lalu diadakan fardhu zakat yang baru. Berarti kalau ada orang yang banyak maksiat, kita tambah shalat Isya’ menjadi 10 rakaat..??.
tentunya tidak seperti itu. Ini hal yang fardhu tidak boleh ditambah, beda dengan hal – hal yang bukan fardhu berupa hal yg baik. Kalau hal itu dikatakan zakat, zakat itu hukumnya fardhu, tidak dikeluarkan / dibayarkan maka orang itu halal darahnya dibunuh.

Ini hukum fardhu kenapa ditambah?. Shalat fardhu ditambah jadi 6, jadi 7 misalnya, tentunya tidak boleh… Demikian pula zakat, jangan ditambah lagi dengan “zakat profesi”, kalau disebut “shadaqah profesi” kita dukung. Tapi kalau “zakat profesi” dikeluarkan tiap bulan itu bertentangan dengan syari’ah. Demikian hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah.

Dan kita lihat hikmah Ilahiyyah, ini penyampaian saya menutup daripada perjumpaan kita di malam hari ini. Hikmah Ilahiyyah jangan sering kita buru – buru menuduh Allah dalam segala hal. Apa ini koq datang lagi musibah? Sebentar datang akidah Ahmadiyah, lalu datang lagi Lia eden, lalu datang lagi pelecehan Nabi Saw di Denmark, lalu dihantam lagi dari Palestina. Ini Allah koq diam saja dengan keadaan muslimin? Lihat justru keadaan ini menguntungkan muslimin. Semua keadaan itu, semua perbuatan musuh – musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam balik kepada mereka sendiri. Muncul diangkat di media massa. Nabi baru, mengaku Nabi baru Ahmadiyah. Semua media, orang – orang yang non muslim berharap supaya orang – orang islam masuk kesana justru sebaliknya. Justru orang yang tidak kenal majelis taklim malah buka – buka lagi sejarahnya Rasul, malah buka lagi Al Quranulkarim. Nih..mereka punya banyak Al Kitab yang baru, katanya. Kitab suci mereka sendiri. Orang Islam tidak baca itu, mereka membuka Al Quran. Justru perbuatan mereka itu membuat muslimin bangkit mengenal Nabinya.

Muncul lagi, pelecehan Nabi Muhammad Saw di Denmark. Mereka katakan Nabi itu begini, fitnahnya begini begitu. Justru muslimin bukan meninggalkan Islam, malah semakin bangkit mempelajari sejarah Nabi Muhammad Saw. Allah balikkan keadaan, panah yang mereka arahkan kepada kita balik kembali kepada mereka sendiri. Di Denmark ada perpustakaan itu gempar dibicarakan setelah keadaan itu. Orang – orang non muslim semuanya menyerbu habis buku – buku tentang pelajaran Islam, dibeli dan dihabiskan oleh orang – orang non muslim. Mereka mau tahu sebenarnya orang Islam itu seperti apa? gimana sih? Sebab apa? sebab pelecehan.. bahkan banyak dari mereka yg masuk islam

Mereka ingin membuat muslim murtad justru sebaliknya muslimin bangkit mengenal Nabi Muhammad Saw dan yg non muslim banyak yg masuk islam.

Palestina begitu juga maksudnya, ingin menghancurkan muslimin di Palestina agar Yahudi memiliki wilayahnya. Perbuatan mereka membangkitkan seluruh dunia untuk membenahi diri mereka. Bukan ramai – ramai ke Palestina saja, akhirnya kan masing – masing orang. Masjid ramai, majelis taklim ramai dan terus bangkit dan bangkit. Ini zionis ajarannya kemana – mana, bukan hanya di Palestina tapi dinegeri kita, budaya kita, sosial, ekonomi dikuasai mereka. Bangkit gara – gara perbuatan mereka. Ini Allah Swt balikkan keadaan kepada mereka sendiri.

Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikianlah pertolongan dari Allah Swt dan jangan lupa mereka – mereka yang kena musibah itu didalam kemuliaan dan pengampunan Allah dan mereka yang wafat itu didalam syahid. Dan kita mendoakan semua perjuangan daripada saudara – saudara kita muslimin khususnya di wilayah kita, di Poso, di Irian dan di bumi Jakarta ini juga dan di Palestina dan di Kashmir dan lainnya. Ini semua menandakan dekatnya kebangkitan muslimin – muslimat di muka bumi. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am.

Hadirin ada 1 hal yang ingin saya sampaikan, fitnah yang muncul dari satu orang saudara kita muslimin, angkat suara di mimbar mengatakan “Saya ini Munzir Ghulam Ahmad” karena tidak ikut demo menentang Ahmadiyah. Ini sudah tersebar kabarnya, saya mohon dan saya instruksikan kepada seluruh jamaah jangan mengambil tindakan anarkis. Saya sudah maafkan itu, walaupun itu sebuah fitnah yang demikian keji nama saya disejajarkan dengan pemimpin murtad di muka bumi ini dg sebutan “Munzir Ghulam Ahmad”. Tapi tentunya itu kecil bagi saya, karena Rasul saw difitnah lebih besar dari itu. Jangan ada yang mengambil tindakan anarkis dan saya sudah memaafkannya tanpa perlu meminta fulan untuk datang minta maaf, kita sudah lupakan.

Kita semua bersatu didalam Islam. Antara Majelis Rasulullah Saw dan Front Pembela Islam (FPI) bersatu dan berkeluarga dan saling dukung. Mereka dukung bergerak membenahi Islam dengan ketegasan dan kita dengan kedamaian dan kita semua satu dalam umat Sayyidina Muhammad Saw. Demikian juga dengan seluruh yang lainnya, jangan mau terprovokasi. Ada orang – orang yang terprovokasi mau memecah belah muslimin. Oleh sebab itu jangan terprovokasi.

Demikian hadirin- hadirat kita bermunajat, agar Allah Swt menjauhkan musibah dari muslimin dan menghancur leburkan musuh – musuh Islam, memecah belah daripada persatuan mereka. Rabbiy pecah belahkan persatuan musuh – musuh muslimin, gentarkan jiwa – jiwa musuh – musuh muslimin, Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am bangkitkan semangat muslimin muslimat di bumi Jakarta dan sekitarnya dan di seluruh wilayah di Poso, di Irian Barat, di Palestina dan di seluruh Barat dan Timur. Ya Rahman Ya Rahim tenangkan bumi kami dari segala musibah, jangan Kau jadikan musim hujan yang datang membawa musibah, jadikan musim hujan yang datang membawa Rahmat. Jangan datangkanmusim kemarau yang membawa musibah, namun datangkan musim kemarau yang membawa Rahmat. Ya Rahman Ya Rahim jadikanmatahari esok terbit dengan kebahagiaan bagi kami dan bagi seluruh muslimin muslimat, ampuni dosa kami dan dosa ayahbunda kami. Mereka yang masih hidup limpahi keberkahan dalam hidupnya, mereka yang telah wafat muliakan arwah mereka bersama muqarrabin, bersama para shiddiqin.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram kita berdoa juga untuk perjuangan Al Habib Sholeh Alaydrus di Poso, KH. Ahmad Baihaqi di Irian Jaya dan seluruh para da’i kita yang berjuang di bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Semoga diberi pertolongan dari Allah Swt, dihindarkan dari segala fitnah. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat, Wahai Yang Maha Menumpahkan Rahmat sepanjang waktu dan zaman, Wahai Yang Maha Menerangi jiwa dengan ketenangan, Wahai Yang Maha membangkitkan sifat luhur dan menumbangkan segala keinginan berdosa. Ya Rahman Ya Rahim kami berdoa untuk muslimin muslimat, juga saudara – sadara kami yang terjebak dalam narkotika, yang terjebak dalam perzinahan, yang terjebak dalam perjudian, yang terjebak dalam dalam akidah – akidah yang sesat. Rabbiy hujani mereka dengan hidayah, undang mereka kepada kebenaran dan sujud.

Ya Dzaljalali wal Ikram dan diantara kami diantara hadirin barangkali masih ada yang belum menajlankan shalat 5 waktu, jadikan malam ini malam taubat mereka dan tiada pernah meninggalkan shalat 5 waktu selama – lamanya hingga kami menghadap-Mu Rabbiy. Jika diantara kami ada yang masih terjebak didalam perzinahan, jadikan malam ini malam taubat mereka dan jaga mereka dari segala kemunkaran, dari perjudian, mabuk – mabukkan, dan dari segala hal – hal yang munkar. Rabbiy kami titipkan usia kami kepada gerbang Kasih Sayang-Mu.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Hadirin – hadirat, juga kita doakan para tamu – tamu kita, Bpk. Khairul Azhar dari Partai Golongan Karya, semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan, (malam selasa minggu yg lalu telah berkunjung Ust Igo dari Partai Keadilan sejahtera), juga Bpk. H. Yusuf dan seluruh tamu kita dari para Habaib semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan oleh Allah.

Dan hal yang perlu saya umumkan adalah kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz yang ada penundaan yaitu kedatangan beliau adalah pada hari Sabtu, sebagaimana hari Kamis telah diumumkan. Ada penundaan kehadiran beliau ke Jakarta adalah hari Sabtu yaitu tanggal 10 Januari 2009. Jadi hari Kamis kedatangan kakak beliau sebagaimana biasa. Beliau adalah Al Habib Aththas bin Muhammad bin Salim bin Hafidh bersama rombongan 5 orang hari Kamis. Jadi acara malam Jum’at dikediaman saya sebagaimana biasa Insya Allah dihadiri oleh Habib Aththas dan juga pada malam Sabtu acara Majelis Rasulullah Saw di Masjid Al Hasanain, Dzikir Akbar sebagaimana biasa dihari oleh Habib Aththas. Dan juga pada hari Sabtu, Majelisnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Tebet akan dihadiri oleh Habib Aththas dan Sabtupetang kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz tiba paha hari Sabtu petang dan akan langsung ke Cidodol lalu malamnya ziarah ke Luar Batang sebagaimana biasa. Hari Minggunya Haul Al Imam Fakhrulwujud Abu Bakar bin Salim paginya lantas malam selasanya acara kita di MONAS pk. 21.00. kita berharap muslimin – muslimat lebih dari 1 juta yang hadir. Kita jadikan kota Jakarta ini, bumi yang luluh dengan dzikrullah Allah Swt. Kita dalam Dzikir Akbar bersama Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz malam selasa yang akan dating. Jadi bukan di Al Munawwar malam selasa depan tapi di MONAS. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Kemudian dilanjutkan dengan qasidah Muhammadun dan doa penutup. Bagi hadirin – hadirat yang tidak memiliki kesibukkan agar tidakmeninggalkan majelis karena Rahmat dan Keberkahan masih berlanjut sampai doa penutup. Bagi mereka yang mempunyai kesibukkan tentunya tidak mengapa meninggalkan majelis.

Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: